Dia Suamiku

Dia Suamiku
I'M YOURS


__ADS_3

Tak ada seorangpun wanita yang tak bahagia jika mendapatkan kejutan spesial dari orang tercinta. Apalagi jika kejutan itu adalah sebuah lamaran romantis. Begitupun Mila, meski statusnya adalah istri Elgar, tapi dilamar seperti tadi sungguh membuatnya bahagia tak terkira.


Sepanjang perjalanan pulang, Mila terus terusan mesam mesem sambil memperhatikan cincin yang melingkar dijari manisnya. Rasanya seperti mimpi diperlakukan seistimewa ini oleh Elgar.


"Katanya jelek?" Ledek Elgar saat melihat Mila menciumi bunga darinya.


Mila hanya melirik sambil nyengir. Jadi kesal jika ingat bagaimana Elgar mengerjainya tadi.


"Suka?"


"Banget."


"Kenapa tadi mau dibuang?"


"Huft." Mila membuang nafas kasar. "Karena kamu ngerjain aku." Geramnya sambil memelototi Elgar.


"Sorry, sorry." Ucap Elgar sambil mengacak pelan puncak kepala Mila dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya fokus menyetir.


"Makasih El. Aku bahagia banget malam ini." Ujar Mila sambil menautkan jemarinya pada jemari Elgar.


"Aku juga sayang." Sahut Elgar sambil menarik tautan tangan mereka dan mengecupnya.


Tanpa terasa, sampailah mereka diapartemen. Dan satu lagi kejutan membuat Mila melotot sambil menganga. Mila tak tahu kapan Elgar melakukannya, tapi yang pasti, kamar mereka sudah disulap begitu cantik bak kamar pengantin.


Disaat Mila masih terbengong bengong, Elgar memeluknya dari belakang.


"Suka?" Tanya pria itu tepat ditelinga Mila.


"Kapan kamu melakukan ini El?"


"Tak penting kapannya. Yang penting, malam ini nya. Aku ingin sepanjang malam kita habiskan dengan bercinta." Jawab El sambil mencium leher Mila. Seketika, bulu roma Mila meremang. Sapuan hangat nafas Elgar disekitar telinga dan lehernya, berhasil membuatnya gelisah.


Elgar membalikkan tubuh Mila. Menatap wanita yang dia cintai sambil membelai wajahnya dengan punggung tangan.


"Kamu cantik sekali sayang. Aku sangat beruntung memilikimu." Puji Elgar sambil mengagumi paras Mila yang cantik jelita.


Wajah Mila merona. Wanita mana yang tak meleleh saat dipuji. Entah sadar atau tidak, wanita adalah makhluk yang paling menyukai perhatian serta pujian.


Jantung Mila berdegup kencang saat Elgar mengikis jarak diantara mereka. Memajukan wajahnya hingga bibir mereka saling menempel. Mereka memang susah sering melakukannya. Tapi malam ini terasa beda, terasa begitu spesial. Aroma mawar yang menyeruak dicampur dengan lilin aroma terapi membuat ghairah keduanya kian naik. Sedikit sentuhan saja sudah mampu membuat Mila serasa melayang.


Mila memejamkan mata saat bibir keduanya mulai saling memberikan respon yang membawa kenikkmatan.

__ADS_1


Suara ciuman dan lenguhan menggema diseluruh kamar. Mereka seakan begitu berat untuk melepaskan bibir yang saling berpagutan. Hanya melepas sebentar untuk mengambil nafas lalu kembali berpagut. Seakan akan candu, keduanya sama sama tak ingin mengakhiri.


Kelopak bunga yang disusun indah membentuk love diatas ranjang berseprei putih, seketika hancur saat Elgar mendorong tubuh Mila kesana.


Nafas Mila memburu dan wajahnya bersemu merah saat Elgar mengungkungnya. Mereka berdua saling bertatapan untuk waktu yang lama. Saling mengungkapkan perasaan cinta lewat mata. Dan dari sorot mata mereka, seakan akan saling mengatakan jika aku milikmu. I'm yours.


Elgar menyingkirkan helaian rambut Mila yang menutupi wajahnya. Diciuminya setiap inci wajah Mila dengan bibirnya yang basah.


Mila bagaikan tersengat listriik setiap bibir Elgar menyentuh bagian wajahnya. Seperti tak ada puasnya, Elgar terus melanjutkan ciumannya hingga heler dan dada. Menciptakan banyak tanda merah yang mungkin tak akan bisa hilang hanya dalam sehari. Bahkan saat keduanya sudah sama sama polos, Elgar melanjutkan ciumannya hingga ujung kaki.


Mila tak henti henti mende sah merasakan semua kenikkmatan yang diberikan Elgar. Tubuhnya bergerak gerak tak karuan menahan sensasi geli disekujur tubuhnya. Satu lenguhhan panjang menandai kekalahan Mila. Dan itu membuat Elgar mengukir senyum penuh kepuassan.


