Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MENCARI ALASAN BIAR BISA BALIK


__ADS_3

"putuskan fero" jawab singkat


dan pricilla pun yang mendengar itu terdiam seketika, dia benar-benar bingung harus menjawab apa saat ini? dia ingin sekali melihat kondisi kekasihnya itu, namun dirinya juga sangat tahu kalau ia tidak bisa balik ke indo dengan mudah tanpa bantuan dari abangnya itu, tetapi disisi lain pricilla juga tak bisa menerima persyaratan yang abangnya itu ajukan kedapanya. namun setelah beberapa saat ia pikir-pikir lagi, pricilla pun akhirnya memutuskan dan sangat sangat berharap, bahwa ini adalah keputusan yang terbaik yang mau tidak mau harus ia pilih


"baik kalau itu persyaratannya.....maka pricilla akan lakukan" ucap pricilla dengan tegas


"tapi tolong ! izinkan aku melihatnya dan menemaninya saat ini, dia lagi koma bang, dia butuh support dari orang-orang terdekatnya" tambahnya lagi dengan raut wajah memelas


"apa ucapanmu itu bisa abang percaya?" tanya hadi dengan penuh selidik


"kamu tahu sendiri kan kalo abang ngak suka dengan orang-orang yang suka ingkar janji" tambahnya lagi dengan tegas


pricilla pun mengangguk pelan mengerti atas ucapan dari abangnya itu, hadi pun menatap adiknya dengan tatapan yang sulit diartikan. ia menatap lekat manik adiknya itu lalu berkata "kalau begitu abang pegang janji kamu, jangan berani berani mempermainkanku anak kecil" ucap hadi sambil menyuil hidung adiknya dengan jari telunjuknya


sementara pricilla hanya terdiam tanpa sepatah kata pun, sepertinya ia kehabisan kata-kata di depan abangnya itu


"yaudah abang pulang dulu, soal kamu mau pulang? entar abang yang bantu ngomong ke bunda OOKAYY?? " ucap hadi dengan santai, sambil berjalan keluar dari lobby apartment tersebut


setelah itu pricilla pun kembali naik ke unit apartment milik verrel, dengan wajah yang masih murung dan suasana hatinya yang masih porak poranda, apalagi alam pikirnya? jangan ditanya lagi! semua isi otaknya hanyalah keadaan fero saat ini.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


kini hari mulai sore, dan saat ini hadi telah berada diunit apartment nyonya agna, ia mendudukkan dirinya disebuah sofa yang berada diruang tamu tersebut, sedangkan nyonya agna yang melihat putra sulungnya itu masuk dengan wajah yang sangat letih langsung bergegas kearah dapur untuk mengambilkannya sebuah minuman kaleng


"rere mana bun, kok bunda yang ambilin minum?" tanya hadi setelah melihat bundanya membawakan segelas minuman dingin untuknya


"rere balik ke indo, sekertaris bunda yang bekerja di kantor pusat ternyata terbukti melakukan penggelapan dana, jadi bunda meminta rere untuk segera membereskan masalah itu" jawab nyonya agna menjelaskan sambil meletakkan minuman tersebut diatas meja


"hah? masa sih? terus kenapa bunda ngak ngomong ke hadi?" jawab dengan kaget


"jadi ceritanya gini, bunda tuh dapat infonya 2 jam sebelum pesta pernikahan adikmu dilangsungkan, makanya bunda ngak ngomong apa-apa ke kamu, takut ganggu konsentrasi kamu yang akan menjadi wali nikah adikmu itu. kan kasihan kalo semuanya jadi ke bawa-bawa" jawab nyonya agna menjelaskan


"terus?? kenapa bunda ngak minta dewa aja?? tuh anak adiknya nikah ngak dateng, kantor bermasalah dia juga bodo amat, apasih mau dia hah??" tutur hadi kesal sambil menyadarkan badannya disofa


"emmm" balas hadi dengan lesu, pusing memikirikan adiknya yang satu itu


"oh ya, tapi dewa tau ngak sih bun? kalau pricilla sudah menikah??" tanya hadi ke sang bunda dengan serius


"tahu! bunda sudah menghubunginya kok, jauh sebelum bunda berangkat keparis, bunda udah ngomong ke dia kalo bunda ada rencana buat menikahkan pricilla disini, dan 2 hari yang lalu bunda juga minta rere untuk mengabarkan dia, yaa... tapi kamu tahu sendirilah? adikmu itu tetap masa bodo akan hal itu" tutur nyonya agna menjelaskan sambil tak abis pikir atas tingkah putra keduanya itu


"tuh anak otaknya benar benar sudah terpengaruh oleh wanita l*knat itu" balas hadi sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"entahlah ! bunda juga pusing dengan jalan pikiran adikmu itu" balas nyonya agna dengan frustasi

__ADS_1


"yaudah, bunda jangan terlalu larut memikirkan soal itu, lagipula dewa sudah dewasa bun, biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri, nanti dia bakalan sadar sendiri kok" ucap hadi menenangkan sang bunda takut darah tinggi bundanya naik lagi


"tapi tidak memilih bersama wanita l*knat itu juga hadiiiii" balas nyonya agna dengan nada tinggi


"cukup bun, cukup.....ngak usah dibahas lagi. jangan sampai darah tinggi bunda naik cuma gara gara membahas wanita itu" tutur hadi menenangkan, ia memeluk erat tubuh bundanya sambil mengelus-elus bahunya dengan lembut


sejak ayah hadi meninggalkan mereka, hadisantara lah yang mau tidak mau harus berperan menjadi sosok seorang ayah sekaligus seorang kakak untuk kedua adik-adiknya itu. makanya hadi kadang bersikap lembut layaknya seorang abang yang mengasihi adiknya dan kadang pula ia harus bersikap tegas layaknya kepala rumah tangga pada umumnya.


kini hadi merasa bundanya sedikit merasa tenang, ia mulai melepaskan pelukannya dengan pelan, dan tibatiba ia baru saja teringat akan maksud dan tujuan awalnya menemui bundanya itu, namun melihat kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan membuat dirinya memilih berjalan kearea balkon sambil memikirkan lagi alasan yang tepat agar bundanya bisa percaya dan mengizinkan adik kesayangannya itu bisa balik ke indonesia secepatnya


setelah beberapa saat berperan dengan alam pikirnya, ia akhirnya mendapatkan ide cemerlang yang ia rasa logis untuk dijadikan alasan agar ia dan adiknya itu bisa mendapat izin untuk balik ke indonesia secepatnya. dengan cepat ia berjalan kembali menuju kearah ruang tamu untuk menemui sang bunda, dan benar saja bundanya itu masih terduduk dengan santainya disana sambil menonton tayangan drama yang berbahasa prancis itu


hadi punmendudukan dirinya pas disamping sang bunda, dengan modal keberanian ia mulai membuka perbincangan dengan bundanya itu


"bun, hadi mau bicara" ucap hadi dengan serius sambil menatap wajah bundanya itu dengan tatapan yang sulit diartikan


"bunda lagi nonton nih, masih bisa nantikan" balas bundanya yang tak memalingkan wajahnya sedikitpun dari layar televisi


"bunda ini penting" ucap hadi dengan nada sedikit ditinggikan dan menampakkan wajah yang sangat serius


nyonya agna pun akhirnya menatap kearah hadi, menatap raut wajah putranya itu yang sangat serius yang membuat dirinya penasaran akan hal penting yang putranya itu ingin bicarakan


"ada apa?? tumbeng banget kamu seserius ini??" tanya nyonya agna dengan penasaran

__ADS_1


__ADS_2