Dia Suamiku

Dia Suamiku
ANEH


__ADS_3

Tristan membuka pintu kamar dengan membawa plastik putih kecil ditangannya.


" sayang ini rujaknya. apa kamu masih sakit?" tidak ada jawaban dari sang istri, dia menghampirinya ternyata Putri sudah tertidur dengan pulas.


Tristan meletakkan rujaknya di dekat meja samping tempat tidur. dia kembali mengambil buku pelajaran mengulang kembali yang sudah di bacanya.


" yank kapan kamu sampai? kenapa tidak membangunkan ku" Tristan meletakan bukunya dan menghampiri Putri


" bagaimana pusing mu?"


" aku masih merasa pusing"


" oia ini rujak yang kamu mau " Putri memakan rujak dengan sangat nikmat. Tristan menelan ludah melihat putri memakan mangga muda.


tok tok tok


" non katanya nyonya ini makan siangnya" bi Inah membawakan 2 piring nasi untuk Tristan dan Putri. Kirana tidak mengizinkan Putri untuk terlalu banyak turun naik tangga.


" iya bi terimakasih ya" Tristan mengambilnya dan menutup kembali pintu kamar


" kenapa di bawa kesini ? " Tristan heran karena ini tidak sepeti biasanya


oeeeek Putri turun dari kasur berlari ke kamar mandi dan memuntahkan rujak yang baru saja dia makan. tristan dengan cepat berlari menghampiri istrinya.


" sayang kamu kenapa" panik Tristan melihat Putri menggeluarkan hampir semua isi perutnya kemudian Tristan menuntun Putri untuk kembali ke kasur


" emmm kak aku tidak mau makanan itu ada di sini, cepat keluarkan " Putri menutup hidungnya,


" tapi kamu belum makan, makan sedikit saja biar aku suapin ya "


" ga kak, ku mohon cepat keluarkan makanan itu" Tristan menuruti sang istri membawa makanan itu kembali ke dapur


" loh sayang kenapa makanannya belum dimakan?" tanya kirana yang melihat tristan membawa kembali 2 piring makanan


" aku ga tau mom, tiba-tiba Putri tadi muntah setelah ada makanan ini " Kirana segera naik ke atas menghampiri putrinya


" sayang kamu baik-baik saja?" Putri lemas terbaring di kasur


" mom, apa begini rasanya momy mengandungku dulu " Putri meneteskan air mata, Kirana langsung memeluk anaknya


" semua wanita berbeda sayang, dulu waktu hamil kamu momy tidak bisa bangun dari tempat tidur bawaannya pengen tidur terus "


" pantes aku sangat suka tidur " keduanya tertawa


" sayang kamu tidak apa-apa?"Rio yang baru saja datang dari kantor mendengar cerita Tristan langsung menghampirinya di ikuti dengan Tristan.


" daddy ...... " teriak Putri, entah kenapa dia sangat senang dengan kedatangan Rio


" sayang ayo kita ke dokter sekarang?" Rio sangat khawatir sama anak kesayangannya.


" aku ga apa-apa dad, cuma pusing saja "


" daddy takut kamu h......... " Rio berhenti melihat kirana mengedipkan matanya, dia sudah bisa membaca situasinya.


" daddy malam ini aku ingin tidur disampingnya daddy " Tristan aneh melihat tingkah Putri hari ini


" oke sayang tapi setelah kamu dapat izin dari suamimu " Putri langsung melihat Tristan dengan wajah yang memohon. Tristan pun tersenyum mengangguk


" sekarang kamu mau makan apa, dari tadi perutmu belum masuk sesuatu" ucap Kirana


" aku mau pecel lele tapi yang di jual di pinggir jalan"


" daddy ga mau kamu makan-makanan sembarangan, nanti biar bi Inah yg membuatkannya"


" kalo gitu aku ga mau makan" Kirana mengerti bagaimana posisi Putri, dia membujuk suaminya agar menuruti keinginan anaknya

__ADS_1


" oke tapi kali ini aja "


" terimakasih dad" Putri mencium pipi Rio


" daddy suruh bang Jojon dulu untuk membelikannya" Putri menarik tangan Rio yang baru mau melangkah kan kakinya


" dad aku ingin kak TRISTAN yang membelinya "


" oke sayang aku akan membelikan nya " Tristan semakin aneh melihat mereka. tapi tidak sedikitpun dia memikirkan tentang kehamilan sang istri karena memang dia belum pernah tau.


" sayang besok kita pergi memeriksakan kandungan mu ke dokter " kata Rio. kebetulan besok dia libur karena ada ujian nasional.


" kenapa kamu merahasiakannya dari suamimu sayang?"


" dia ingin memberikan hadiah untuk tristan karena selesai ujian nanti kan hari ulang tahunnya " jelas Kirana


" daddy sampai lupa kalau sebentar lagi tristan ulang tahun. oia kita harus memberi tahu besan kita tentang berita bahagia ini "


" jangan dad, biar semua jadi kejutan nanti " kata Kirana


" oke sayang " Rio mencium kening sang istri.


sudah jam 7 malam tapi Tristan belum juga datang. putri sudah merasa sangat lapar menunggu suaminya


" sabar ya sayang sebentar lagi papa pulang bawain yang kamu mau " kata Putri yg mengelus perutnya yang masih rata.


