Dia Suamiku

Dia Suamiku
Bonus Part 7


__ADS_3

Semenjak kejadian di mobil tadi, Putri masih tetap diam seribu bahasa. Tristan pun tidak sama sekali mengajaknya bicara.


dret dret


**Telepon Mode On**


"Ya, halo Raffa ada apa?" tanya Putri membuat Tristan yang sedang tidur terbangun.


"Oke, aku segera ke sana,"


**Telepon Mode Off**


"Kak, kita ke rumah sakit sekarang! Rani sudah melahirkan." ucapnya pada Tristan dan mereka pun segera bersiap. Waktu sudah menunjukan jam sebelas malam, Putri menitipkan Zana pada bi Siti dan mereka pun bergegas pergi ke Rumah sakit. Setelah sampai disana, semua orang sudah berkumpul dengan wajah yang sangat cemas.


"Putri." teriak Sarah dan langsung memeluknya.


"Bagaimana keadaannya?"


"Sarah terus saja pendarahan setelah melahirkan, dia melahirkan normal, tapi sekarang dia harus melakukan operasi, karena ada pembuluh darah yang pecah." Jelas Sarah membuat Putri lemas.


"Sabar, Bro." ucap Tristan menghampiri Raffa yang sedang jongkok memegang keningnya.


Mereka pun duduk, was-was menunggu operasi yang sudah berjalan dua jam itu. Kedua orang tua Raffa dan Rani pun sudah datang, mereka merasa khawatir dengan keadaan Rani. Akhirnya dokter keluar juga dari ruangan operasi, Raffa langsung berlari ke arah dokter untuk menanyakan kondisi istrinya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Raffa.


"Operasinya berhasil, pendarahannya sudah teratasi sebentar lagi istri anda akan di bawa ke dalam ruangan" jelas dokter membuat semua merasa tenang. Raffa refleks memeluk sang bunda dan menangis. Putri dan Sarah yang melihatnya pun ikut menangis sambil berpelukan. Malam itu Citra dan Bela tidak ikut bersama Romi dan Satya, karena kondisi mereka yang sedang hamil tua.


Rani pun di bawa ke ruangannya. Sebelum ke ruangan Sarah dan Putri memutuskan untuk melihat anak mereka yang berada di ruang bayi, para suami dan sahabatnya pun mengikuti keduanya.


"Wajahnya sangat mirip Rani ya, tapi ganteng." ucap Putri yang matanya terus memandang bayi yang bernama Giandra Axelle itu.


"Iya matanya sangat mirip Raffa." ucap Sarah dan Putri mengangguk.


"Sayang lebih baik kita sekarang melihat kondisi Rani di ruangan." ajak Rangga pada istrinya dan semua pun menyetujuinya.


Raffa sedang duduk di pinggir kasur memegang tangan Rani dan terus menatap ke arah istrinya. Dia merasa khawatir karena sudah 1 jam Rani belum juga sadarkan diri. Rangga dan Tristan memberi semangat padanya, karena mereka juga pernah mengalami hal yang sama dengannya. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, mereka pun pamit karena khawatir pada anak dan istri-istri mereka yang sedang hamil tua. Putri dan Sarah berjanji pada Raffa besok akan datang kembali.


"Kamu tenang aja sayang, pasti Rani akan baik-baik saja. Dia 'kan wanita yang kuat sama sepertimu." ucap Tristan sedikit menenangkan hati Putri. Dia pun mengangguk dan tersenyum. Tristan terus memegang tangannya sambil menyetir menuju ke rumah, mereka pun melupakan masalah yang ada pada mereka seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


***♥️♥️***


Raffa terus terjaga selama semalam. Akhirnya setelah lima jam, Rani membuka matanya membuat Raffa langsung berdiri dan memeluk tubuh istrinya.


"Sayang, akhirnya kamu bangun juga." ucap Raffa bahagia, saking bahagianya dia tidak menyadari air mata yang keluar di pipinya. Rani tersenyum mengangkat tangannya dan mengelap air mata yang ada di pipi Raffa.


"Kamu jangan cengeng donk, masa udah jadi seorang ayah menangis, nanti kalau anak kita lihat gimana 'kan malu." ucap Rani membuatnya tersenyum. Raffa menggenggam tangan Rani yang ada di pipinya dan terus mencium tangannya.

__ADS_1


"Sayang, terima kasih ya, kamu sudah mau mengandung dan melahirkan anakku, maafkan aku yang selama ini belum bisa menjadi suami yang baik untukmu."


"Kamu adalah seorang suami dan ayah yang terbaik dalam hidup aku, jadi jangan pernah berfikiran sepertu itu ya. Oia sayang anak kita mana?" tanya Rani yang sampai sekarang belum melihat wajah sang anak.


"Mungkin sebentar lagi akan di antarkan ke sini. Sayang, dia sangat ganteng dan wajahnya mirip denganmu." ucap Raffa membuat Rani tersenyum bahagia.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


TERUS IKUTI KISAH PUTRI DAN SAHABATNYA YA


JANGAN LUPA JUGA IKUTI KISAH RINDU YANG SUDAH BAHAGIA MENIKAH DENGAN ADIT, BAGAIMANA KISAH RUMAH TANGGA MEREKA SELANJUTNYA???

__ADS_1


DITUNGGU LIKE DAN KOMENNYA 😘😘😘😘


__ADS_2