
06.00
semalaman Putri terus terbangun dan melihat apa Tristan pulang atau tidak, ternyata Tristan benar-benar tidak pulang. sekali lagi air mata Putri terjatuh. dia segera menghapusnya karena takut kedua ibunya melihatnya
" Putri sayang kamu udah bangun " tanya Lesti yang melihat Putri duduk dan memainkan ponselnya
" iya bunda"
" apa kamu mau sesuatu?" Putri tersenyum dan menggeleng kan kepalanya
" oia semalem Tristan menelpon bunda takut kamu sudah tidur, kalau dia tidak bisa kesini tp katanya pagi sekali dia akan kembali " Putri tersenyum setidaknya ada kabar tentang suaminya
" makasih bunda, oia momy mana?"
" momy lagi di toilet sayang "
" kenapa nyari momy kamu kangen yaaa " Kirana baru saja keluar putri tersenyum
" bagaimana perutmu apa masih merasakan sakit?"
"ga momy aku udah enakkan kok"
" ya udah momy sama bunda mau ke bawah dulu apa kamu mau nitip sesuatu" Putri hanya menggelengkan kepalanya. keduanya pergi pamit, Putri mengambil ponselnya dan berniat menhubungi suaminya.
ceklek......
Tristan masuk membuat Putri langsung bangun dari tempat tidurnya dan tersenyum. mata Putri terus menatap Tristan, Tristan menyimpan jaket biru nya di sofa dan duduk di kursi sebelah istrinya
" aku dengar dari bunda perutmu kemarin sakit " tanyanya sambil meraih tangan Putri. Putri meneteskan air mata dan memeluk suaminya, Tristan kaget melihatnya dan menarik tubuh istrinya
" kamu kenapa nangis ?" Tristan mengusap air mata yang jatuh di pipinya
" maafkan aku" Tristan merasa bersalah dia menarik tubuh Putri dan memeluknya dengan erat
" ga sayang kamu g salah aku yang salah maaf aku ya telah membuatmu khawatir"
diluar kedua ibunya melihat pemandangan yang mengharukan, mereka pun memberikan waktu keduanya untuk menyelesaikan masalah mereka.
" ga, aku yang minta maaf aku sudah kelewatan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi " Putri melepaskan pelukannya tertunduk dan menangis. Tristan menarik wajah Putri dan mencium bibirnya dengan lembut.
" sayang aku juga janji tidak akan bersikap seperti anak kecil kaya kemaren meninggalkanmu sendiri, maafkan aku yaa" Putri hanya tersenyum dia merasa lega kalau suaminya sudah memaafkannya
" yank, aku laper " manja Putri
" baby kamu mau makan apa " Tristan mengelus dan mencium perut putri yang mulai sedikit terlihat
" mau gado-gado " Tristan mengangkat kepalanya
" gado-gado?" kata Tristan sedikit kaget Putri mengangguk
" sepagi ini beli dimana sayang " Putri cemberut
" oke sayang aku cari sekarang ya " Tristan pamit dan mengecup kening istrinya
" eh bunda, momy kenapa ga masuk?" Tristan kaget melihat kedua ibunya yang duduk diluar, mereka berdua hanya melempar senyuman
" kamu mau kemana nak?"Kirana
" Putri mau gado-gado mom"
__ADS_1
" biasanya suka ada di simpang lima deket rumah sakit tapi adanya jam 8an, coba aja kamu kesana mudah-mudahan sudah ada " jelas Kirana dan Tristan pun pamit untuk membelinya.
keduanya masuk dan mulai membereskan barang-barang Putri karena tadi kata dokter mereka bisa pulang setelah makan siang.
" pagi anak cantik" sapa Arta yang baru saja masuk ke dalam ruangan
" pagi ayah" Putri menyambut Arta dengan pelukan
" gimana keadaan cucu ayah" katanya sambil mengelus perut Putri
" baik yah, daddy mana"
" daddy rada siangan, ada berkas-berkas yang perlu disiapkan sayang, kamu udah sarapan?"
" dia menunggu suaminya" jawab Lesti
" aku mau gado-gado yah hehe " Arta mengelus kepalanya
Tristan mendapatkan yang di inginkan istrinya
" eh ayah, sudah lama?"tanya Tristan yang baru saja masuk
" baru kak"
" ayah mau makan?" kata Tristan yang sedang menyiapkan gado-gado diatas piring
" sudah sayang kalian lanjutkan saja" ketiganya memilih untuk menggobrol di luar.
