
kini pricilla pun telah keluar dari ruangan tersebut, lalu berjalan kearah mertua, bunda dan juga suaminya yang sedang duduk diruang tunggu tersebut
"pricilla, sini sayang" teriak nyonya ivan kepada menantunya itu sambil menepuk-nepuk kursi kosong yang ada di sampingnya
pricilla pun mempercepat langkahnya dan langsung mendudukkan dirinya disebelah nyonya ivan
"oh yah, sebelum pulang kita makan dulu ya, mumpung semuanya lagi pada ngumpul" ucap tuan ivan
"ide bagus tuh mas, ya udah yuk cari restaurant yang dekat dari sini" sahut nyonya ivan dengan cepat
semua pun langsung mengiyakan tanpa ada satupun yang menolak, karena sepertinya mereka semua sedang kelaparan sihh hehehe......
setelah beberapa saat berselang, kini mereka pun telah sampai di sebuah restaurant mewah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat dimana opa soedjoko dirawat, yaa walaupun jarak antara rumah sakit dan restaurant itu tidak terlalu jauh namun tetap saja mereka menggunakan mobil yang di kendarai oleh verrel untuk menuju ke restaurant tersebut.
"excusez-moi, je veux commander la salle VIP dans ce restaurant" "permisi, saya mau pesan ruangan VIP yang ada di restaurant ini" ucap nyonya ivan kepada resepsionis restaurant tersebut
"pendant un moment madame on vérifie d'abord" "sebentar nyonya kita cek dulu" balas resepsionis itu
"la salle VIO est disponible madame, venez avec nous alors on vous montre l'endroit"
"ruang VIP yang tersedia di sebelah sana nyonya, mari ikut dengan saya, saya akan menunjukkan tempatnya" ucap resepsionis itu lagi sambil menuntun mereka menuju kearah ruangan tersebut
setelah sampai di ruangan tersebut, mereka berlima pun langsung mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang telah tersedia disana, dan tak berselang lama para pelayan pun langsung menghampirinya
"excusez-moi monsieur, que voulez-vous commander??" "permisi tuan, nyonya, anda mau pesan apa??" tanya pelayan itu dengan sopan
"je veux commander le menu le plus délicieux de ce restaurant pour à 5 personnes et aussi ajouter un dessert" "saya ingin memesan menu terlezat di restoran ini untuk 5 orang dan juga ditambah dengan makanan penutupnya ya " ucap tuan ivan kepada pelayan tersebut
"bois monsieur??" "minumnya pak??" tanya pelayan itu lagi
"minumnya apa??" tanya tuan ivan kepada mereka
__ADS_1
"citron prease" ucap nyonya ivan
"kalau saya ngikut aja dengan yang lain" sahut nyonya agna
"pricilla juga ngikut aja pah" ucap pricilla
"verrel champagne pah" ucap verrel tanpa ekspresi
"j'ai commandé 3 citron prease et aussi 2 champagne" "saya memesan 3 citron prease dan juga 2 champagne" ucap tuan ivan kepada pelayan itu
"bien, servi immédiatement monsieur, madame" "baiklah, segera disajikan tuan, nyonya" balas pelayan itu dengan sopan lalu berlalu pergi dari meja tersebut
15 menit kemudian, hidangan yang telah mereka pesan pun telah datang dan para pelayan langsung meletakkannya dengan rapi diatas meja
"veuillez profiter de la nourriture, monsieur, madame" "silakan dinikmati makanannya tuan, nyonya" ucap pelayan itu dengan sopan lalu berlalu pergi
mereka pun menikmati hidangan tersebut dengan lahap, kini suasana menjadi hening dan tak ada satupun dari mereka yang memulai obrolan.
"habis ini, kalian berempat langsung pulang ke apartment, biar saya naik taksi ke rumah sakit" ucap ivan
"papa nginap dirumah sakit lagi?" tanya verrel kepada sang papa
"ya iyalah, kalau papa ikutan pulang kasian yogi (asistennya) yang gak ada tidurnya untuk jagain opa" balas ivan menjelaskan
"gimana kalau malam ini verrel ikut untuk nemenin opa" tawar verrel kepada papanya
"ya janganlah, papa lebih kasian sama istri kamu yang ngak ada nemenin tidur" balas tuan ivan meledek
"benar tuh apa kata papa kamu verrel" tambah nyonya ivan membenarkan
"ya sama aja kan! kalo papa di rumah sakit, mami jadi gak ada yang nemenin tidur dong" balas verrel meledek balik
__ADS_1
"kata siapa mami ngak ada yang nemenin?? kan ada bunda agna yang nemenin mami huuu" sahut nyonya ivan menyela pembicaraan
"bener tuh kan ada bunda yang nemenin mami kamu" tambah nyonya agna membenarkan
"jadi....kamu ngak usah nemenin opa di rumah sakit, karena itu sudah menjadi kewajiban papa kamu"
"kalau kewajiban kamu tuh......yaaa kamu harus buatkan kita cucu yang lucu" tambah nyonya ivan sambil terkekeh
"mami..." balas verrel memutar bola matanya kasar, namun pipinya yang sudah mulai merona membuat mereka yang melihatnya tambah terkekeh
"apasih rel....hatusnya tuh kamu sudah mulai mencoba dari sekarang" tambah nyonya ivan menggoda putranys itu
"mamiiii" balas verrel malas
"pricilla bagaimana sayang? suami kamu ngak bermain kasar kan?" tanya nyonya ivan yang kini beralih menggoda menantunya itu
"gak baik loh rel, main kasar kasar....." tambah tuan ivan meledek pengantin baru itu
"iya tuh, katanya sih gak bisa jadi-jadi kalau mainnya kasar-kasar" sahut nyonya agna menambahkan
sementara sepasang pengantin baru itupun hanya menunduk seakan akan tak mendengar obrolan dewasa yang sedang dibahas oleh orang tuanya itu
"kalian ngak usah malu-malu ihh, sudah saat nya kalian mulai berguru biar cepat jadii tuh" tambah nyonya ivan yang dari tadi bersemangat menggoda sekaligus menggurui sepasang pengantin baru itu
"udah ah, aku tunggu di mobil" ucap verrel yang kini sudah kesal, ia pun berlalu pergi menuju kearah parkiran dan meninggalkan mereka berempat yang masih setia dengan duduknya itu
"hahah dasar tuh anak, masih aja malu malu" ucap nyonya ivan yang masih terkekeh menyaksikan langkah demi langkah putranya itu berlalu pergi
"yaudah yuk kita susul, entar kita malah ditinggalin beneran lagi" ucap nyonya ivan kepada nyonya agna dan juga pricilla
"mas aku pulang dulu yah, titip salam untuk ayah" ucap nyonya ivan lagi sambil memberi kecupan kepada suaminya itu
__ADS_1
setelah itu mereka bertiga pun langsung bergegas menuju kearah parkiran untuk segera menyusul verrel. dan sesampainya disana mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan verrel langsung melajukan kuda besi miliknya itu dengan kecepatan sedang menuju ke apartment