
kini pricilla sangat frustasi mengingat keegoisannya itu, dirinya mengambil vas bunga yang ada di atas meja dan melemparkannya ke sembarang tempat
"bodoh" teriak pricilla lagi sambil memecahkan vas tersebut
dirinya benar benar dikuasai oleh amarah, ia kembali mengambil benda-benda yang ada diatas meja lalu menghamburkannya sembarangan.
tak berselang lama tiba tiba pintu apartment terbuka
orang orang yang berada di area pintu itu mematung sejenak, mereka sontak kaget melihat barang barang berserakan di area ruang tamu yang sudah seperti kapal pecah, lalu mereka pun menoleh ke arah pricilla yang kini sudah sangat berantakan, dimana rambutnya sudah acak acakan seperti orang gila
"sil kamu kenapa" ucap pria itu berlari memeluk pricilla
pricilla hanya mematung mendapat pelukan hangat dari pria tersebut, pelukan yang sangat ia rindukan, pricilla benar benar tenang didalam pelukan pria tersebut
"sil kamu tenang dulu yah" ucap pria itu lagi sambil mendudukkan pricilla disofa
pricilla kembali mengeratkan pelukannya kepada pria itu lalu menangis sejadi jadinya didalam pelukan pria tersebut.
"hiks....hiks...."
"sil...." ucap hadi sambil mengelus punggung adik kesayangannya itu
"bang..... bunda marah besar ke aku bang, bunda kecewa punya anak sepert-i" ucap pricilla yang seketika terhenti karena tak sanggup melanjutkan perkataanya
"sil....apa yang kamu lakukan itu memang salah, kamu tidak sepantasnya bertingkah seperti itu sil" balas hadi menjelaskan
"jadi...abang sudah tahu" tanya pricilla sambil mendongak menatap wajah abang nya
hadi mengangguk mengiyakan
"rere dan tiffany sudah menceritakan semuanya ke abang" jawab hadi
"kapan?" tanya pricilla lagi
"tadi, diperjalanan" jawab hadi
"oh" balas pricilla singkat
"sil, apa yang kamu lakuin itu salah sil, ya wajarlah kalau bunda kecewa sama kamu, tingkah kamu itu seperti anak yang ngak pernah didik loh, bahkan abang juga kecewa sama perbuatan kamu itu" tambah hadi lagi
"jad-i abang?" ucap pricilla terhenti
"iya" balas hadi singkat
kini pricilla hanya terdiam, ia sadar kalau perbuatannya memanglah membuat orang orang kecewa kepadanya
__ADS_1
"sil pokok abang ngak mau tahu kamu secepatnya harus minta maaf ke bunda" ucap hadi tegas
"tap-pi bang bun-da pergi, bun-da ngak ma-u temui pricil-la la-gi" ucap pricilla terbata bata
"kan ada abang sil,abang akan temenin kamu" balas hadi yang kini menenangkan adiknya itu
"aba-ng tahu bunda dimana?" tanya pricilla menatap wajah abangnya itu
hadi mengangguk lalu tersenyum
"iya..abang tahu bunda dimana" ucap hadi tersenyum
"dimana?" tanya pricilla
"bunda lagi dirumah sakit sil, dia menjenguk presdir soedjoko yang kondisinya semakin memburuk" jawab hadi
"bang, pricilla harus gimana" ucap pricilla merasa bersalah
"pertama, kamu harus minta maaf ke bunda. dan kedua, kamu harus menepati janji kamu kepada presdir soedjoko" balas hadi dengan serius
"kalo bunda ngak mau maafin aku bang?" tanya pricilla ragu
"sil, ibu mana yang ngak mau maafin anaknya, allah aja maha pemaaf masa bunda ngak"
"kalau begitu, kita ke rumah sakit sekarang bang" ucap pricilla sambil berdiri dari duduknya
"tapi bang" balas pricilla
"sil, biarkan bunda menenangkan fikirannya dulu, biarkan bunda meredahkan emosinya, kalau bunda masih dalam keadaan emosi lalu kamu datang buat minta maaf ya sia sia" ucap hadi menjelaskan kepada adiknya itu
"yaudah deh bang" ucap pricilla sambil mendudukkan dirinya kembali ke sofa
"sil abang mau tanya ke kamu?" ucap hadi
"apa bang" tanya pricilla
"kamu mau kan menikah dengan verrel? kamu bersedia kan menerima segala kekurangan dan kelebihan verrel" ucap hadi yang kini dalam mode serius
"kenapa abang ngomong gitu" ucap pricilla bertanya balik
"sil abang tanya ke kamu, kok tanya balik" ucap hadi kesal
"bang pricilla masih belum sia-ap" ucap pricilla memelas
"sil kamu ingat ngak waktu kamu minta ke abang untuk mencari investor? investornya adalah presdir soedjoko sil, dia pemilik VBS GROUP" ucap hadi menjelaskan
__ADS_1
...FLASHBACK ON...
