Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
KEJADIAN YG SANGAT TAK TERDUGA


__ADS_3

Kini malam telah berganti pagi, jam telah menunjukkan pukul 07:00 pagi, pricilla perlahan merenggangkan dengan mata yang masih terpejam namun entah kenapa seluruh tubuhnya terasa sangat berat.


"eummmh...." pricilla menggeliat sambil menggerakkan kakinya. tubuhnya pun yang terasa sangat berat membuat wanita itupun berguling kekiri kekanan untuk mendapatkan posisi yang nyaman karena sepertinya wanita itu masih belum bisa beralih dari kasur empuknya itu, setelah beberapa saat berguling kekiri dan kekanan, wanita itu merasa dirinya saat ini telah mendapatkan posisi yang nyaman sambil memeluk bantal guling, namun ia merasakan sedikit ada yang berbeda dengan bantal guling tersebut, kenapa sepertinya bantal guling kali ini lebih besar, kasar dan terasa ada bulu-bulu halus disana, tangannya pun dibiarkan terus merabanya untuk memastikan, sementara ia sendiri masih dalam keadaan terpejam seperti sedang bermimpi.


dan tak berselang lama tiba-tiba bantal guling itu pun berpindah posisi sendiri dan bisa memeluk balik kearah pricilla. nah spontan saja pricilla membuka lebar kedua matanya sambil mengumpulkan kesadarannya, dan betapa terkejutnya wanita itu disaat ia telah menyadari kalau sosok yang ia kira bantal guling yang berukuran besar itu ternyata adalah suaminya sendiri yang kini sedang mendengkur halus dibagian ceruk lehernya, ditambah lagi tangan laki-laki itu saat ini sedang memeluk pinggang pricilla dari samping. dan pricilla pun yang masih belum paham atas apa yang telah terjadi makin membulatkan matanya seakan tak percaya atas apa yang telah dilihatnya pada saat ini.


"arggggghhhhh" teriak pricilla syok bukan main saat ia telah menyadari kalau dirinya saat ini tak memakai sehelai benang pun ditubuhnya


mendengar itu laki-laki disebelahnya pun dengan spontan membuka matanya dengan lebar akibat mendengar suara teriakan tersebut.


"ngapain sih? ribut banget, ah!" protesnya.


"lo-loe ngapain gue hah?? dasar brengsek!!" sungut pricilla


wanita itu pun beringsutan dan berlonjak mendudukan dirinya namun masih membalut tubuh polosnya itu dengan selimut tebal menggunakan kedua tangannya sebagai penahan. wajahnya pun sudah memerah akibat kesal, marah sekaligus malu dan bingung


pelan-pelan laki-laki disampingnya itu pun bangkit dari tidurnya lalu menyandarkan tubuhnya itu disandaran ranjang menggunakan kedua tangannya sebagai penyangga kepala


"hmmm..lo kenapa sih hah teriak" ucap laki-laki itu dengan malas


"dasar brengsek! a-apa yang lo lakuin ke gue hah?" ucap pricilla yang kini masih dengan teriak-teriak sambil memberikan plototan tajam kearah laki-laki di depannya itu


"dasar brengsek....brengsek" ucap pricilla yang kini telah histeris sambil memukul-mukul dada laki-laki yang ada dihadapannya itu

__ADS_1


"pricilla stopped" ucap verrel sambil menangkis tangan wanita dihadapannya itu sambil menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan


"kalo lo masih teriak-teriak gue bisa usir lo dari kamar ini sekarang juga" ucapnya dengan santai tanpa melihat kearah lawan bicaranya


pricilla pun terdiam mendengar perkataan dari verrel, matanya pun menatap sekililing ruangan tersebut yang terasa sangat asing baginya, hingga membuat wanita itupun kini mengerukkan dahinya dengan penuh kebingungan


"emmm...jangan bilang kalau lo nggak ingat apa yang telah terjadi semalam" balas verrel dengan malas


pricilla pun langsung menatap penuh kebingungan kearah verrel yang masih santai bersandar disebelahnya itu


"ohh , jadi beneran lo nggak ingat apa-apa?" tanya verrel memastikan kembali


"sedikit pun nggak ada yang lo ingat?" tanya verrel lagi. pricilla pun hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan dan terlihat masih bingung


"hah??" pricilla pun makin dibuat syok disaat verrel tiba-tiba berdiri disamping tempat tidur dan terlihat jelaslah tubuh polos laki-laki itu tanpa sehelai benang pun. astaga! mata pricilla pun kini telah terkontaminasi melihat guratan tubuh polos laki-laki dihadapannya itu, ditambah lagi ada sesuatu yang sedang mengacung dibawah sana


"jangan macem-macem ya, gue bisa teriak lo" ancam pricilla lalu dengan cepat menenggelamkan seluruh tubuhnya kedalam selimut tebal tersebut


verrel pun yang mendengar itu menaikkan satu sudut bibirnya sambil tersenyum penuh arti


"teriak aja yang keras, nggak bakalan ada yang nolongin lo di sini" jawab verrel dengan senyuman yang sulit diartikan


"asal lo tau, disini gue sebagai korban yah" tambahnya lagi yang makin membuat pricilla kebingungan

__ADS_1


mendengar itu mata pricilla pun terbelalak bingung atas perkataan laki-laki yang dihadapannya itu


"ngomong apaan sih lo? korban? korban apaan sih?" tanya pricilla sewot sambil menurunkan selimut yang membungkus tububnya itu dengan perlahan


"apa perlu gue kasih rekaman CCTV yah? supaya lo percaya kalau gue ini korban?" balas verrel sambil menyunggingkan sebelah bibirnya sambil tersenyum penuh arti


"gue sih bisa ngasih bukti ya, kalau memang elo lah yang sangat liar semalam" ucapnya dengan yakin


"jangan pura-pura lupa deh lo!" ucap verrel lalu kembali menatap kedua manik mata pricilla dengan tatapan yang sulit diartikan


"ya walaupun gue tau sih....kalau semalam lo memang sedang dalam pengaruh obat, sementara gue dalam kondisi sadar" tutur verrel


"tapi yang jadi masalahnyaa adalah....." ucapnya terhenti


"ya gue adalah laki-laki normal, siapa juga yang akan nolak kalau ditawarin coba? oh...salah-salah, lebih tepatnya gue dipaksa sih" tambahnya lagi yang kini membuat wanita dihadapannya itu makin kebingungan


pricilla pun yang mendengar itu menjadi terdiam, ia memberikan tatapan yang sulit diartikan, namun laki-laki dihadapannya itu malah membalasnya dengan sebuah senyuman manis yang saat ini terpasang diwajah tampannya


"ternyata lo oke juga diranjang!" ucapnya dengan nada menggoda


"brengsek lo" balas pricilla dengan cepat lalu melempar bantal kearah verrel


"nanti setelah lo lihat rekamannya, gue harap lo nggak kaget yah" ucap verrel sambil mengedipkan matanya

__ADS_1


"kenapa gue harus kaget?" balas pricilla sewot


__ADS_2