
setelah nyonya agna keluar dari kamar putrinya itu, ia memilih untuk melanjutkan aktifitasnya karna hari ini wanita paruh baya itu ada janji temu bersama salah satu rekan bisnisnya, namun karena nyonya agna masih sedikit khawatir mengenai kondisi putri itu saat ini membuat nyonya agna memerintahkan vivi untuk standby dirumah untuk menemani pricilla
setelah beberapa jam berselang, hari pun sudah siang dan saat ini telah menunjukkan pukul 14:00 waktu setempat, vivi pun memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar pricilla untuk memastikan kondisi wanita itu karna sampai saat ini pricilla pun belum keluar-keluar dari kamarnya
"sill....gue masuk yah..." ucap vivi masuk kedalam kamar tersebut. sedangkan pricilla yang menyadari kedatangan vivi kembali menenggelamkan wajahnya dibalik selimut
"gue pengen sendiri vii.." balas pricilla dengan sedikit berteriak didalam selimut
"tap-" balas vivi yang terpotong
"vii pleasee....leave me alone" ucap pricilla lagi dengan suara yang mulai dikeraskan
"yaudah okeyy....gue keluar yahh" balas vivi kepada pricilla lalu berbalik keluar dari kamar tersebut
dan setelah beberapa jam berselang, kini hari pun sudah mulai sore menjelang malam, terlihat vivi saat ini sudah sangat frustasi dikarenakan pricilla masih enggang untuk keluar dari kamarnya, bahkan pricilla pun belum makan sampai saat ini. vivi pun sudah berkali-kali mencoba membujuknya untuk makan namun lagi-lagi vivi hanya mendapatkan umpatan kesal dari pricilla yang menyuruhnya untuk keluar, dengan dalih wanita itu hanya ini sendiri saat ini.
vivi pun yang sudah sangat frustasi memilih untuk menghubungi nyonya agna, sekalian menginfokan kepada majikannya itu mengenai kondisi putrinya saat ini, namun vivi pun tak mendapatkan respons sama sekali disaat ia mencoba menghubungi nyonya agna, sepertinya wanita paruh baya itu sengaja meng-silent ponselnya karena lagi sibuk meeting dengan rekan bisnisnya itu
vivi pun tak kehabisan cara, ia kembali mencoba menghubungi verrel. dengan harapan verrel bisa membantunya agar pricilla nurut untuk keluar dari kamarnya, karna vivi merasa cemas karena bisa-bisa pricilla sakit karna belum makan seharian ini
verrel pun yang mendapat kabar dari vivi dengan cepat berangkat ke jakarta untuk memastikan kondisi istrinya itu, apalagi verrel sangat paham betul bagaimana sakit hatinya pricilla yang dipermalukan dimalam itu didepan sahabat-sahabatnya dan beberapa orang lainnya
"dimana dia?" tanya verrel kepada vivi yang menyambutnya didepan pintu utama,
__ADS_1
"masih didalam kamar, dia belum makan seharian" jawab vivi singkat
verrel pun menggelengkan kepalanya, lalu melanjutkan langkahnya naik menuju kearah kamar pricilla,
verrel pun membuka pintu kamar, dan melihat tatapan kosong pricilla yang mengarah keluar jendela, wajahnya sembab dan terlihat tidak ada aura dari wajah wanita itu pada saat ini.
pricilla pun yang mendengar bunyi pintu kamarnya kembali terbuka langsung buka suara
"pergilah vi, gue gak lapar" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya keluar jendela
"tak perlu terlalu mencemaskann-" ucap pricilla terpotong karena terkejut, orang yang masuk kedalam kamarnya ternyata bukan vivi
"sill..." panggil verrel kepada istrinya itu lalu mendudukkan dirinya ditepi kasur disamping pricilla,
perlahan verrel pun membawa pricilla kedalam pelukannya, dan pricilla pun yang sepertinya memang sedang membutuhkan itu tak menolak sama sekali dan malah ikut membalas pelukan suaminya lalu menangis sejadi-jadinya didalam dekapan verrel, sementara verrel pun hanya terdiam mendengarkan tangisan pilu istrinya itu, dan rasanya iapun ikut merasakan sesak didalam dadanya karena tidak tega melihat kondisi istrinya saat ini yang benar-benar sangat rapuh, dan terlihat seperti orang yang sedang mengalami depresi berat
"menangislahhh....keluarkan semuanya biar lega" tambahnya lagi dengan lembut
"m-makasih yah rell..." balas pricilla didalam tangisnya
"hmm iyaa....udah yah gak usah sedih-sedih lagi" balas verrel sambil melonggarkan pelukannya lalu menangkup wajah pricilla dengan kedua tangannya diiringi dengan tatapan lekat dari manik coklatnya
"lo kuat sill....lo harus bisa lewatin semua ini yah" tambah verrel lagi seraya mengekuatkan istrinya itu. karena verrel benar-benar paham mengenai kondisi pricilla saat ini, karena dia juga berada dikejadian pada malam itu, jadi verrel bisa merasakan bagaimana sakit hati dan malunya pricilla pada saat dipermalukan didepan publik seperti itu, apalagi depan sahabat-sahabatnya. dan karena hal itu jugalah yang membuat verrel seakan ingin selalu menjaga pricilla dan selalu ada disisi wanita itu.
__ADS_1
pricilla pun yang mendengar ucapan verrel, meneteskan air matanya lalu menatap kearah verrel dengan tatapan kosong
"sekarang gue gak punya siapa-siapa lagiiii" ucapnya pricilla kepada verrel dengan tangis sesengukan
"gue cuma punya mereka rell....tapi mereka sudah kecewa sama guee...gue-" tambahnya lagi yang kini tangisnya sudah pecah
"sill...heyy lo gak sendiri.....gue ada disini....banyak orang yang sayang sama lo sill" balas verrel sambil menangkup wajah istrinya itu lalu menatapnya dengat lekat
"lo jangan pernah merasa sendiri lagi yah" ucap verrel dengan serius sambil menatap wajah pricilla dengan lekat dan setelah itupun ia kembali membawa pricilla didalam dekapannya
"banyak yang sayang sama lo sill....gak cuma mereka" tambah verrel lagi sambil mengelus lembut punggung istrinya itu
"mereka gak ngerti posisi lo saat ini, jadi wajar kalau mereka marah dan menyalahkanmu" tambahnya lagi
"udah yah....gak usah dipikirin lagi. saran gue sih beri mereka waktu, setelah itu lo boleh temui mereka kembali dan menceritakan yang keadaan sebenarnya, gue yakin mereka pasti paham kok dengan kondisi lo saat ini" tambah verrel lagi menjelaskan dengan lembut
"lo yakin?? menurut lo mereka bisa maafin gue gak yah??" tanya pricilla tiba-tiba, lalu melepaskan pelukannya dan menatap kearah verrel seakan butuh jawaban. sementara verrell pun yang melihat itu langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
"gue yakin" jawabnya dengan serius
"kalau fero rell? kira-kira dia bisa maafin gue gak yah" tanya pricilla dengan polosnya kepada verrel dengan tatapan yang sangat serius
"emmm gue gak tau yah kalau fero, gue kan gak begitu tahu hubungan kalian sejauh mana" jawab verrel spontan
__ADS_1
"tapi kalau lo mau usaha, gak ada yang gak mungking sih....lo boleh coba" tambah verrel lagi
"emm udah ahh lupain" balas pricilla dengan cepat karena baru tersadar kalau tidak sepatutnya ia mendiskusikan hal itu kepada suaminya sendiri