
saat ini nyonya agna telah berada di apartmentnya seorang diri, tepatnya di rayz eiffel apartment. tak lama setelah ia masuk kedalam unit apartmentnya itu, tibatiba ia mendengar suara bel berdenting
...ting....ting....ting.......
"wait" teriak nyonya agna dari dalam sambil membuka pintu
"verrel" ucapnya setelah melihat kehadiran putra tuan ivan itu dihadapannya
"malam tante, maaf kami baru sampai larut malam begini karna terhalang macet lama banget" ucap verrel menjelaskan
"tak apa nak verrel" jawab agna tersenyum
"oh ya kok ngobrol di depan pintu sih, ayo semuanya masuk" tambah nyonya agna lagi
"sebelumnya makasih tante, tapi ini sudah larut malam jadi verrel pamit pulang saja" jawab verrel sopan
"baiklah kalo begitu, sekali lagi terima kasih ya" balas nyonya agna
"et pour vous, merci d'avoir aidé à retrouver ma fille" "dan untukmu, terima kasih telah membantu menemukan putriku" ucap nyonha agna mengarah ke arah hacker itu
"bien sûr madame, c'est mon travail" "tentu saja bu, itu memang tugasku" jawab hacker itu singkat
"kalo begitu kami pamit dulu tante" sahut verrel sambil meraih tangan nyonya agna untuk bersalaman
"take care yah" ucap nyonya agna menatap punggung kedua pria itu yang sedang berjalan menuju lift apartment tersebut
keesokan harinya, pricilla mulai mengerjapkan matanya karena tersorot sinar mentari, ia pun bangun dari tidurnya dan langsung meraih ponselnya yang ada di atas nakas untuk melihat jam, yang dimana telah menunjukkan pukul 08:10 pagi. pricilla pun turun dari kasurnya lalu berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air minum karena dirinya merasa sangat haus, namun disaat ia membuka pintu kamarnya dan segera melangkah ke arah dapur, tiba tiba pandangannya tertuju kepada sang bunda yang sedang duduk di ruang tamu apartment tersebut, yang letaknya berada disamping dapur.
"sudah bangun?" tanya nyonya agna sambil buang muka
__ADS_1
"su-sudah bunda" ucap pricilla gemetar karena takut di introgasi oleh sang bunda
"sini dulu" ucap nyonya agna ketus
"bentar bun, mau ambil minum dul-u" ucap pricilla seketika terhenti
"bunda bilaaang sini dulu" ucap nyonya agna dengan nada tinggi
"i-y-ya bun" balas pricilla dengan ketakutan sambil berjalan ke arah ruang tamu
"sejak kapan sih kamu suka membantah seperti ini? sejak kapan bunda ajari kamu jadi anak yang ngak punya sopan santun? hah" bentak nyonya agna
pricilla hanya terdiam sambil mendudukkan dirinya diatas sofa, ia mengakui kalau perbuatannya memang salah, jadi dirinya memang pantas mendapat pencerahan dari bundanya itu.
"bunda kecewa tau gak, benar benar kecewa sama kamu" tambah nyonya agna lagi
"coba deh ingat ingat bunda pernah ngak minta macem macem sama kamu? ini pertama kalinya bunda minta kamu nurut apa kata bunda, bisa gak sih nurut untuk menerima perjodohan ini hah?" ucap nyonya agna dengan tegas
"tapi apa? apasih yang kamu mau pricilla? kamu mau pergi lagi? silahkan! sekarang silahkan lakukan apapun yang kamu mau, silahkan pergi sesuka hatimu dan bunda ngak akan mencarimu lagi. dan begitupun sebaliknya jangan pernah menampakkan wajahmu itu dihadapan bunda lagi, dan 1 lagi jangan panggil saya dengan sebutan kata BUNDA" ucap nyonya agna dengan nada tinggi bahkan emosi nya terlihat jelas dari raut wajahnya itu
"saya malu punya anak yang egois seperti kamu" tambah nyonya agna sambil berjalan keluar dari kamar apartment tersebut.
bagai disambar petir mendengar lontaran kata kata kasar dari mulut ibundanya itu, bunda yang selama ini selalu berlemah lembut kepadanya, saat inu sepertinya bundanya itu benar benar kecewa kepadanya, kecewa mempunyai anak yang egois sepertinya, anak yang tidak punya sopan santun, dan anak yang tidak bisa menghargai orang-orang yang lebih tua darinya.
kini ia pun menangis terseduh seduh sambil memeluk kedua lututnya diatas sofa ruang tamu tersebut. ia sangat menyesali keegoisannya itu, bisa bisanya ia membentak bundanya didepan orang banyak, bisa bisanya ia berkata kasar kepada bundanya, bahkan dirinya mati matian menolak permintaan bundanya itu, dimana itu adalah sebuah permintaan pertama dari bundanya dan bisa saja menjadi sebuah permintaan terakhir dari sang ibunda.
"seperti nya gue harus menerima perjodohan ini, ini adalah permintaan bunda, dan ini adalah kesempatan gue untuk membahagiakan bunda, pokoknya gue ngak boleh egois, gue memang harus mengorbankan segala hal termasuk cinta gue ke fero demi membahagiakan bunda, kapan lagi gue bisa membahagiakan bunda? gue ngak bakalan tau sampai kapan bunda berada disisi gue? bisa saja besok, lusa, dan hari ini? oh tidak tidak....." gumam pricilla kepada dirinya sendirinya setelah menyesali segala perbuatannya itu.
dirinya pun beranjak dari duduknya ia dan berjalan membuka pintu kamar apartment itu, dan setelah berada di luar kamar apartment ia menoleh kekiri kekanan namun tak melihat tanda tanda bahwa bundanya ada di luar sana,
__ADS_1
"apa bunda turun kebawa??? sepertinya bunda benar benar kecewa kepadaku" ucap pricilla dalam hati sambil menatap ke arah lift yang berada disudut lorong apartmentnya
ia pun kembali berjalan masuk ke kamar apartmentnya, ia membuka pintu kamar milik rere dan tiffany namun kamar itu terlihat kosong tak berpenghuni karena saat ini tiffany dan rere memang sedang berada di airport charles de gaulle atas perintah dari nyonya agna
...FLASHBACK...
dipagi itu sebelum pricilla bangun, nyonya agna sedang memasak bersama rere dan juga tiffany. sementara lagi memasak tiba-tiba ponsel nyonya agna berbunyi, nyonya agna pun meraih ponselnya lalu membaca pesan tersebut
📩 bunda saya transit di instambul dan sekarang sudah mau take off, jadi 2 jam lagi saya akan segera landing di paris
📩 safe flight ya 🙏 "balas nyonya agna"
setelah membalas pesan tersebut nyonya agna kembali meletakkan ponselnya diatas meja makan lalu berkata
"setelah sarapan kalian siap-siap yah ke airport" perintah nyonya agna
"airport nyonya?" tanya tiffany heran
"iya kalian akan menjemput tamu saya disana" jawab nyonya agna
"baiklah nyonya" balas tiffany
dan kini sekitar 1 jam lebih setelah kepergian rere dan tiffany ke airport nyonya agna kembali mendapatkan sebuah pesan singkat
📩 ayah saya, ingin bertemu dengan anda sekarang
📩 "baiklah saya kesana sekarang" balas nyonya agna
sementara nyonya agna bersiap siap untuk segera ke rumah sakit, tiba tiba pintu kamar pricilla terbuka, pricilla melangkah menuju dapur namun tujuannya itu diurungkan karna nyonya agna memanggilnya
__ADS_1
...FLASHBACK OFF...