Dia Suamiku

Dia Suamiku
MALAIKAT KECIL


__ADS_3

" yank aku udah ga kuat, kayanya bayinya mau keluar eu eu eu" semua panik melihat Putri yang mulai ngeden, Tristan memencet tombol darurat tak lama para medis segera datang, Putri terus meringis kesakitan


" maaf tolong kosongkan ruangan ini kecuali suaminya yang boleh tinggal di dalam" kata suster dan ke-empat orang tua segera keluar


tim medis siap dengan alat-alat mereka, Putri dari tadi meringis kesakitan, dia menggenggam erat tangan Tristan sampai membuat cetakan kuku di tangan suaminya


"sakiiiit eu eu kak aku ga kuat huf huf huf"


" sabar ya sayang dokter lagi mempersiapkan semuanya" Tristan mengelap keringat yang ada di dahi dan mengecupnya, air mata Tristan mengalir tanpa di sadari olehnya saat melihat perjuangan istrinya


" ayo Putri atur nafas nya tarik dan keluarkan terus tarik dan keluarkan lagi" Putri mengikuti perintah yg dikatakan dokter Jhon


" aaaaa eeeeeeuuu huf huf huf, yank sakit yank aku ga kuat" Putri terus berusaha ngeden untuk mengeluarkan anaknya


" sedikit lagi ayo terus Putri keluarkan lagi, sedikit lagi tarik nafas" teriak Dr Jhon


" kak aku lemas aku g sanggup" Putri sudah mulai kehabisan tenaganya


" sayang please sekali lagi kasian anak kita kepalanya sudah keluar, sayang aku mohon kuat sekali lagi sayang" sambil menangis Tristan terus menyemangati istrinya berbisik di telinga Putri


" eeeeeeeeeeu....." ea ea ea suara tangisan bayi terdengar, ke-empat orang tua mereka yang ada di luar juga mendengarnya mereka saling perpelukan satu sama lain dan meneteskan air mata bahagia


"Putri anak kamu cantik sepertimu" Dr Jhon meletakan bayi di dada Putri. Putri lemas dia tersenyum dan menutup kedua matanya


"sayang liat malaikat kecil kita cantik" Tristan terus menatap anak nya. Tristan kaget saat melihat Putri yang sudah tidak sadarkan diri


" dok Putri dok"


" tuan silahkan anda tunggu diluar" titah suster dan diapun menurutinya


suster segera mengambil bayinya dan di letakan di box bayi, tim dokter segera mengambil tindakan.


"sayang bagaimana keadaan Putri dan bayinya" tanya Lesti, Tristan hanya diam dan langsung memeluknya dengan erat sambil menangis sejadi-jadinya, Lesti menepuk punggung anaknya agar bisa merasa lebih tenang. kirana pun ikut menangis memeluk suaminya


"sayang mereka pasti baik-baik saja" ucap Lesti menenangkan anaknya

__ADS_1


" bunda maafin Tristan selama ini, Tristan belum bisa membahagiakan bunda" Tristan terus menangis dalam pelukannya, dia merasa bersalah pada Lesti setelah melihat perjuangan seorang ibu mengeluarkan anaknya.


"kamu ga perlu minta maaf sayang, melihat kamu sekarang sudah menjadi kebahagiaan terbesar bunda" Tristan melepaskan pelukannya sambil mengelap air mata yang ada di pipinya dan langsung menghampiri Kirana dan memeluk erat mertuanya


" momy maafin Tristan" dia kembali menangis, Kirana membalas pelukannya dan menepuk pundak Tristan


"iya sayang, tidak ada yang salah kamu tidak perlu minta maaf"


Dr Jhon keluar dari ruangan semua orang ada di situ langsung menghampiri nya


" dok bagaimana keadaan istri saya" tanya Tristan cemas


" dia hanya kelelahan, sebentar lagi Putri akan di pindahkan ke kamar sedangkan bayinya ada di ruang bayi kalian bisa melihatnya dari kaca"


" terimakasih Jhon" Rio langsung memeluk erat sahabatnya


"itu sudah menjadi tugas saya, Rio cucumu sangat cantik seperti ibu nya" Dr Jhon pun meninggalkan mereka


ke-empat orang tua langsung menuju ruang bayi sedangkan Tristan membantu suster memindahkan Putri ke kamarnya


" sayang terimakasih kamu sudah berjuang demi anak kita" Tristan memegang tangan Putri dan menciumnya berulang kali


***


bayi mungil berkulit merah merona dengan bibir kecil pink yang sedang tertidur pulas dibalik kaca.


