
setelah menjemput Zana Putri segera pulang ke rumah karena pasti Tristan sudah pulang ke rumah. benar saja saat sampai di rumah Tristan sedang menunggunya pulang di ruang Tv.
"sayang maafkan aku terlambat" kata Putri, Tristan hanya tersenyum dan membuka kedua tangannya membuat gadis kecilnya langsung memeluk tubuh papanya
"bagaimana kelasnya hari ini?" tanya Tristan sambil membelai rambut istrinya yang duduk di sampingnya.
Putri menceritakan semua apa yang terjadi di tempat lesnya itu membuat Tristan yang mendengarnya tertawa, Zana pun ikut menertawai mamanya
"ih kok pada ngetawain mama sih" Putri memajukan bibirnya melipat kedua tangannya di atas dada
"ya habisnya kamu tuh lucu masa bumbu dasar aja ga tau" kata Tristan yang masih tertawa
"..itu apa?" tanya Tristan melihat buku yang di pegang oleh Putri
"oh ini dari chef Juna, dia memberikan buku ini katanya buat aku belajar"
"oh gitu"
"non Zana ganti baju yu" ucap bi Siti dan dia pun menuntun gadis kecil itu masuk kedalam kamarnya. Putri juga merasa gerah dia juga masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri nya, dan Tristan pun ikut masuk mengikuti langkah Putri ke dalam kamar.
"sayang besok kamu ada kelas juga?"tanyanya memeluk tubuh Putri dari belakang
"iya sayang kan kelasnya sampai hari Sabtu, ada apa?"
"besok kan aku libur, kamu bolos aja ya" ucapnya manja, Putri membalikan badannya menghadap Tristan dan mengecup bibir nya
"aku baru masuk masa udah bolos lagi, besok kamu dan Zana anter aku aja ke tempat les terus nunggu di rumah bunda oke" jelasnya sambil melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi.
***♥️***
__ADS_1
hari ini Putri bangun lebih subuh, dia sengaja karena ingin memasak sarapan yaitu masakan yang kemaren dia praktekan. kemaren sebelum pulang kerumahnya Putri mampir sebentar ke swalayan dekat rumahnya dia membeli kepala kakap dan berbagai macam bahan-bahan lainnya.
jangan di tanya bagaimana kondisi dapur saat itu, karena memang sudah tidak bisa di gambarkan, bi Siti pun hanya pasrah melihat majikan mudanya itu yang sedang memasak.
"mengapa sangat sulit sih perasaan kemaren aku masak gampang-gampang aja" ucapnya yang berusaha sedang membuat bumbu halus. sambil memasak Putri tidak lepas matanya dari buku yang ada di meja dapurnya.
"sayang kamu ngapain???" tanya Tristan yang datang bersama Zana di gendongannya kaget melihat kondisi dapur yang sudah tidak karuan
"kamu duduk aja ya yank tunggu aku masak, dan kamu harus mencicipi masakan buatan aku" katanya tanpa melihat ke arah Tristan. dia tertawa kecil melihat semangat istrinya
"pa, mama kenapa ngacak-ngacak dapur? mama lagi berantem sama bi Siti ya pa?" pertanyaan polos dari anaknya membuat Tristan tertawa terbahak-bahak.
"hahaha, ga sayang mama bukan berantem, tapi mama lagi masak sarapan buat kita" jelasnya yang masih saja tertawa
"ooh...emang masakan mama enak?"
akhirnya masakan pertama Putri dari hasil tangannya sendiri jadi, dengan bangganya dia membawa masakannya ke atas meja makan. Tristan dan Zana sudah menunggu sarapan pagi itu merasa aneh melihat hasil masakan Putri.
"kalian kenapa? ayo kita makan" ucap Putri, dia mengambil makanan untuk suami dan anaknya. Tristan, Zana dan bi Siti ragu dengan masakan Putri, mereka pun terpaksa memakan makanan yang di masak olehnya.
"gimana??" tanya Putri pada ketiganya
"emmm...sayang sekolah itu sekolah yang paling bagus kan?" tanya Tristan membuat Putri tidak mengerti
"iya donk sayang, itu sekolah yang paling bagus chef nya aja lulusan dari luar negeri, kenapa nanya gitu emang ga enak ya?"
"enak sih, cuma sedikit aneh" ucap Tristan yang tidak ingin menyakiti hati istrinya
"mama Zana mau makan Roti aja, ini ga enak" memang dasar anak kecil selalu berkata jujur, Tristan berusaha menahan tawanya dengan perkataan jujur Zana begitu juga bi Siti. Putri penasaran dengan rasa masakannya pun mencobanya.
__ADS_1
saat mencobanya Putri langsung mengambil air minum yang ada di sampingnya karena memang benar masakan itu sangat asin dan bau bumbu yang tidak matang.
"kenapa rasanya seperti ini ya, padahal semua bahan-bahan sesuai dengan resep" ucapnya, kali ini Tristan sudah tidak bisa menahan lagi tawanya, dia dan bi Siti pun tertawa terbahak.
"kok malah di ketawain sih" ucapnya kesal
"maaf sayang bukannya mau ngetawain tapi gimana lagi habis kamunya lucu sih"
"kalau bibi boleh ngasih masukan, ini bumbunya kurang lama di tumis non jadi terasa bumbu yang mentah dan lagi ikannya yang belum matang" jelas bi Siti
"tuh sayang denger, mending kamu belajar masaknya sama bi Siti aja biar lebih paham" Putri yang mendengar perkataan suaminya kesal, berdiri dan masuk kedalam kamar
"bi aku salah ngomong ya" bi Siti hanya tersenyum
"sayang mama lagi ngambek, papa bujuk mama dulu ya" ucap Tristan pada anaknya dia pun dengan cepat menyusul istrinya masuk ke dalam kamar.
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR
LIKE, KOMEN AND SHARE YA
DAN DUKUNG AUTHOR DENGAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA
baca juga novel Author
Dia Suamiku 2 \= Nothing is Impossible
Rindu
yang juga tidak kalah serunya ♥️😘
__ADS_1