Dia Suamiku

Dia Suamiku
Bonus Part 8


__ADS_3

Hari ini Zana ikut bersama Tristan ke kantor, karena ada sedikit kerjaan yang harus diselesaikan. Sedangkan Putri sedang menunggu Sarah menjemputnya, untuk pergi ke rumah sakit. Sebelum ke rumah sakit, terlebih dahulu mereka menitipkan Kenzo kecil di rumah kedua orang tua Rangga. Selama perjalanan mereka VC pada dua sahabat mereka sedang hamil tua.


"Pokoknya sampai di rumah sakit kalian kembali telepon kita ya," ucap Citra.


"Iya ... lo tenang aja, ya udah aku tutup dulu ya teleponnya." kata Putri dan langsung menutupnya.


Sesampai di rumah sakit, keduanya langsung bergegas ke ruangan Rani, karena mereka sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya.


"Raniiiiii." ucap Putri masuk ke dalam ruangan, Rani yang sedang menyusui putranya tersenyum dengan kedatangan dua sahabatnya. Putri menghampirinya dan mencium kedua pipi Rani, begitupun dengan Sarah.


"Makasih ya, aku denger dari Raffa kalian menungguku saat operasi,"


"Itu kewajiban kita, maaf ya Ran, gue ga tungguin lo sampe sadar, soalnya gue takut kalau Zana nanti akan mencari gue,"


"Ga apa-apa, btw Kenzo sama siapa, Rah?"


"Titipin bunda dulu say. Gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Sarah. Putri langsung mengendong Gian saat bayi mungil itu melepas asinya.


"Baik, cuma badanku masih sangat terasa sakit,"


"Memang seperti itu, nanti juga sembuh dengan sendirinya, Asi lo banyak Ran?"


"Masih sedikit, tapi dokter sudah memberi perangsang Asi kok."


Kedua ibu muda itu asik mengajak main bayi mungil yang ada di pangkuan Putri.


"Lo pengen lagi ya, Put?" tanya Sarah.


"Banget, tapi gue belum siap, soalnya gue masih mau sekolah masak dulu,"


"Buat apa sih Put? mending lo program aja, eh btw jadi selama ini lo....?"


"Iya, gue minum pil KB tanpa sepengetahuan kak Tristan." ucapnya membuat kedua sahabatnya dan Raffa yang baru masuk kaget mendengarnya.

__ADS_1


"Waaah ... lo tau itu dosa Put, kalau melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan suami." kata Raffa sambil menghampiri istrinya.


"Sejak kapan lo dateng?" Putri kaget karena Raffa mengetahuinya.


"Dari tadi. Kasian Put, Tristan sangat menantikan adik buat Zana. Lagi pula 'kan lo kan bisa mengandung sambil sekolah." Putri hanya tertunduk, dia menyadari apa yang dia lakukan selama ini salah.


***♥️♥️***


Tristan mengerjakan kerjaannya yang sangat memupuk dihari minggu.


"Sayang, maafin papa ya udah nyuekin kamu." kata Tristan pada gadis kecilnya.


Ga apa-apa, papa," jawabnya tersenyum.


"Kita jemput mama, sekarang yu!" Zana mengangguk, Tristan mengendong tubuh kecil Zana dan berjalan menuju parkiran mobil.


Saat dilampu merah, Tristan melihat Dewi yang sedang di halte bis depan, sambil melihat jam yang ada di tangannya. Dia pun menghampiri sahabat lamanya itu.


"Hei, mau kemana? ayo naik!" ucap Tristan, Dewi yang melihatnya tersenyum kaget dan langsung naik ke dalam mobil.


Tristan memutuskan untuk mampir ke cafe yang dekat dari sana. Dewi merasa penasaran dengan gadis kecil cantik yang di bawa Tristan. Mereka pun memilih bangku yang dekat dengan arena bermain anak.


"Apa kabar lo, Wi?"


"Gue baik, maafin gue ya Tan, gue pergi tanpa pamit dan kabar,"


"Sudahlah, yang lama biarlah berlalu,"


"Adik lo, tan?" tanya Dewi, karena memang dia belum sempat tau tentang pernikahannya dengan Putri semasa SMA.


"Zana,ini tante Dewi temen papa waktu sekolah, ayo salam." Dewi kaget mendengar Tristan menyebut dirinya dengan sebutan papa. Zana pun mencium tangan Dewi.


"Papa, Zana mau main boleh?"

__ADS_1


"Tentu sayang, kamu hati-hati ya mainnya." Zana mengangguk dan segera berlari ke arena bermain, sedangkan Dewi speechless. Dia kaget dengan apa yang ada di depannya.


"Lo udah nikah Tan? dan anak itu?"


"Iya dia anak gue sama Putri" Dewi semakin kaget mendengar itu. Dia tau kalau Putri adalah pacarnya dulu, tapi dia tidak menyangka mereka mempunyai anak yang sudah sebesar Zana dan itu membuat dia berpikir negatif.


"Lo sama Putri ...." belum selesai Dewi bicara Tristan langsung memotong pembicaraannya


"Ga ... ga seperti yang lo pikirkan. Sebenarnya gue sama Putri sudah menikah sejak Putri kelas satu SMA, kita menikah karena dijodohkan." mendengar itu membuat Dewi semakin kaget.


"Kok lo ga pernah cerita sama gue? lo udah ga anggap gue sahabat ya, Tan. Sumpah gue balik ke Indonesia langsung dikasih kabar yang sangat mengejutkan,"


"Bukan gitu Wi, lo selalu jadi sahabat terbaik gue, tapi semua itu keinginan Putri." jelas Tristan membuat Dewi memakluminya.


"Jadi anak lo udah berapa?"


"Baru satu dan sekarang lagi program,"


"Sumpah, lo keliatan seperti kakaknya Zana dibanding papanya." ucap Dewi membuat keduanya tertawa.


Dua sahabat itu melepas rasa rindu mereka, dengan menceritakan kisah hidup mereka selama ini. Tristan yang terlalu asik mengobrol tidak menyadari kalau Putri sedang menunggu dirinya untuk menjemput dia di rumah sakit, dan Tristan melupakan niat awalnya untuk menjemput Putri.


.


.


.


.


.


~Bersambung~

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


DITUNGGU LIKE DAN KOMENNYA ♥️♥️


__ADS_2