" sayang maaf lama, aku tadi nungguin eh bantuin tukang pecel lelenya membuat tenda dulu biar cepet masak pesenan aku"


" hahahahahahahaha, maafkan aku sayang " Putri tertawa mendengar apa yang di katakan Tristan


" mana pecel lelenya " Tristan mengangkat plastik yang ada di tangannya. mereka berdua menuju meja makan, bi Inah bantu menyiapkan pecel lele yang sudah di beli Tristan


" sayang jangan kebanyakan sambelnya kamu kan ga kuat pedas "Tristan merasa aneh melihat putri menuangkan seluruh sambelnya di atas lele.


" ga pedes kok yank ini enak "


" ga dad aku pusing mencium bau nasi " Putri masih menikmati pecel lelenya. Kirana, Rio dan Tristan hanya melihat Putri yang sangat menikmatinya, Kirana dan Rio tersenyum tapi berbeda dengan Tristan dia mengerutkan dahinya merasa ada yang aneh dengan istrinya.


setelah selesai makan Putri kembali ke ruang tengah melanjutkan drakor yang tadi dia tonton sedangkan yang lainnya mulai makan malam bersama.


Putri merasa bosan, dia mengambil ponselnya karena tiba-tiba dia sangat kangen dengan raffa


Putri :" Raffa besok siang temani gue jalan yu"


Raffa:" okee baby aku akan menjemputmu"


Putri:" asiiiiik aku tunggu "


" lagi chatting sama siapa sayang " kata Tristan menghampiri nya.


" anak-anak " Putri berbohong karena dia tau Tristan akan marah kalau dia menghubungi Raffa


" kamu benar malam ini mau tidur sama daddy?"


" iyaa, boleh kan yank? aku tidak akan menganggumu belajar besok kan kamu ujian jadi selama kamu ujian aku mau tidur sama daddy "


" kok jadi selama aku ujian sih, aku tidak merasa keganggu kok sama kamu"


" pokoknya aku maunya gitu "


" sayang masa kamu tega 3 hari biarin aku tidur sendiri" Tristan mengenggam tangan Putri, Putri hanya tersenyum


" Put....."


" emmm " Putri asik menonton drakor sambil menikmati pilus kesukaannya

__ADS_1


" hanya malam ini yaa " Putri menggelengkan kepala


" sayang kamu tega banget sih, aku buat kesalahan ya " Putri kembali menggelengkan kepalanya


"trus kenapa" Putri menghadap suaminya


" kamu belajar yang bener ya sayang" Tristan menarik nafas dalam. mau berapa kali dia memohon Putri tetap pada keinginan nya.


" sayang aku ngantuk mau tidur, kamu tidur juga gih besok kan kamu ujian " Tristan menarik tangan Putri yang hendak meninggalkannya


" Sayang kamu ga mau cium aku dulu " Putri membalikkan badannya dan mengecup bibir suaminya


" udah, aku masuk ya yank " Tristan terus menatap punggung Putri sampai masuk ke dalam kamar.


****


06.00


Tristan sudah siap dengan perlengkapannya untuk menghadapi ujian nasional hari ini. lalu dia menuju ruang makan.


" mom Putri mana?"


" dia masih tidur sayang, kamu makan dulu ya " ucap Kirana


Tristan pun sarapan tanpa di temani istrinya. selesai sarapan Tristan langsung pamit kepada kedua mertuanya dan melajukan motor sport kesayangannya.


" momy Tristan mana?" Putri kaget melihat jam dinding dan langsung berlari keluar kamar


" baru saja berangkat, Putri kamu siap-siap ya momy sama daddy akan mengantarkan mu ke dokter"


" iya mom " Putri menekuk wajahnya dia bersalah tidak melayani sang suami.


setelah siap mereka segera pergi kerumah sakit untuk mengecek kandungan Putri diantar pak Anton


" dad kok hari ini ga pergi kerja" tanya Putri


" daddy mau liat cucu daddy " Putri tersenyum mendengarnya


Kirana sudah mendaftarkan Putri. tanpa harus mengantri Putri langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan diantar 2 orang tuanya.


" hai Rio apa kabarmu " sapa dokter Jhon, dia dokter yang dulu menangani istrinya melahirkan sekaligus teman dekatnya


" hai Jhon baik kamu sendiri bagaimana " mereka merdua memeluk untuk saling menyapa


" baik seperti yang kami liat ayo silahkan duduk"


" jadi siapa nih yang saya akan periksa "


" ni anak yang kau bantu lahirkan dulu "


" Putri? tidak menyangka kamu sekarang sudah sebesar ini, ayo sekarang kita periksa"


dokter mulai memeriksa kandungan Putri. Putri meneteskan air mata melihat janin yang ada di kandunganya. begitupun dengan Kirana dan Rio mereka terharu. kandungan Putri sudah memasuki 9 minggu. dia menyimpan foto hasil USG dan akan diberikan sebagai hadiah ulang tahun suaminya.


setelah menebus vitamin dan obat mereka kembali ke rumah sedangkan Rio langsung menuju kantornya.


" mom hari ini aku mau keluar sama Raffa boleh?"


" kandungan mu masih rentan sayang kamu di rumah aja ya "


" tapi aku ingin sekali jalan keluar sama Raffa ayolah mom"


" oke tapi kamu harus hati-hati ya dan jangan lupa izin sama suamimu"


" terimakasih momy" Putri memeluk Kirana. tidak butuh waktu lama Raffa datang menjemput Putri mereka pun pamit pergi.

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN SEMUANYA


JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE DAN KOMENNYA


__ADS_2