Dia Suamiku

Dia Suamiku
KONTRAKSI


__ADS_3

Putri duduk santai di sofa yang ada di kamarnya. dia tersenyum sendiri melihat foto-foto liburan di album foto. hemmh aku belum bisa move on, jadi pengen liburan lagi ucapnya.


"sayang kamu lagi apa?" tanya Tristan yang baru saja keluar dari kamar mandi dan duduk di samping istrinya


"aku kangen mereka" sambil menunjukan foto kebersamaan mereka di pulau Bali


"mereka pasti lagi sibuk mempersiapkan ujian, nanti setelah anak kita lahir dan sudah kuat untuk berlibur kita ajak mereka lagi aja"


"bener yaaa "


"iya sayang, oia hari ini pulang kampus aku ada kerjaan di kantor dan nanti kemungkinan akan pulang telat, aku sudah minta tolong momy dan bunda nemenin kamu hari ini, kamu ga apa-apa kan?" Putri tersenyum mengangguk, Tristan pamit mengecup kening dan bibir Putri tidak lupa dia juga mencium perut Putri yang sudah sangat besar.


setelah liburan dari pulau Bali Tristan memberikan kejutan pada istrinya 1 buah rumah yang di beli dari hasil kerja kerasnya. memang tak sebesar rumah orang tuanya tapi rumah itu tergolong rumah mewah. walaupun Rio dan Kirana sangat berat hati untuk melepaskan anaknya tapi mereka merelakannya karena Putri sudah menjadi tanggung jawab Tristan. Putri dan Tristan pun pindah, bang Jojon dan bi Siti (salah satu asisten rumah tangga di rumah Putri dulu) pun ikut bersama mereka


kini usia kandungan Putri sudah menginjak 9 bulan hanya tinggal menunggu waktu jabang bayi keluar. Putri berencana untuk melahirkan secara normal walaupun sedikit beresiko di usianya yg masih muda.


"Putri sayang " teriak Kirana dan Lesti yang baru saja tiba membawa banyak makanan kesukaan Putri kesayangan mereka. mendengar suara kedua ibunya Putri bangun dari tempat tidurnya dan menghampiri mereka


"bunda, momy" Putri langsung memeluk keduanya


" halo sayang, gimana keadaan cucu kita" kata Lesti sambil mengelus perutnya


"ga tau ni bun sejak kemaren baby jarang sekali gerak, hari ini pun ga gerak sama sekali cuma perut Putri sering mengeras" Kirana dan Lesti saling menatap, mereka tau kalau itu tanda-tanda akan segera melahirkan


"ga apa-apa sayang karena kamu mendekati persalinan bayi memang semakin jarang untuk bergerak, sekarang kamu duduk momy bawakan udang Krispy asam manis kesukaan kamu" Putri pun duduk dan langsung menyantap makanan kesukaannya itu


" awww......" Putri yang sedang menyantap makanan tiba-tiba menyentuh perutnya membuat kedua ibunya langsung menghampiri nya


"ada apa sayang" cemas Kirana


"momy kenapa perut Putri rasanya sangat sakit, seperti mules tapi ini lebih sakit" dengan cepat Lesti mengambil ponsel menelpon Tristan tapi tak kunjung di angkat dia pun menelpon Rio dan Arta agar segera datang ke rumah Putri


" tarik nafas sayang terus buang" Kirana mencontohkannya dan Putri mengikutinya


"momy ini sangat sakit huf huf huf"


"bang Jojon, siapkan mobil kita segera ke rumah sakit" teriak Lesti dan bang Jojon pun segera mengambil mobil memakirkan nya di depan pintu.

