
Kenzo selalu saja merasa kesal, setiap melihat Zana bermain dengan anak laki-laki teman kelasnya. Dia selalu merasa cemburu, mungkin Kenzo merasa tersaingi oleh mereka. Setiap istirahat Kenzo selalu saja menghampiri Zana. Teman-teman Zana sudah mengetahui kalau mereka adalah adik dan kakak. Kadang Zana merasa risih dengan sikap Kenzo yang selalu posesif terhadapnya. Walaupun dia masih umur sembilan tahun, Kenzo sudah bersikap dewasa yang tidak seperti anak di usianya. Kenzo yakin kalau dirinya kelak akan menjadi suami Zana, walaupun Zana selalu saja tidak menganggap omongan Kenzo adalah sebuah keseriusan.
Kenzo adalah anak yang cerdas di kelasnya dan itu membuat dia selalu mendapat peringkat pertama di kelasnya, begitupun dengan Zana dia juga mempunyai otak encer seperti papanya.
"Kak, jangan sering-sering main sama anak laki-laki di sekolah." ucap Kenzo pada Zana saat mereka sedang asik memberikan makan ikan di halaman belakang rumah Kenzo. Seperti biasa di hari libur kelima pasang orang tua mereka selalu berkumpul.
"Emang kenapa Ken? mereka 'kan temen kakak?"
"Ya jangan aja, anak laki-laki itu nakal, Kak," Zana tersenyum dan mengacak-acak rambut Kenzo.
"Ga semua anak laki-laki nakal Kenzo sayang, buktinya Gian dan Zacky, mereka ga nakal,"
"Ya itu beda, Kak,"
"Kak Zana, main yu!" ajak Nia yang berlari menghampirinya, dan Zana pun menyetujuinya berjalan masuk ke dalam meninggalkan Kenzo.
**♥️♥️**
"Tan, lo jadi buka cabang di Kalimantan?" tanya Rangga.
"Sebenarnya sih bukan buka cabang, tapi gue berminat untuk usaha pertambangan di sana,"
"Bener dasar otak udah bisnis, ga cukup ya lo punya banyak cabang dimana-mana?"
"Kayanya gue ketularan mertua gue, Kak," ucapnya mengundang tawa semuanya.
__ADS_1
"Jadi, siapa nih kak yang megang disana?"tanya Romi.
"Rencananya Satya sama Raffa yang akan menjalankan perusahaan disana, kalian siap 'kan?"
kedua lelaki itupun mengacungkan kedua jempol mereka.
"Yank, kok ga cerita sih? berarti Bela sama Rani juga ikut dong?" keluh Putri, Tristan hanya mengangguk. Tiba-tiba suasana menjadi haru, kelima wanita yang sudah menjadi seorang ibu itu pun saling berpelukan.
"Drama di mulai." ucap Romi melihat para istri yang menurut mereka cukup lebay.
"Kita bakalan pisah dong? belum beres sedih karena Citra pindah, eeeh ... sekarang sedih lagi kalian mau pindah jauh," ucap Sarah.
" 'kan bisa pulang tiap liburan sekolah Bun," kata Rangga menenangkan istrinya.
"Jadi, kapan kalian berangkat?" tanya Citra.
"Minggu depan." jawab santai Satya.
"Pi, kok ga bilang kalau Minggu depan? katanya bulan depan?" protes Bela.
"Yaaa maaf sayang, aku lupa kasih tau kamu kalau waktunya dimajuin,"
"Yank, kamu bener-bener ya ga cerita sama aku kalau mereka mau ke Kalimantan" ucap Putri sinis pada suaminya.
"Aku kira Bela sama Rani cerita sama kamu,"
__ADS_1
"Ya kita kira juga kak Tristan sudah cerita." ucap Rani, Putri kesal dengan suaminya yang tidak memberitahukan berita yang sangat penting menurutnya.
"Ya udah, bagaimana hari ini kita rayakan sebagai hari perpisahan?" teriak Raffa, tapi tidak dapat respon dari para wanita, mereka tertunduk sedih karena harus berpisah.
"Jangan pada sedih dong! kita disana ga akan selamanya kok, cuma sementara aja," jelas Satya.
"Iya sayang, mereka cuma sebentar aja kok, aku cuma dapet kontrak lahan pertambangannya selama tujuh tahun," jelas Tristan.
"Apa tujuh tahun?" teriak kelima wanita itu dan Tristan hanya mengangguk.
"Gilaa itu bukan sebentar yank tapi lama, lagi pula ngapain sih harus bisnis pertambangan segala? 'kan masih banyak perusahaan yang bisa dikelola," keluh Putri.
"Ya ga apa-apa donk sayang, kita 'kan harus berinovasi mumpung masih muda, lagi pula Satya dan Raffa mereka sangat setuju kok, iya 'kan?"
"Iya betul, kita setuju aja kok Put, lo tenang aja kita bakal sering-sering main ke Jakarta," ucap Raffa.
"Ya udah-udah, jangan sedih nanti anak-anak pada nanya lagi kenapa emak-emak nya pada nangis, mending sekarang kita merayakan kesuksesan kita semua." ucap Romi dan mengundang semangat semuanya.
Para wanita mereka pasrah dengan keputusan para suami, mau bagaimana lagi keputusan mereka sudah tidak bisa di ganggu gugat.
"Kalian janjinya bakal terus kabarin kita!" ucap Putri pada Bela dan Rani dan keduanya pun mengangguk.
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️😘
__ADS_1