"Satu kosong." Cibir Elgar.


Mila yang merasakan tubuhnya lemas hanya bisa tersenyum. Tapi dalam hati, dia berjanji akan membalas Elgar.


Saat Mila hendak bangun dan membalas, Elgar malah mendorong tubuhnya hingga kembali terlentang.


"Ronde pertama milikku. Kamu diam saja dan nikmati semuanya." Kata Elgar.


"Curang."


"Tidak akan El. Aku milikmu. Aku milikmu, kemarin, sekarang, besok, dan selamanya."


"Aku juga milikmu sayang. Seluruh tubuh dan hatiku milikku. Dan aku berjanji tak akan pernah membagi cintaku untuk yang lainnya."


Elgar menarik tangan Mila. Menggunakan telunjuk Mila untuk mengukir huruf M didadanya.


"Hanya ada Mila disini, tak akan pernah ada yang lain."


Elgar kemudian melanjutakan aksinya. Menyentuh setiap bagian sensitif Mila hingga wanita itu tak berdaya dan kalah untuk kedua kalinya.


"Dua kosong." Elgar kembali mencibirnya.


"Tunggu pembalasanku."


"Dengan senang hati sayang. Tapi tidak sekarang. Ronde pertama milikku sepenuhku. Aku yang akan menjadi dominan disini. Selanjutnya, ronde kedua milikmu."


"Baiklah deal." Sahut Mila yang dengan senang hati mengikuti permainan Elgar.


Elgar yang sudah tak tahan, segera memulai inti permainan.

__ADS_1


Elgar begitu terasa perkasa malam ini. Sampai samlai Mila dibuat kuwalahan. Dia hanya bisa menjerit, melenguh, men de sah dan menyebut nama Elgar berkali kali.


"Terus...El...." Racau Mila disaat tubuhnya dilanda kenikk matan luar biasa yang diberikan Elgar. Dan seperti yang tadi, Mila kembali dibuat kalah sebelum keduanya mencapai puncak bersama.


Elgar terkekeh melihat Mila yang terbaring lemas dengan nafas terengah dan tubuh banjir keringat.


"Empat satu, yakin bisa membalas?" Lagi lagi Elgar meledeknya sambil terkekeh pelan.


"Kau curang El." Ujar Mila dengan nafas terputus putus.


"Mana ada." Sahut El sambil memiringkan tubuhnya dan merapikan rambut Mila yang berantakan.


Mila menggeleng. "Aku yakin kau curang."


"Hais, karena tak mau menerima kekalahan, kamu menuduh aku curang?"


"Kamu pasti meminum sesuatu tadi. Ya, aku yakin. Kamu tak mungkin sekuat tadi kalau tidak."


"Astaga...jangan asal menuduh. Aku rajin olahraga, makanya staminaku kuat." sangkal Elgar.


Lagi lagi Mila menggeleng. "Kita sudah lama menikah. Aku tahu seberapa lama pertahananmu. Benarkan apa yang aku katakan?"


"Sesekali tak masalah untuk memuass kan isrti."Jawab Elgar.


"Astaga." Mila menggeleng tak percaya. Ternyata dugaannya benar. Tapi benar apa kata Elgar. Sesekali tak masalah demi mem uaskan pasangan.


"Wanita benar benar makhluk yang kuat. Bahkan kaum lelaki sampai harus meminum obat kuat untuk menaklukkan wanita." Ujar Elgar yang langsung disambut tawa oleh Mila. Tapi benar juga, wanita saja tak butuh minuman seperti itu untuk menaklukann pria.


"Kau lelah?" Tanya Elgar.


"Hem...sangat lelah." Jawab Mila yang merasakan semua persendiannya seperti remuk.


"Tidurlah." Elgar menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Mila.


"Yakin menyuruhku tidur? Bukankah tadi kamu bilang, jika malam ini kita akan bercinta habis habisan sepanjang malam."


Elgar menggeleng. "Aku tak tega melihatmu lemas seperti ini."


"Kau meremehkanku?" Tantang Mila. "Aku masih kuat. Bahkan aku sudah siap untuk membalas kekalahanku tadi."


"Hahaha.." Elgar tak bisa menahan tawanya. Dia jadi teringat Mila dulu. Mila polos yang baru saja diikahinya secara siri. Gadis minim pengetahuan masalah ranjang yang dia paksa untuk terus belajar menjadi agresif seperti kemauannya. Dan sekarang, Milanya bukan lagi gadis polos, tapi wanita dewasa yang hebat diranjang. Dan Elgar tak bisa lagi memungkiri jika Mila benar benar pandai memuasskannya diranjang.

__ADS_1


__ADS_2