Dia Suamiku

Dia Suamiku
KECEWA


__ADS_3

" Tristan " teriak Dewi, Tristan yang ingin menjalankan motornya terhenti


" ini buku lo ketinggalan "


" terimakasih ya, aku duluan Wi " pamit Tristan dan langsung melajukan motor sportnya. sampai di rumah dia langsung memakirkan motornya dan bergegas masuk ke dalam rumah karena dia sudah sangat rindu dengan Putri


" aku pulang " dia langsung naik ke atas


" sayang aku pulang" rumah tampak sepi, Tristan pun turun kebawah dan menuju ke dapur menghampiri bi Inah.


" bi orang rumah pada kemana?"


" nyonya tadi pergi di jemput nyonya Lesti kalau non Putri tadi pergi di jemput den Raffa" deg jantung Tristan berdetak dengan kencang mendengar istrinya jalan dengan Raffa


" makasih ya bi "


" den Tristan ga makan dulu ?"


" ga bi nanti saja aku masih kenyang, aku naik keatas dulu ya bi"


Tristan menaiki tangga mengambil ponsel di sakunya dan menelpon putri


" halo yank "


" kamu dimana?" Putri lupa mengabari Tristan kalau dia keluar bersama Raffa


" aku lagi di mall tadi aku jenuh di rumah, kamu masih di sekolah?"


" aku mau kamu pulang sekarang juga "


" tapi yank...... halo...halo " Tristan langsung menutup ponselnya


" siapa? laki lo?" tanya Raffa, Putri mengangguk


" Fa kita pulang yu, Tristan udah ada di rumah dan menyuruhku untuk segera pulang ke rumah"


" tapi kan kita baru sampai Put "


" tapi aku harus pulang Fa Tristan menungguku "


" ya udah kita sekarang pulang ya " mereka menuju parkiran dan langsung menuju ke rumah.


" Fa lo ga masuk dulu?"


" lain kali ya Put, tadi mama chat gue mendadak minta jemput di rumah temennya"


" oke kalo gitu makasih yaaa hari ini lo udah di repotin sama gue"


" santai aja kali baby, aku balik ya bye " Putri melambaikan tangannya.


Putri segera naik ke atas, put6ri tidak tau kalau Tristan pulang dengan cepat.


" sayang...." Tristan duduk di meja belajarnya tanpa menghiraukan istrinya. Putri menghampirinya memeluk dan mencium Tristan


" yank maafkan aku, aku lupa mau ngabarin kamu" Tristan tetap diam membaca buku yang di pegangnya


" sayang apa segitunya kamu marah sama aku" Putri duduk di sampingnya mengenggam tangan dan menarik muka Tristan agar melihat ke arahnya.


" jawab aku donk " Tristan melepaskan tangan Putri menuju kasur dan kembali membaca bukunya, Putri tidak menyerah dia mengikuti suaminya dan memeluk tubuh kekar Tristan


" sayang kamu kalau seperti ini keliatan lo jeleknya " goda Putri sambil mencubit hidung Tristan


" tuh kan bener keliatan, apa aku cari cowok lain aja ya yang kalo ngambek mukanya tetep cakep" Tristan menyimpan bukunya dan memeluk Putri dengan erat, Putri tersenyum dia tau kalau suaminya tidak suka mendengar Putri membicarakan cowok lain selainnya


" coba aja kalau berani " Putri langsung mencium bibir seksi Tristan dan Tristan membalasnya dengan kasar.


" sayang aku kecewa dengan mu hari ini" kata tristan dan melanjutkan aksinya


setelah selesai keduanya berbaring saling berhadapan


" yank apa kamu sudah memaafkanku" kata Putri sambil menyentuh wajah tampan Tristan.


" kamu tau aku ga suka kalau kamu dekat-dekat dengan cowok lain, apa kamu sengaja mau membuatku marah?"


" Ga ada maksud sedikitpun yank, tadi aku jenuh dan ingin sekali keluar rumah dan lagi tadi aku lupa mengabarimu maaf "

__ADS_1


" kamu kan bisa menungguku "


" maaf " tapi ini kemauan anakmu untuk pergi bersama Raffa gumamnya dalam hati


" ini terakhir, aku tidak ingin ini terjadi lagi kamu ngerti kan?" Putri mengangguk dengan wajah cemberut


" kenapa? kamu keberatan?" tanya Tristan yang melihat wajah sedih istrinya


" ga kok, tapi kalo nanti kita jalan boleh kan aku ajak Raffa ?" Tristan mengerutkan dahinya, kenapa kamu sangat ingin dekat dengannya sih bisiknya dalam hati. Tristan hanya diam tidak menjawab pertanyaan Putri dan mengambil kembali buku yang tadi di bacanya.


" yank......."


" emmmmm "


" aku mau es campur " Tristan langsung menoleh pada istrinya


" ya udah aku beli "


" tapi aku pengen beli yang ada di pinggir jalan trus mau makan di sana"


" kenapa akhir-akhir ini kamu selalu menginginkan makanan yang ada di pinggir jalan sih?"


" ga tau aku sangat ingin sekali makan di pinggir jalan, apa kamu lupa kalau kamu yang pertama kali membawaku "


setelah di pikir-pikir memang Tristan yang pertama kali mengajaknya. Tristan tersenyum dan langsung mengandeng tangan istrinya.


