Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
VERREL BRAMANTYO SOEDJOKO


__ADS_3

Verrel Bramantyo Soedjoko, seorang Aktor berusia 25 tahun yang terkenal diseluruh penjuru tanah air, parasnya yang tampan yang membuat dirinya di idolakan oleh para kaum wanita.


putra semata wayang dari pasangan Ivan Soedjoko dan Vey Melinda ini sudah dikenal didunia entertaiment sejak usianya masih menginjak 20 tahun, hal itu terbilang cukup mudah bagi verrel untuk cepat terkenal dikarenakan memiliki orang tua yang berlatar belakang sebagai seorang publik figure yang memudahkan dirinya diterima di berbagai Rumah Produksi Film.


dulu Ivan Soedjoko juga berprofesi sebagai seorang Aktor terkenal, akan tetapi


karna mengingat usianya yang tak lagi muda membuat dirinya lebih mementingkan kondisi kesehatannya daripada passionnya itu, ya memang bisa dikatakan menjadi seorang aktor itu sangat melelahkan karena tidak memiliki jam tidur yang teratur, oleh karena itulah papa verrel memilih hengkang dari dunia hiburan dan beralih ke dunia bisnis.


sedangkan ibu verrel yang bernama Vey Melinda juga dulunya berprofesi sebagai seorang Model dan juga Aktris Sinetron, akan tetapi wanita paruh baya itu sekarang memilih menjadi seorang politikus.


verrel termasuk salah satu anak yang sangat beruntung karena dirinya terlahir di keluarga yang serba berkecukupan, terlahir menjadi putra satu satunya dari Ivan Soedjoko dan Vey Melinda membuat dirinya selalu dimanja oleh kedua orang tuanya itu.


namun di saat usianya telah menginjak 15 tahun, tetapnya 10 tahun yang lalu mau tidak mau verrel harus menerima sebuah kenyataan pahit, dimana kedua orang tuanya memilih bercerai dan hidup masing masing, hal itulah yang membuat verrel mengalami sebuah depresi berat dan tak mau menemui kedua orang tuanya lagi, ia merasa kecewa atas keputusan orang tuanya yang memilih untuk berpisah dan meninggalkan ia seorang diri.


...FLASH BACK ON...


...kejadian 10 tahun yang lalu...


"tidak, ini tidak boleh terjadi"


"ini cuma mimpi, ini cuma mimpi"

__ADS_1


itulah kata kata yang terus terucap dari mulut verrel sekarang, saat ini ia benar benar depresi, ia benar benar belum bisa menerima sebuah kenyataan dimana keluarga yang bisa di katakan keluarga yang sangat bahagia itu malah memilih untuk bercerai disaat putranya sudah mulai beranjak dewasa.


"tidakkk.... ini tidak boleh terjadi" teriak verrel dari dalam kamar


sudah semaleman ini verrel terus saja mengurung diri didalam kamar, ia enggang keluar untuk menemui kedua orang tuanya itu, sesekali ivan menggedor gedor pintu kamarnya akan tetapi verrel hanya mengabaikannya


Dan kini malam telah berganti pagi, saat ini jam telah menunjukkan pukul 10:00 pagi, hari ini adalah hari dimana ivan dan vey akan melangsungkan sidang perceraian mereka, namun sebelum ivan berangkat ke kantor pengadilan ivan sempat mengetuk pintu kamar verrel dan berniat untuk memberitahukan kalau hari ini mama dan papanya akan segera bercerai, akan tetapi mengingat kondisi verrel semalam yang dimana ia sangat syok saat mendengarkan penuturan papanya semalam membuat ivan mengurungkan niatnya dan memilih untuk berangkat diam diam ke kantor pengadilan pagi tadi.


beberapa jam kemudian, terlihat verrel telah bangun dari tidurnya, ia membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju ke arah dapur, kondisi rumahnya yang sangat sepi membuat ia mencari cari keadaan mama dan papanya


"pah...papa?" panggil verrel


verrel melangkahkan kakinya menuju kamar kedua orangtuanya, namun saat ia membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu membuat hatinya kembali merasakan pedih yang mendalam, ia mengingat penuturan papanya semalam bahwa kedua orang tuanya itu akan segera bercerai, dan mamanya sudah beberapa bulan ini memang sudah tidak balik lagi dirumah itu


kini anak itu sedang tersulut emosi, ia melempar semua benda yang ada didepannya itu, pecahan demi pecahan terdengar keras dari luar namun tak ada yang menghentikan perbuatannya itu.


sesekali ia menarik rambutnya kasar lalu berkata


"kenapa ini harus terjadi padaku? hah"


"kenapa mereka tega meninggalkan aku sendirian?" teriak verrel sambil memecahkan lagi benda yang ada didepannya

__ADS_1


tak lama berselang opanya (ayah dari papanya) datang menemui verrel, ia melihat kondisi verrel yang saat ini sedang hancur, ia sangat menyayangkan keputusan anak dan menantunya itu yang memilih untuk berpisah sampai sampai membuat cucu semata wayang nya mengalami depresi berat


"verrel....... cukup" teriak opanya sambil berlari memeluk verrel


verrel terdiam, ia mematung saat mendapat pelukan hangat dari opanya, hanya opanya itulah yang ada di saat semua orang pergi meninggalkannya.


"kenapa mereka jahat kepadaku opa?" teriak verrel sambil menarik rambutnya kasar


"verrel.....opa mengerti keadaan kamu saat ini" ucap opanya menenangkan


"opa minta kamu tenangkan diri kamu dulu dan tak usah memikirkan masalah orang dewasa" tambah lagi sambil mengelus lembut punggung cucunya itu.


"opa.... bawa verrel pergi dari tempat ini, verrel tidak mau ketemu mereka lagi, mereka jahat sama verrel opaaaaa" ucap verrel memohon


opanya terdiam sejenak lalu akhirnya ia mengangguk kepalanya, karna ia tak tega menolak permintaan cucunya itu apalagi dengan kondisinya yang seperti saat ini


opanya pun segera memanggil sopirnya untuk membantu verrel membereskan barang barangnya lalu membawa verrel pulang ke kediamannya.


dan mulai sejak itulah verrel memilih untuk tinggal bersama opanya dan setiap keperluan dan kebutuhan Verrel ditanggung penuh oleh opanya itu.


namun disaat verrel telah berusia 20 tahun, tepatnya 5 tahun yang lalu, ia berusaha untuk segera mendapatkan penghasilan sendiri dan tak mau bergantung terus pada opanya, maka dari itu verrel mencoba menyalurkan bakatnya di dunia akting dan tak disangka sangka namanya langsung melejit dan digadang gadang sebagai aktor yang sedang naik daun.

__ADS_1


dan karena verrel sudah mempunyai pendapatan sendiri dari pekerjaannya sebagai seorang aktor membuat dirinya memilih untuk tinggal di apartment dan mencoba hidup mandiri, sebab tidak mau bergantung terus pada opa soedjoko yang selama ini selalu memanjakannya. awalnya opa soedjoko tak mengizinkan verrel untuk keluar dari rumahnya tapi karna melihat verrel yang mempunyai sifat dan watak yang sangat keras membuat opanya mengalah dan membiarkan cucu semata wayangnya itu tinggal disebuah apartment


__ADS_2