Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MAU GAK MAU HARUS DIPUTUSKAN


__ADS_3

Kini hadi sedang berada diruang tamu bersama bunda dan juga nyonya ivan, terlihat mereka sedang bertiga sedang asyik menonton serial drama yang sedang ditayangkan dilayar televisi tersebut. dan tiba tiba verrel menghampiri mereka sambil membawa tas jinjing bawaannya


"mami...bunda...abang...verrel pamit dulu yah" ucap laki-laki itu terjeda


"udah mau ke lokasi sayang" tanya nyonya ivan


"iya mi" jawab verrel mangangguk


"pricilla mana sih? orang suaminya udah mau berangkat jugaaa, malah ngilang" celoteh nyonya agna


"pricilla....sini sayang" teriak nyonya ivan memanggil menantunya


"i-iya mi, ada apa" jawab pricilla menghampiri mertuanya itu


"ini suami kamu udah mau berangkat ke lokasi, pamitan dulu gih" celetuk nyonya agna sedikit kesal


"i-iya bunda" ucap pricilla sambil meraih tangan verrel lalu menyalimi tangan suaminya itu


"hati hati" ucap pricilla sambil tersenyum dengan penuh akting


"ngak usah banyak drama deh lo" balas verrel dengan bisikan tepat ditelinga istrinya itu


"dih pengantin baru, main bisik bisik aja nih" ledek hadi terkekeh

__ADS_1


"yaudah verrel berangkat dulu yahh" lanjut verrel menyalimi mami, bunda, dan abang iparnya itu


...beberapa jam kemudian...


hadi kini mulai meresa jenuh memperhatikan kedua ibu-ibu sosialita itu yang masih asyik dengan tontonannya. sedangkan pricilla wanita itu telah tertidur dengan nyenyaknya diatas sofa yang berada diruangan tersebut


"bun.....ini udah mau sore nih, entar kita kemalaman dijalan" ucap hadi kepada nyonya agna


"sekarang jam berapa sih?" balas nyonya agna


"jam 3 kurang 5 menit" sahut nyonya ivan


"ohh yaudah, memang baiknya kita berangkat sekarang sih, daripada keburu malam kan" jawab nyonya agna


"mami ngak mau nginap beberapa hari dulu" ucap pricilla memelas setelah melihat mertuanya itu menenteng barang-barang bawaannya


"sil....mami kan harus jagain opa" jawab mertuanya itu dan hanya dibalas anggukan oleh pricilla, setelah itupun pricilla beralih kearah bunda dan berhambur memeluk dengan erat


"bun sering-sering kesini yah, jengukin pricilla" ucapnya lagi yang kini beralih ke nyonya agna sambil memeluknya dengan erat


"iya sayang, pasti" balas nyonya agna sambil melepas pelukannya pelan


"tan sini hadi yang bawain" ucap hadi mengambil alih barang-barang bawaan nyonya ivan. dan mereka semua pun berjalan mengikut dibelakang hadi menuju kearah parkiran. dan setelah diparkiran, kedua ibu-ibu sosialita itu langsung masuk kedalam mobil dan segera mendudukkan dirinya dikelas tengah, sedangkan hadi masih menyusun barang-barang nyonya ivan dibagasi mobil, dan telah semuanumya tersusun rapi hadi menutup bagasi mobilnya dan berjalan mendekati adiknya itu

__ADS_1


"janjinya jangan lupa ditepati" ucap hadi dengan sinis tepat ditelinga adiknya itu, dan pricilla pun yang mendengar itu tak ada jawaban sama sekali. dan setelah itupun hadi langsung masuk kedalam mobil dan segera melajukan mobil miliknya itu menuju ke kota jakarta


"dadahh" teriak ibu-ibu sosialita itu kepada pricilla sambil melambaikan tangan. sedangkan pricilla masih saja diam mematung ditempat tersebut sambil mencerna perkataan yang dilontarkan abangnya barusan


"janjinya jangan lupa ditepati" kata kata itu terus saja terngiang-ngian diotak pricilla saat ini


janji? apa iya? dirinya harus menepati janjinya untuk memutuskan kekasihnya itu?


"arrrrggggg" teriak pricilla frustasi


pikirannya benar-benar campur aduk, ia tak tau harus berbuat apa saat ini, mana mungking ia tega memutuskan hubungan dengan laki-laki yang sangat jelas tulus menyayanginya, apalagi melihat kondisi kekasihnya itu yang sedang koma saat ini membuat dirinya benar-benar tidak tega untuk melakukan hal kejam itu. pricilla pun kembali memijat kedua keningnya frustasi, lalu berjalan dengan lesuh untuk masuk kembali kedalam rumah


setelah beberapa jam kemudian, wanita itu masih saja betah berada didalam kamar sambil merenungi nasibnya yang begitu malang, wanita itu tak henti-hentinya menangis tersedu-sedu karena hanya itulah yang bisa ia lakukan agar segala pedih didalam hatinya bisa tersalurkan. terlihat didalam kamar itu sudah dipenuhi dengan tissue yang berserakan dimana-mana, dan rambutnya yang acak acakan serta wajahnya yang begitu pucat membuatnya sudah menyerupai orang gila yang biasa berkeliaran dijalan raya. wanita itu kembali terisak saat kembali mengenang masa-masa indah bersama kekasihnya itu, kekasih yang cepat atau lambat akan diputuskannya, mengingat dirinya yang sudah berstatus sebagai istri dari verrel bramantyo membuat dirinya mau tidak mau harus melakukan hal tersebut. karena ia tak ingin mengecewakan bunda dan juga abangnya untuk kesekian kalinya, lagipula pricilla juga telah berjanji kepada presdir soedjoko bahwa dirinya bersedia untuk mencintai dan menyayangi verrel, dan bersedia menerima segala kekurangan dan kelebihan dari suaminya itu.


namun tiba tiba terbesit dalam pikirannya untuk segera menemui kekasihnya itu untuk segera menuntaskan segala gejolak yang selama ini ia pendam didalam hatinya. pricilla pun bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan kearah lemari pakaian untuk segera mengganti pakaiannya, terlihat tak ada keraguan didalam hati wanita itu, dirinya benar-benar nekat untuk berangkat ke jakarta saat ini juga.


berselang beberapa saat, kini wanita itu sudah mengendarai mobil sport yang ia rental melalui media sosial barusan, terlihat wanita itu terus menerus menancapkan gass full dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi disaat berada jalan tol, sehingga wanita itu bisa tiba lebih cepat ke tempat tujuan dengan waktu yang bisa dikatakan lumayan singkat karna hanya memakan waktu kurang lebih 1,5 jam


"hufffttt" ucap pricilla menghela nafasnya panjang, setelah mobil yang dibawanya itu telah terparkir rapi diparkiran rumah sakit. setelah itu pricilla pun dengan penuh keyakinan keluar dari mobil tersebut dan berjalan menuju kearah ruangan rawat kekasihnya itu


........klekkk........


bunyi pintu ruangan tersebut setelah ia membukanya, dan seseorang yang berada didalam ruangan tersebut dengan spontan langsung berbalik menatap kearah pricilla yang masih mematung diarea pintu masuk

__ADS_1


"pricillaaaa" ucap seseorang yang berada di ruangan tersebut


__ADS_2