beberapa tahun yang lalu disaat pricilla masih duduk di bangku kelas 3 SMA, dimana ia meminta abangnya agar bisa membantunya mencari seorang investor agar mereka bisa mendirikan perusahaan sendiri.
"ini sil, abang cuma mau bilang kalau abang sudah berhasil mendapatkan investornya, dan itu berartiiiii....." ucap hadi kepada adiknya itu dengan wajah berseri seri
"itu berarti sebentar lagi kita akan mendirikan perusahaan" balas pricilla sumringah
"benar sekali" sahut hadi
"tapi bang, abang dapat darimana investornya? kok bisa secepat itu?" tanya pricilla heran
"itu namanya rezeki sil, abang cuma kirim gmail kepada beberapa perusahaan namun ada salah satu perusahaan yang ternyata tertarik untuk menjadi investor diperusahaan kita, karena dia juga lagi bergelut di bidang yang sama" jawab hadi menjelaskan
"apa nama perusahaanya bang?" tanya pricilla lgi
"nama perusahaannya adalah PT.VBS GROUP" jawab hadi
"terus kapan kita bisa bertemu dengannya bang untuk mempresentasikan proyek perdana kita" tanya pricilla lagi
"dari gmailnya sih infonya ia akan meminta asistennya untuk segera menemui kita" jawab hadi menjelaskan
"asistennya? bukan dia langsung bang?" tanya pricilla penasaran
"hmmm iya, abang terima gmailnya cuma seperti itu sih. tapi nantilah kita tanya-tanya lagi setelah bertemu langsung dengan asistennya itu" tutur hadi
"tapi abang yakin, mereka mau join di perusahaan startup seperti kita ini?" tanya pricilla ragu
"benar sil mereka sudah tanda tangan kontak" jawab hadi tersenyum
"hah?? tapi abang beneran ngak tau pemilik perusahaan itu?" tanya pricilla lagi
"hmmm.....kemarin ia hanya mengirimkan soft file untuk tanda tangan kontraknya sihh"
"abang juga penasaran sih dengan founder nya itu" tambah hadi dengan wajah penasaran
"nama yang tertera sebagai founder memangnya gak ada bang?" tanya pricilla lagi
"Mr.VBS" jawab hadi singkat
"yaudah deh siapapun orang itu aku akan berterima kasih kepadanya dan berjanji akan membalas kebaikannya itu" ucap pricilla pada saat itu dengan yakin sambil mengukir senyuman dibibirnya
...FLASHBACK OFF...
"apa? jadi pemilik VBS GROUP adalah presdir soedjoko? loh kok bisa bang?" tanya pricilla heran seakan akan belum percaya perkataan dari abangnya itu
__ADS_1
"beneran sil" ucap hadi meyakinkan
"kenapa abang bisa tahu kalau presdir soedjoko adalah founder dari VBS GROUP dan sejak kapan abang tahu soal itu?" tanya pricilla melontarkan pertanyaan demi pertanyaan kepada abangnya itu