" Rio cucu kita sangat cantik seperti anakmu" ucap Arya


" iya dia sangat cantik" tanpa sadar Rio meneteskan air matanya Arta menepuk bahu sahabatnya itu sambil tersenyum melihat cucunya. Kirana dan Lesti saling memeluk menangis bahagia.


sang bayi pun di pindahkan ke kamar bersama ibunya dan ke-empat nya pun ikut pergi ke kamar Putri


" permisi pak bayinya saya letakan di sini ya" suster meletakan box bayi tepat di sebelah tempat tidur Putri


" makasih ya sus"

__ADS_1


Tristan langsung menghampiri anaknya, menatap tajam ke arah anaknya


"kak bagaimana keadaan Putri" tanya Arta yang baru masuk di ikuti istri dan sahabatnya


" yah Putri belum bangun" Tristan kembali menangis, arta langsung memeluk anak sulungnya


"ayo donk kak masa udah jadi papa masih cengeng, Putri akan baik-baik saja dia hanya lelah setelah membuang tenaganya untuk melahirkan" Arta menuntun Tristan untuk duduk di kursi dan menyuruh istrinya membuatkan teh manis untuk anaknya, dia tau persis apa yg di rasakan Tristan karena diapun pernah mengalaminya.


Putri mengerakkan tangannya, Tristan yang melihatnya langsung berdiri menghampiri dan menggenggam tangannya


"sayang bagaimana keadaan mu?" Putri perlahan membuka matanya menatap Tristan dan tersenyum kecil


"yank anak kita mana?" tanyanya yang masih lemas. kirana menggendong cucunya memperlihatkan kepada Putri


" sayang liat anakmu sangat cantik seperti ibunya" Putri menetes air mata tersenyum


"momy bolehkah aku menggendongnya?" Tristan mengubah kasurnya lebih naik agar Putri merasa nyaman saat mengendong anak mereka. Kirana memberikan bayi itu, Putri melihatnya dia tidak pernah membayangkan bisa menjadi seorang ibu secepat ini.


bayi mungil itu mengerakkan kepalanya dan tiba-tiba menangis, Putri bingung apa yg harus dia lakukan


"sayang berilah dia asi, mungkin dia sudah merasa lapar" ucap Lesti


" bagaimana bunda aku tidak tau" Lesti perlahan mengajarkan menantunya dan benar saja bayi mungil itu merasa lapar. Tristan duduk di samping Putri merangkulnya dan mengelus lembut pipi mungil anaknya. para orang tua menatap haru anak mereka.


"sayang kami berempat keluar dulu ya kalau ada apa-apa segera hubungi kami" mereka pamit untuk mencari makan.


" yank dia benar-benar meminumnya" ucap Putri yang terus menatapnya. memang asi yang di keluarkan Putri belum banyak tp pesan dari dokter agar tetap memberikan asi untuk anaknya biar memancing asi keluar lebih banyak


" sayang makasih ya kamu sudah berjuang untuk anak aku" Tristan mencium kening istrinya menetes air mata


"kamu kenapa menjadi sangat cenggeng? ini bukan cuma anak kamu tapi anak kita, malaikat kecil kita. oia apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita" Putri lupa untuk menyiapkannya tapi dia percaya kalau suaminya sudah membuatkan satu nama cantik untuk anaknya.


" sudah sayang RATU ZANA HIKARU artinya hadiah dari tuhan dan Hikaru mengikuti nama belakangku, apa kamu suka?" Putri tersenyum mengangguk


" aku menyukainya memang benar dia hadiah yang tuhan berikan untuk kita" keduanya tersenyum dan kembali menatap bidadari kecil mereka

__ADS_1


TERIMAKASIH SEMUANYA 😘♥️


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YAAA


__ADS_2