Dia Suamiku

Dia Suamiku
BONUS PART 5


__ADS_3

"dasaar suami yang ga ngerti perasaan istri" sambil memilih baju Putri terus saja mengeluarkan kata-kata kekesalan pada Tristan, dia tidak sadar kalau dari tadi Tristan sudah berdiri di belakangnya. Tristan hanya mengangguk sambil tersenyum mendengar perkataan Putri yang terus-menerus berbicara tentangnya.


dia pun memeluk tubuhnya dari belakang membuat Putri kaget.


"maafin aku ya cintaku, sayangku, manisku aku hanya berkata apa adanya, kan lebih baik kamu menerima kritik dari pada selalu menerima pujian tapi semua adalah kebohongan" benar juga apa kata suaminya, Putri pun paham kenapa suaminya bersikap seperti menjatuhkannya padahal dia ingin membangun semangatnya.


diapun membalikkan badannya menghadap suaminya.


"maafkan aku ya sayang karena sudah berfikir negatif terhadap mu"ucapnya dan mengecup bibirnya. Tristan menyambutnya dengan senang hati membuat mereka terus terbawa suasana.


"sayang ga usah berangkat les ya" kata manja Tristan yang membuat Putri ingat kalau hari ini dia ada kelas memasak.


"ya ampuuun hampir aku lupa" ucapnya dan berlari menuju kamar mandi


"nyeseeel aku ngomong" ucap Tristan dan mengikuti langkah istrinya.


setelah beberapa kali Tristan memohon agar Putri bolos dari kelasnya tapi tetap jawabannya nihil. akhirnya Tristan mengalah dan mereka pun bersiap untuk pergi.

__ADS_1


"papa hari ini kita kemana?"


"sekarang kita nganter mama sekolah" katanya sambil meletakan Zana di belakang kemudi dan memakaikannya sabuk pengaman


"emang mama sekarang sekolah ma?" tanya gadis kecil itu


"iya sayang, mama sekolah memasak"


"tapi kenapa masakan mama masih saja tidak enak?" pertanyaan polos anak kecil itu membuat Tristan tertawa terbahak-bahak, Putri langsung melirik sinis ke arahnya membuat Tristan terhenti dari tawanya


"mama kan masih belajar sayang nanti kalo mama udah pinter pasti masakan mama akan enak, iya kan mama" ucap Tristan tapi Putri masih saja cemberut.


Tristan pun turun sambil mengendong Zana untuk mengantar Putri.


"sayang kamu jangan nakal sama papa ya, baik-baik di rumah oma dan opa mama ga bakal lama kok" katanya sambil mencium kedua pipi Zana


"papanya ga di cium juga" ucap Tristan

__ADS_1


"kan udah tadi plus plus malah" kata Putri membuat Tristan tertawa


"mama, Zana juga mau di cium plus plus" Putri dan Tristan saling pandang dan tersenyum mereka pun barengan mencium kedua pipi Zana


"ini ciuman plus-plus dari mama dan papa" kata Tristan membuat gadis kecil itu tersenyum bahagia


"bye bye sayang" Putri berjalan mundur sambil melambaikan tangannya. Tristan dari tadi menyadari ada sepasang mata yang terus melihat kearah mereka. dia penasaran siapa lelaki yang terus menatap ke arah istrinya. Tristan pun terus berdiri di parkiran sampai menunggu istrinya masuk ke dalam.


"siang chef" sapa Putri sambil tos padanya. Tristan yang melihatnya akhirnya bisa tau kalau cowok yang dari tadi melihatnya adalah chef yang di ceritakan Putri. ada rasa khawatir pada dirinya karena melihat chef nya masih muda dan kalau di lihat dia seumuran dengan Putri. matanya terus menatap Putri sampai dia benar-benar masuk ke dalam.


"ayoo sekarang kita ke rumah oma sama opa, kamu duduk di depan ya cantik" katanya pada Zana


"iya papa"


selama perjalanan Tristan masih terbayang tatapan chef itu pada Putri, dia sebagai cowok bisa menilai kalau tatapan itu bukan sekedar tatapan guru terhadap muridnya. ada rasa cemburu di hatinya, dia takut Putri akan berpaling walaupun itu sebenarnya tidak mungkin terjadi. dia tau sekali Putri akan terbawa suasana karena Putri yang tidak pernah peka terhadap perasaan orang lain.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA

__ADS_1


JANGAN LUPA TERSENYUM DAN BAHAGIA


DITUNGGU LIKE DAN KOMENNYA YA... ♥️♥️😘


__ADS_2