Dia Suamiku

Dia Suamiku
BONUS PART 3


__ADS_3

mulai hari ini Zana dititipkan di rumah Sarah karena Putri sudah mulai masuk sekolah memasaknya. awalnya gadis kecil itu ingin mengikuti ibunya tapi Putri perlahan memberi pengertian dan akhirnya Zana pun menurut padanya.


cukup banyak orang yang mengikuti kelas memasak ini. bukan hanya wanita saja tapi pria juga ada bahkan bisa di bilang hampir semua kalangan yang ikut kelas ini tidak kenal wanita atau pria juga tua atau muda.


banyak yang mengira Putri masih anak kuliahan karena memang dia terlihat tampak muda dari semuanya. di samping memang umurnya yang masih muda Putri juga memiliki wajah imut membuat mereka berpikir kalau dia memang masih sekolah.


sekitar 15 menit semua sudah ada di ruang praktek tersebut menunggu koki yang mengajar datang, memang sebelumnya pihak tempat itu memberitahukan kalau kokinya sedikit terlambat. mereka yang ada di kelas itu pun memanfaatkan waktu untuk saling mengenal satu sama lainnya.


"selamat siang, maaf saya terlambat" ucap seorang pria muda tampan bertubuh tinggi kekar berkulit putih. semua menjawab salamnya, para wanita dan ibu-ibu sangat histeris dengan koki yang baru masuk itu, terkecuali Putri dia sama sekali tidak tertarik dengan pria mana pun karena menurutnya Tristan pria yang sangat sempurna di matanya.


"kenalkan nama saya Juna kalian bisa panggil saya chef Juna" katanya dan dia pun mengabsen satu persatu nama yang ada di dalam kertas di atas meja. sekitar 14 orang murid yang ada di kelas itu.


"....oke sekarang kita memulai untuk memasak masakan Nusantara, kalian bisa mengambil bahan-bahan yang sudah saya tulis di papan sambil kalian mengenal berbagai macam bahan-bahan masakan, dan sebelum kalian memulai mengambil bahan-bahan kalian harus mencicipi bagaimana rasanya" lanjutnya lagi sambil berkeliling diantara meja-meja masak muridnya. dan mereka satu persatu ke depan untuk mencicipi rasa aslinya sebelum mereka membuatnya.


semua pun mulai mengambil bahan-bahan yang di perintahkan. Putri hanya diam di antara bahan-bahan yang ada di depannya karena jujur dia tidak tau seperti apa bahan yang ditulis oleh chef itu. pandangan Juna tertuju pada Putri yang hanya diam tidak mengambil satu pun bahan. Juna pun menghampirinya.


"kamu kenapa cuma diam?" tanyanya membuat semua mata memandang Putri. Putri hanya tersenyum dengan wajah yang polos


"aku ga tau seperti apa bahan-bahan yang ada di papan tulis" jawabnya membuat semua orang tertawa. jelas mereka tertawa karena apa yang di tulis di depan adalah bahan dasar bumbu untuk memasak sedangkan yang dia tau hanya bawang merah dan bawang putih. Putri memang sering memasak tapi semua bahan di siapkan oleh bi Siti dan memasak pun sesuai instruksi asisten rumah tangganya itu, Putri hanya membatu sekedar menumis atau menggoreng saja.


Juna menahan tawanya karena dia takut murid barunya itu akan tersinggung.

__ADS_1


"sudah-sudah kalian jangan menertawakannya kita kan disini untuk belajar, yang sudah lengkap bahan-bahan nya silahkan kembali ke tempat masing-masing kecuali kamu" kata Juna menunjuk pada Putri. Putri menunduk malu karena memang cuma dia yang belum mengambil apapun kecuali bahan yang dia tau yaitu bawang merah dan bawang putih.


satu persatu bahan di perkenalannya pada Putri dari bentuk dan aroma bumbu itu sendiri. Putri mencatat setiap perkataan yang di keluarkan oleh chef muda itu. semua bahan-bahan sudah lengkap dan Putri kembali pada tempatnya.