" enak?" Tristan menyuapi Putri
" emmm " Putri mengangguk dengan mulut yang masih penuh
" kamu makan juga yank"
" yank besok boleh ga aku kesekolah, besok kan terakhir sekolah sebelum ujian aku ingin sekali pamit sama semuanya" Tristan langsung menatap tajam ke arah Putri
" gak" jawabnya singkat, Putri memegang tangan tristan meletakan di wajahnya memohon
"pleaseeeee" Tristan tidak bisa menolak istrinya dengan wajah yang memelas seperti itu
" oke tapi aku anter sampai masuk kekelas" Putri tersenyum dan mengangguk dengan semangat.
****
" ay kamu kenapa?" Citra dari tadi hanya diam
" apa aku berbuat kesalahan?" Romi tidak mengerti kenapa Citra mendadak diam, dia membelokan mobilnya
" kenapa kesini ini kan bukan ke arah sekolah " Romi tetap melaju dan masuk ke jalan tol
" Rom sumpah ga lucu, kita mau kemana?"
" nanti juga lo tau "
" tapi Rom, kalo kita di cariin gimana " Romi tetap melajukan mobilnya. dia mengenggam tangan Citra dan mencium nya, Citra berusaha menarik tangan nya tapi Romi mengenggamnya dengan erat. dia pun pasrah menyandarkan tubuhnya dan menatap keluar jendela.
setelah kurang lebih 2 jam perjalanan Romi memakirkan mobilnya di depan rumah makan yang lansung menghadap ke hamparan kebun teh yang luas. Romi menatap wajah Citra yang cantik sedang tertidur pulas.
" ay bagun" Romi mengelus lembut wajah Citra. Citra perlahan membuka matanya.
__ADS_1
" kita dimana Rom?" kaget Citra
" puncak" jawabnya sambil tersenyum
" terus sekolah gimana?"
" kamu tenang aja sayang aku sudah mengabari Satya agar meminta izin"
" ini ga bagus Rom, ini namanya bolos" teriak Citra, Romi hanya tersenyum melihat Citra yang emosi tanpa sadar di melayangkan kecupan di bibir manisnya. Citra kaget dengan apa yang di lakukan Romi dia turun dari mobil dan segera masuk kedalam.
shit apa yang gue lakukan kesal Romi, diapun turun dari mobil membawa paper bag berisi baju yang di belinya di rest area saat Citra sedang tidur.
gilaaaaak ciuman pertama gue bisik Citra sambil memegang bibirnya
" Citra maafin gue tadi gue...."
" sttt please jangan bahas lagi" Romi tersenyum dan langsung duduk di samping Citra.
" ga marah kan " godanya Citra hanya melirik sinis
" aw geliiiii Romi " Romi mencoba menggelitik Citra
" janji jangan marah lagi ya, kalau gue buat kesalahan harusnya lo bilang, kalau lo diam terus ya gue bakalan ajak lo kabur kaya gini terus" Citra langsung menatap serius ke wajah Romi
" aku ga suka kamu senyam-senyum sama cewe lain apalagi kemaren kamu dekat-dekat dengan cewe di kantin " Romi mendengarnya langsung tertawa terbahak
" kok ketawa ih nyebelin"
" lo cemburu ay, gue seneng akhirnya lo bisa cemburu sama gue" sambil mencubit pipi tembem Citra
" kemaren itu cuma adik kelas sayang, mereka nanya tentang osis masa iya gue ga jawab"
" tapi ga usah senyum genit gitu donk"
" iya-iya deh cantik gue janji ga akan tersenyum di depan cewe lain, senyumku hanya untuk pacarku " Citra tersenyum mendengarnya
"ay ganti baju yu"
" kapan lo membelinya " heran Citra
" tadi waktu lo tidur " mereka berdua pun mengganti baju. setelah itu keduanya memesan makanan dan menyantapnya hingga habis
" Rom kesana yu " Citra menunjukan kebun teh yang ada di belakang rumah makan.
" yu " Romi memegang tangan Citra
" ay mau naik itu ga " Romi menunjukan paralayang yang ada jauh di atas
" ga ah gue takut, lo mau emang?
" ga juga sih hehe"
" Citra " langkah mereka terhenti di tengah-tengah kebun teh.
" gue bener-bener sayang sama lo " Romi memegang tangan Citra dan menatapnya dengan serius
"gue juga sayang sama lo " keduanya tersenyum. Romi perlahan mendekatkan wajahnya, jantung Citra berdetak dengan kencang dia pun menutup matanya Romi tersenyum melihatnya dan perlahan menciumnya.
JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT YAA
__ADS_1
TERIMASIH ATAS DUKUNGAN SEMUANYA
❤️😘😘😘