
Tidak terasa empat tahun berlalu. Kepergian kedua sahabatnya merantau membuat Putri dan sahabat yang lainnya cukup terpukul. Tapi, rasa sedih dan rindu mereka terobati saat Rani dan Bela berlibur ke Jakarta di hari liburan sekolah anak-anak mereka. Walaupun mereka terpaut jarak yang jauh tidak membuat mereka lepas komunikasi. Hampir setiap hari kelima sahabat itu selalu mengirim kabar mereka atau sekedar ngobrol di chat grup.
Setiap liburan sekolah mereka sangat semangat, karena itu memang satu-satunya momen mereka untuk bertemu. Bukan hanya persahabatan Putri dan yang lainnya yang sampai sekarang masih terjalin, tapi anak-anak merekapun bersahabat bahkan mereka merasa kalau mereka adalah saudara.
Tidak terasa pula seiring berjalannya waktu Zana dan Kenzo tumbuh dengan sangat cepat. Kini Zana duduk di kelas tiga SMP dan Kenzo duduk di kelas satu SMP. Walaupun Kenzo masih berusia tiga belas tahun, tapi dia sudah tumbuh menjadi seorang laki-laki yang dewasa.
Kenzo menyadari posesif-nya dia selama ini terhadap Zana, bukan sekedar seorang adik laki-laki yang khawatir terhadap kakak perempuannya, tapi itu adalah perasaan yang muncul dari hatinya. Kenzo menyadarinya saat melihat Zana yang sedang asik mengobrol dengan teman laki-laki nya dan itu membuat hatinya merasa panas dengan api cemburu.
Mulai saat itu Kenzo berusaha memperlihatkan rasa sukanya terhadap Zana, tapi sama sekali dia tidak pernah menganggap Kenzo serius. Walaupun sering kali mendapat penolakan dari Zana, tidak membuat Kenzo pantang menyerah. Dia tetap berusaha menjadi pria yang dewasa di depannya.
Sampai saat Zana sudah berada di bangku SMA, Kenzo tetap berusaha mendapatkan cintanya. Kecantikan Zana memang sudah tidak di ragukan lagi sejak SMP, banyak yang menyatakan perasaan padanya beruntungnya Kenzo, karena Zana memang tidak pernah memikirkan untuk pacaran. Memang dia anak yang mementingkan pendidikan dari pada membuang-buang waktu untuk pacaran pikirnya.
__ADS_1
Tenyata itu bukan hanya terjadi di bangku SMP, saat di SMA pun dia juga menjadi primadona di sekolah. Dan itu membuat Kenzo tidak tinggal diam. Kenzo mulai memperlihatkan perasaannya terang-terangan pada semua orang, karena selama ini dia berusaha memendam perasaannya, dan hanya memperlihatkan nya pada Zana.
Hal itu membuat orang-orang menjadi kaget, karena pikir mereka selama ini kalau Kenzo dan Zana adalah kakak beradik, tapi nyatanya tidak. Setiap istirahat Kenzo selalu menghampiri Zana di kantin sekolahnya, karena memang kantin sekolah mereka yang bersebelahan. Awalnya Zana tidak memperdulikan kelakuan Kenzo terhadapnya, tapi lama-kelamaan Zana merasa risih dengannya.
Sudah berulangkali Zana menegaskan kalau dia hanya menganggap dirinya sebagai adik sama halnya seperti Rei, tapi Kenzo pantang menyerah dia terus mendekati Zana walaupun berulang kali mendapat penolakan darinya. Semua cowok yang mendekati Zana pun menyerah, karena ancaman dari Kenzo. Walaupun dia masih duduk di bangku SMP, tapi dia bisa meyakinkan orang-orang yang mendekati Zana untuk menyerah mengejarnya.
.
.
.
__ADS_1
Zana sudah tumbuh menjadi remaja berwajah cantik dan imut membuat dia menjadi idola di sekolahnya. Tidak ada yang tidak mengenalinya di sekolah.
Beberapa lelaki sudah sering menyatakan cinta padanya tapi tidak satupun ada yang di terimanya. Dia lebih memilih fokus pada sekolah di bandingkan membuang waktu untuk pacaran pikirnya.
Zana sangat menuruni sifat Tristan yang selalu berusaha tanpa menyerah bukan sifatnya saja, bahkan otak encernya pun turun pada anak sulung nya itu. Membuat dia selalu menduduki juara umum di sekolahnya.
Kenzo juga tumbuh menjadi remaja yang super cool membuat para gadis yang melihatnya terpesona. Dia sangat mengagumi sosok gadis yang menurutnya wanita yang sempurna siapa lagi kalau bukan Zana. Awalnya dia mengira dia hanya menyukai Zana sebagai kakak perempuan, tapi sampai pada saat mereka duduk di bangku SMP Kenzo menyadari kalau rasa suka dia bukan sekedar adik untuk kakaknya, melainkan perasaan cinta. Dia pun pernah menyatakan perasaannya pada Zana, tapi Zana menolaknya, karena menurutnya itu tidak mungkin terjadi. Para orang tua mereka pun tau tentang itu dan mereka tidak sama sekali mencampuri urusan percintaan anak-anak mereka, mereka lebih memilih semua mengalir apa adanya dan mendukung setiap keputusan anak mereka.
Kenzo pantang menyerah, karena menurutnya Nothing is impossible. Dia tidak pernah memikirkan tentang usianya yg lebih muda tiga tahun dibanding Zana, yang dia pikirkan hanya perasaan cintanya yang sejak dulu sudah ada untuk zana.
SEKIAN BONUS CHAPTER DARI DIA SUAMIKU MAKASIH YA KALIAN SEMUA SUDAH MENDUKUNG NOVEL INI...
__ADS_1
SUKSES SELALU BUAT KITA SEMUA 😘😘😘😘