"oke, sekarang kita akan memasak kepala kakap bumbu Padang, kalian bisa meniru cara memasak saya seperti yang tertera pada layar (chef Juna menunjukan layar infokus yang ada di sebelah kiri) atau kalian bisa memasak ala kalian yang jelas rasanya harus mirip dengan yang tadi kalian cicip" ucapnya.


mata Juna selalu tertuju pada Putri karena sejak awal memang dia sudah menarik perhatiannya. Juna berusaha menahan tawanya melihat dari cara Putri memegang pisau, mengupas bumbu sampai mengulek bumbunya dan juga cara dia mencuci kepala ikan kakap. semua terlihat sangat kaku, sudah bisa di pastikan kalau memang Putri baru pertama kali memasak.


Semua siswa sibuk memasak masakan mereka, tapi Putri masih sibuk mengulek bumbu karena setiap kali dia mengerakkan ulekan bumbu-bumbu yang ada di dalam ulekan nya meloncat keluar. untungnya semua sibuk dengan masakan mereka masing-masing jadi tidak ada yang melihat caranya memasak kecuali Juna


Juna pun menghampiri nya.


Juna mengajari Putri bagaimana cara memegang dan memakainya dengan benar. Juna berdiri dibelakang Putri memegang tangannya dan mengajarkan Putri cara mengerakkan ulekan itu. tanpa sadar semua siswa menoleh kebelakang melihat keduanya. mereka pun menyoraki keduanya karena mereka terlihat seperti Sepasang kekasih yang sedang memasak bareng membuat Juna melepaskan tangannya dan kembali berjalan ke depan tertunduk malu. begitupun dengan Putri dia merasa malu pada murid yang lainnya, bukan rasa malu karena sorakan mereka tapi malu karena dia tidak bisa apa-apa.


"ehem....ada yang sudah selesai?" kata Juna yang mengembalikan suasana seperti semula


"sudah chef" jawab beberapa murid


satu persatu masakan sudah di kumpulkan ke depan tinggal menunggu masakan Putri. setelah semuanya terkumpul Juna mulai mencoba satu persatu masakan yang ada di depannya. di hanya mengangguk saat mencicipi setiap masakan para muridnya. Dan terakhir diapun mencicipi masakan Putri. Juna mengkerutkan keningnya melihat masakan Putri yang beda dari pada yang lainnya. sudah di pastikan ini akan sangat aneh rasanya ucapnya dalam hati


Juna pun mulai mencicipi kuah dari masakan Putri, ada rasa aneh di lidahnya dan itu membuatnya mengambil kembali kuahnya dan mencobanya. semua yang ada disana pun penasaran dengan masakan wanita cantik itu yang sudah mencuri perhatian mereka sejak awal.

__ADS_1


"emmm..rasanya aneh tapi bikin lidah mau lagi dan lagi mencicipinya" ucap Juna membuat Putri tersenyum. semuanya pun di persilahkan mencicipi masakan rekan mereka dan semuanya langsung tertuju pada masakan Putri, memang benar rasanya aneh tapi membuat lidah ketagihan, Putri juga tidak menyangka dengan masakannya karena dia hanya memasukan semua bumbu yang sudah di ambilnya.


akhirnya kelas selesai dan semua pun pamit keluar dari ruangan.


"Putri" panggil Juna dan Putri menghentikan langkahnya, tinggal keduanya di ruangan itu karena yang lainnya sudah keluar.


Juna memberikan buku padanya, Putri tidak mengerti apa maksud Juna memberikan buku itu padanya.


"ini buku catatan aku sendiri, di dalamnya ada bermacam-macam jenis bahan-bahan masakan dan penjelasan nya, aku bikin ini memang untuk pemula seperti kamu, aku tidak menyangka akhirnya selama 4 tahun aku sudah membuat buku dan menyimpannya tapi sekarang buku ini berguna juga" ucapnya sambil tertawa, Putri pun ikut tertawa.


"makasih ya chef" ucapnya keduanya saling pandang dan tersenyum. Putri pun pamit pada guru barunya itu.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YAAA...


BACA JUGA NOVEL RINDU kisah gadis desa yang akhirnya mendapatkan cinta sejatinya setelah berhijrah ke kota...


follow ig Author yu : @wulan_septriani


♥️♥️😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2