Dia Suamiku

Dia Suamiku
MAYA DAN JONI


__ADS_3

Maya sudah menyelesaikan pendidikannya dan mendapatkan gelar S.H (Sarjana Hukum) dan sekarang dia bekerja di salah satu firma hukum yang cukup terkenal di Yogyakarta.


berbeda dengan Rani, dia memang tipikal cewek yang lebih mementingkan karier di banding dengan kehidupan pribadinya



ini dia MAYASARI \= MAYA kakak perempuan Rani


*****


"gimana nih bang Jon udah ada jawaban dari Maya?" tanya Tristan. bang Jojon hanya menggelengkan kepalanya pasrah. mereka masih berkumpul di meja makan untuk sekedar mengobrol


"yaah bang lo kurang meyakinkan sih, masa kalah sama kita-kita sih" ucap Tristan membuat bi Siti dan Putri tertawa



JONI GUNAWAN \= BANG JOJON bodyguard sekaligus supir Putri yang sudah menjadi bagian keluarga Tristan dan Putri


"ya mungkin dia sudah mendapatkan yang lebih dari saya, saya hanya pasrah aja kalau dia bahagia saya juga bahagia" ucap Joni pasrah


"apa salahnya bang coba dulu, jangan langsung menyerah donk inget umur bang sekarang udah 28 tahun tar lagi kepala 3 loh" kata Putri memberikan semangat.


" ya udah mumpung besok hari libur gimana kalau bang Jon ke Yogyakarta sekarang"ucap Tristan


"tapi nanti yang anterin non Putri .....?" belum selesai joni berbicara Putri langsung memotongnya


"gue bisa kok bang nyetir sendiri, udah perjuangin dulu aja cinta lo keburu ketuaan loh" mereka tertawa, bang Jojon pun segera siap-siap untuk pergi ke Yogyakarta


**YOGYAKARTA**


setelah kurang lebih 8 jam perjalanan akhirnya sampai juga di stasiun Yogyakarta joni alias bang Jojon meraih ponsel nya menekan nomer maya.


"halo bang Jon ada apa?" ucap Maya


"lagi dimana?"


"lagi di kostan bang, ini baru mau keluar cari sarapan"


"sama siapa?" Joni memegat taxi yang lewat di depannya dan memberikan alamat yang sudah di tulisnya di selembar kertas kecil


"ya sendiri sama siapa lagi"


"kirain sama siapa gitu"


"oh jadi boleh nih Maya keluar sama orang lain?"


"ya kenapa ga, tapi kalau dia cowok ga boleh" Maya tertawa mendengar yang di ucapkan Joni


"tunggu 15 menit ya jangan kemana-mana" Maya heran apa yang di katakan Joni


"emang abang dimana?"


"pokoknya tunggu aja jangan kemana-mana" Joni menutup teleponnya


Maya menuruti apa yang di perintahkan Joni padanya. sudah 15 menit dia menunggu tapi tidak ada yang berubah dia masih saja duduk di kamar kostnya. bang Joni ngerjain aku deh kayanya katanya dan langsung menelpon kembali Joni.


suara ponsel berbunyi di luar pintu kamarnya, Maya penasaran dan langsung membuka pintu.


"bang Joni?" Maya yang cukup kaget melihat Joni yang sudah ada di depan pintu kostannya


"apa kabar?"katanya sambil tersenyum


"baik, kok abang ga ngomong dulu mau ke sini?"katanya kesal


"bukan nanyain kabar malah kena omelan"

__ADS_1


" ya bukan gitu maksud aku tuh kenapa ga bilang-bilang dulu kan aku bisa jemput di stasiun"


"masa perempuan jemput cowok sih, sekarang yu"


"kemana?"


"katanya tadi mau nyari sarapan, aku juga udah laper nih" Maya masih tidak percaya dengan kedatangan Joni, dia mengunci pintu kostannya dan mencari sarapan dekat dari sana


"mba 2 nasi gudeg komplit ya" pesan Maya dan mereka pun duduk, suasana di sana cukup ramai, Joni terus menatap Maya tersenyum


"kenapa liatin mulu sih" muka Maya yang mulai memerah


"kangen aja liat muka kamu, terakhir aku liat muka kamu pas pernikahan Rani"


"dih gombal banget sih" pesanan mereka pun datang dan mereka menyantap makanan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. selesai makan maya mengajak Joni untuk duduk di taman tidak jauh dari situ.


"May" emmm jawab Maya singkat


"kamu hari libur gini suka kemana aja"


"cuma di kostan aja sih"


"ga jalan emang sama siapa gitu"


"pengen nya sih gitu"


"oh" jawab Joni singkat, dia tidak mau melanjutkannya karena takut kecewa kalau Maya sudah mempunyai kekasih.


"pengennya aku jalan tapi sayangnya orang yang mau aku ajak jalan jauh"jelas Maya sambil melirik tersenyum melihat Joni yang sedang tertunduk memainkan jari kedua tangannya


"emangnya dia di mana?" Joni pasrah mungkin Maya bukan jodoh nya pikirnya


"ya dulu sih jauh tapi sekarang udah ada di deket aku" Joni mengangkat wajahnya menatap Maya dia kaget dengan apa yang di ucapkan wanita cantik itu


"maksudnya" Maya hanya menaikkan bahunya tersenyum dan berdiri jalan, Joni mengikuti langkahnya


"kenapa harus di jawab sih bang, orang abang kan udah tau jawabannya" Joni tersenyum dan langsung menggandeng tangan Maya, Maya melirik Joni keduanya saling menatap dan melemparkan senyuman satu sama lain.