" sayang berenti, aku mau itu " Putri menunjuk gerobak baso yang sedang mangkal di bawah pohon dekat taman. Putri langsung turun dan Tristan memarkirkan mobilnya


" bang pesen 2 ya basonya aja " pesan Putri dan dia duduk di bangku yang sudah di sediakan


" sayang kamu udah pesan?"


" udah, sini duduk"


tidak lama Putri menerima mangkok baso yang di pesannya. dia menambahkan beberapa sendok sambel


" sayang kamu kan ga kuat pedes udah jangan banyak-banyak "


" ini sama sekali ga pedes yank"


" sayang kita beli di mall aja yu, kita udah berkeliling dari tadi tapi belum ada yang menjual es campur "


" ga yank aku mau makan di pingir jalan " Tristan pasrah dengan keinginan Putri


waktu sudah menunjukan jam 5 sore dan mereka belum menemukan es campur yang di jual di pinggir jalan


" yank udah sore kita beli di mall aja ya" bujuk Tristan


" kita pulang aja " kata Putri yang sudah kecewa karena dari tadi tidak menemukan yang dia inginkan


mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah. setelah sampai ke rumah Putri langsung naik ke atas tanpa menyapa kedua orang tuanya yang berada di ruang tengah.


" Tristan ada apa dengan Putri " Kirana yang aneh melihat wajah Putri yang cemberut dan tanpa menyapa mereka


" dia mau es campur mom "


" loh kenapa ga pesen gofood aja kan banyak "


" dia maunya beli yang ada gerobag pingir jalan" kedua mertuanya langsung tertawa mendengarnya.


" kamu yang sabar ya Tristan, kalau Putri mau meminta sesuatu" kata Rio yang masih saja tertawa. Tristan aneh dengan apa yang dikatakan mertuanya, diapun pamit untuk masuk ke kamar.


Putri sedang memainkan ponsel di kasur. Tristan mengambil buku dan membacanya di samping Putri.


*P*utri: " gaes gue jenuh nih, oia lusa kalian semua maen kerumah gue ya, kak Tristan ultah"


tring tring tring


kelima sahabatnya dengan cepat membalas pesan Putri


Citra :" asiiiiik makan-makan"


Romi :" cepet banget sih balesnya giliran ada makanan, coba aja kalo gue yang ngechat lama banget"


Bela :" cieeeeeee ada yang udah main japri niih 😂"

__ADS_1


Citra :" apaan sih kapan juga lo @Romi nge chat gue "


Romi:" jadi lo ngarep ya di chat sama gue 😂😂"


Satya:" brisiiik ganggu orang pacaran aja "


Putri :" kalian pacaran mulu dosa mending cepetan nikah kaya gue "


Bela :" ogah, gue masih pengen bebas, kali aja kan nanti ketemu yang lebih cakep hahahaha "


Putri senyam-senyum sendiri membuat tristan curiga


" kamu chat sama siapa" tanyanya serius


" anak-anak " Putri masih saja asik dengan ponselnya


" oh...." Tristan melanjutkan membaca buku pelajarannya


Satya:" @Bela jadi selama ini pikiran kamu kaya gitu 😠"


Sarah :" buset udah banyak aja nih chatnya "


Romi:" @Bela gue dukung lo Bel 😂"


Putri :" hahahaha sabar ya Satya"


Satya :" @Romi waaah parah lo bro bukannya bantuin gue malah mojokin gue"


Bela :" hahaha habis kamu @Satya matanya suka jelalatan kalo ada cewek cantik dan seksi


Citra :" heeeey jadi gimana nih pada bisa ga kita kerumah Putri, kalo pada bisa jemput gue ya"


Putri :" oh iya ampe lupa kalian wajib dateng ya gue kangeeen berat nih "


Romi :" gue sih oke @Citra gue jemput ya "


Sarah :" cieeeeee "


bela :" eheeeeeemmmm langsung pepet bang "


Citra :" ih kalian kenapa siih😠😠"


Satya :" @Putri gue okee,nanti gue jemput ya kalian @Sarah @Bela"


citra:" kok gue ga ?"


Satya :" kan udah di jemput Romi ya kan @Romi?


Romi :" iya 👍"


Putri :" asiiiik gue tunggu yaaaa 😘😘😘"


Putri langsung bangun memeluk bantal kesayangannya berjalan menuju pintu


" sayang kamu mau kemana?"


" mau tidur sama daddy, emang kemana lagi " kirain dia udah lupa pikir Tristan


" udah donk yank tidur di sini, aku ga merasa keganggu kok " Tristan menghampiri Putri dan memeluknya dari belakang


Putri mengecup Tristan melepaskan pelukannya dan membuka pintu keluar. Tristan menarik nafas dalam pasrah dan kembali ke kasur membaca bukunya.


****


Putri menunggu suaminya yang sedang sarapan di ruang tv. dia masih tidak bisa melihat nasi dan lauk pauk lainnya.


" sayang aku berangkat dulu ya " Tristan menghampiri Putri dan mencium keningnya.


Putri mencium punggung suaminya dan mengantarkan nya ke depan.


" sayang inget jangan lagi kemana-mana tanpa aku" Putri mengangguk dan tersenyum.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN SEMUANYA


JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LIKE DAN ❤️ YANG MAU COMMENT JUGA BOYEEEH

__ADS_1


__ADS_2