__ADS_1


"bentar momy tiba-tiba mulesnya menghilang tapi sekarang aku ingin buang air besar"


"apa benar? mending kita ke rumah sakit aja ya" cemas Kirana


" bener momy aku ingin buang air besar"


" ya udah momy dan bunda temenin kamu ke kamar mandi ya" Putri pun mengangguk. dia berjalan pelan di bantu kedua ibunya


setelah selesai Putri keluar kamar mandi, Kirana dan Lesti dari tadi menunggu di depan pintu


" bunda, momy celana aku ada bercak darah, anak aku ga apa-apa kan" Putri cemas. Kirana yakin kalau Putri benar-benar akan melahirkan


" ga apa-apa sayang mending kita sekarang kerumah sakit ya, bayi kamu baik-baik saja itu biasa terjadi di usia kandungan yang mendekati persalinan" ucap Lesti menenangkan Putri


Kirana memanggil bang Jojon untuk membantu mereka memapah Putri ke dalam mobil.


"Putri sayang kamu ga apa-apa?" tanya Rio yang baru saja tiba bersama Arya


" daddy sekarang mending kita bawa Putri ke rumah sakit"ucap Kirana dan Rio pun membantu memapah Putri menuju mobil


" bun Tristan mana?" tanya Arta


"syukurlah kalian segera datang" Rio yang sedang memegang kemudi terus melihat keadaan anaknya di kaca spion


" momy aku merasakan mules lagi, tuhan ini sakit mom" Kirana terus menuntun Putri untuk menarik nafas dan Lesti mengusap pinggang Putri untuk menguragi rasa sakitnya.


setelah sampai di rumah sakit pihak medis sudah bersiap menunggu di depan karena sebelumnya Rio sudah mengabari sahabatnya kalau putrinya sudah merasakan kontraksi. Arta terus menghubungi Tristan tapi hasilnya tetap saja sama.


Putri pun segera di bawa ke ruang bersalin untuk terlebih dahulu di periksa


"gimana yah ada jawaban dari kakak" tanya Lesti pada Arya dan Arta menggeleng pasrah


"oh iya kalian bilang dia sedang ke kantor kan? aku akan menghubungi Bimo sekretarisnya" Rio meraih ponselnya dan segera menelpon Bimo


"selamat siang pak ada yang bisa saya bantu"


" Bimo apa Tristan sudah berada di kantor?"

__ADS_1


" pak Tristan sedang rapat bulanan pak, ada yang bisa saya bantu pak"


" berikan ponsel ini padanya"


" baik pak" Bimo segera memberikan ponsel pada Tristan yang sedang berada di ruang meeting


" sebentar ya saya menerima telpon dulu" pamit Tristan pada karyawan nya


"halo"


"Tristan segera ke rumah sakit Putri akan segera melahirkan" Tristan kaget mendengarnya di langsung memanggil Bimo untuk mengurus semuanya. dia pun segera berlari ke parkiran mobil dan menancapkan gas mobilnya


"Jhon bagaimana keadaan Putri" tanya Rio menghampiri Dr Jhon yang baru saja keluar ruangan


"ini masih kontraksi dan sekarang masih pembukaan 2 kemungkinan masih cukup lama"


"tapi dok tadi dia sudah merasakan kesakitan dan tadi sudah ada bercak darah yang keluar" jelas Kirana


"iya bu itu memang tanda bayi mencari jalan, kalian tenang lah ini kontraksi yang normal untuk persalinan normal kalian masuk lah dia sedang istirahat" ke-empat nya pun masuk ke dalam ruangan


Putri sedang memegang perutnya menahan rasa sakit yang datang dan pergi


"bunda, momy sakit" Putri mengeluarkan air matanya


"sabar ya sayang inilah perjuangan seorang ibu, kamu sendiri kan yang ingin persalinan normal jadi kamu harus kuat yaaa" ucap Kirana sambil mengelus kepala dan mengusap air mata anaknya


"kak Tristan mana?"


"dia sedang di jalan sayang" jawab Rio


Tristan memarkirkan mobilnya dan segera berlari ke ruangan Putri yang sebelumnya sudah di beritahu oleh Arta


"sayang kamu ga apa-apa?" kata Tristan yang baru saja masuk dan langsung memegangi tangan Putri


"kak sakit" keluhnya


"maafin aku ya, aku malah ninggalin kamu. sabar ya sayang kamu pasti kuat dan harus kuat demi bayi cantik kita" Putri mengangguk

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


ALWAYS SMILE AND HAPPY😘


__ADS_2