"May temenin aku cari hotel ya"


"emang abang mau berapa hari di sini?"


"tergantung sih"


"maksudnya"


"tergantung kalau misi aku berhasil atau ga"


"misi?" katanya tidak mengerti


"misi buat jadiin kamu istri aku" langkah Maya terhenti dia langsung melihat ke arah Joni. Joni pun menggeluarkan cincin yang sudah di siapkan Putri dan Tristan untuk melamar Maya


"May mau g jadi istri aku?" Maya hanya diam, dia pun kembali duduk di bangku yang ada di taman itu. Joni jongkok di hadapannya melihat wajah Maya mengharapkan jawaban darinya


"kok ga di jawab?kamu belum siap ya?"


"ini terlalu mendadak buat aku bang, aku cuma kaget"


"aku tau kalau kamu belum siap dan aku tau kamu masih mau mengejar karirmu, aku akan menunggu mu sampai kamu benar-benar siap menerimaku" maya menarik tubuh Joni menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya,


"bang aku bukannya belum siap aku cuma masih kaget aja, aku mau kok" Joni tersenyum dan memegang tangannya


"serius?kamu ga malu kan punya suami yang hanya seorang bodyguard?" Maya menggelengkan kepalanya, Joni langsung memeluk tubuh Maya


"makasih ya May"

__ADS_1


"jadi kapan kamu mau ke ayah" kata Maya membuat Joni melepaskan pelukannya


"hari ini aku langsung pulang ke Jakarta untuk menemui ayah"


"jadi kita ga jadi nih cari hotel" ucap Maya tertawa


"ga, anterin aku ke stasiun yu" tawa Maya semakin pecah


" kok ketawa sih"


"ga sabar banget sih pak, kita ke kostan aku dulu aja, mau ambil baju biar kita pulang ke Jakarta bareng"


" kamu g kerja"


"besok kan masih hari Minggu dan aku juga bisa minta cuti ke bos karena aku memang tidak pernah mengambil cutiku" Joni tersenyum lebar dan kembali memeluk Maya, dia tidak percaya kalau selama ini maya menunggu dirinya untuk melamarnya..


*****


sampai di Jakarta Joni langsung ke rumah orang tua Putri karena kedua orang tua Maya yang tinggal disana.


di luar perkiraannya pak Anton menyuruh mereka untuk segera menikah karena memang selama ini pa Anton menginginkan anak sulung nya untuk segera menikah menyusul adiknya


pernikahan yang sangat dadakan di hari minggu. Kirana dan Rio membantu mereka menyiapkan pesta kecil-kecilan yang di hadiri oleh kerabat dekat yang di adakan di belakang halaman rumah Rio.


Tristan dan Putri sangat senang melihat keduanya yang sudah sah menjadi suami istri.


setelah selesai acara keluarga Putri dan keluarga Maya berkumpul lengkap disana.


"Maya berhubung kalian sudah menikah, kamu pindah kerja saja di perusahaan Tristan, kebetulan perusahaan Tristan membutuhkan seorang ahli hukum,iya kan Tristan?" ucap Rio, sebelum nya Tristan memang meminta pendapat pada mertuanya untuk merekrut Maya untuk kerja di kantornya dan Rio pun menyetujuinya


"iya may bener, kantor aku sangat membutuhkan sarjana hukum kamu mau kan?" Maya menatap suaminya dan Joni mengangguk untuk memberikan persetujuannya


"iya saya mau"


Kirana, Rio dan para besan yang juga ikut diundang memilih mengobrol di ruang tengah sedangkan yang muda-muda tetap di halaman belakang


"jadi gimana kak maya kerjaannya di Yogyakarta" tanya Raffa pada kakak iparnya


"ya lusa aku harus kesana untuk mengundurkan diri"


"sekalian bulan madu aja bang" goda Tristan membuat keduanya malu


"gue kasih cuti deh bang sampe lo puasss " ucap Putri mengundang tawa semuanya


"waaah enak banget tuhh, sayang kita ikut kesana yu sekalian bulan madu lagi" ucap Raffa menggoda istrinya


"tiap hari juga kita kan bulan madu yank, masih aja minta bulan madu" kata Rani polos


"waaaaaah parah nih lo dapet jatah tiap hari bro" ucap Tristan


"sehari 3x bro kaya minum obat" jawabnya mereka tertawa


"waah kayanya aku kalah nih sama anak muda" kata Joni


"bang Jojon lamban sih geraknya untung aja Maya belon kecantol sama orang lain kalo udah bisa-bisa jadi bujang lapuk lo bang" ucap Putri. suasana kala itu pecah dengan tawa, sudah lama mereka tidak berkumpul seperti itu, kali ini suasana yang berbeda dan lebih menyenangkan karena mereka sudah benar-benar seperti keluarga yang sesungguhnya


THE END


beneran the end loh ya 😅😅😅😅


yang minta kisah bang jojon dan maya nih udah yaaaa hihihi...


TERIMAKASIH SEMUANYA


jangan lupa untuk terus ikuti karya-karya Author yang lainnya yaaa

__ADS_1


follow ig Author yu : @wulan_kenzo


C.U 😘😘😘


__ADS_2