Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
KEHADIRAN MANTAN KEKASIHNYA LG


__ADS_3

Kini verrel pun berhenti di hunian apartemen yang tak kalah mewahnya dengan apartemen milik verrel. terburu kakinya lancar sekali menyusuri jalan menuju suatu pintu apartemen tersebut. sepertinya ini bukan yang pertama kalinya verrel berkunjung ke tempat ini, bahkan laki-laki itupun sangat hafal kode password pintu apartemen tersebut sehingga tidak perlu menunggu sang pemilik membukakan pintu untuknya


"biipp...biipp" bunyi yang terdengar tanda seseorang berhasil membuka pintu unit apartment tesebut


verrel pun berlalu masuk sehingga mebuat aktivitas sipemilik unit apartment itu yang sedari tadi sibuk merapikan makanan di meja makannya.


wanita itu berlari kecil, menyambut verrel yang sedari tadi sudah nantikan kehadirannya. merentangkan tangannya lebar-lebar dengan senyuman yang sudah terukir dibibirnya


"surprise...." ucap tasya sambil tersenyum lebar dihadapan verrel saat ini


verrel pun yang melihat itu, hanya tersenyum samar lalu ikut merentangkan tangannya juga dan berakhirlah mereka dengan saling berpelukan


"katanya lagi sakit??" tanya verrel sambil mengerutkan dahinya bingung


"kalau aku jujur, berarti bukan surprise dong sayangg" balas tasya tersenyum lalu menggandeng lengan verrel dan membawanya ke arah meja makan yang telah dihiasnya itu dengan sangat romantis


"apa kamu terkejut? aku tiba-tiba menghubungimu?" tanya sambil mendudukkan dirinya disebuah kursi meja makan tersebut


 "mmm...sangat" balas verel ikut mendudukkan dirinya disebuah kursi yang posisinya berada disebelah tasya


"aku tiba-tiba kangen sama kamu sayang....awalnya" ucap tasya menggantung


"awalnya aku ragu untuk menghubungimu kembali, tapi gak ada salahnya aku coba kan....dan ternyata benar kamu masih mau menemuiku" lanjut tasya menjelaskan

__ADS_1


"karena kamu membohongikuuu" balas verrel sambil mencolek hidung tasya sambil terkekeh dan balas pula dengan kekehan manja oleh tasya


"setelah kamu bilang mau kesini, aku langsung siapkan makan malam spesial untuk kamu, ayo dicobain" ucap tasya sambil merapikan posisi makan yang telah tersedia disana


suasana makan malam itupun terlihat sangat romantis, makanan yang tertata rapi di meja makan yang dihias oleh bunga mawar cantik di vas bunga serta juga ada beberapa lilin yang sengaja dinyalakan untuk menambah suasana makan malam itu menjadi sangat romantis, sungguh benar-benar identik dengan kata romantis.


"aku tidak sempat masak sendiri, tapi aku pesan semua makanan ini dari restoran favorite kita" ucap tasya disela-sela makannya itu


ngomong - ngomong soal makan malam, verrel jadi teringat dengan pricilla bahkan sampai menghentikan pergerakannya yang saat ini memasukkan satu potong daging ke mulutnya


"sedang apa dia sekarang?? apa dia sudah makan yah??" gumam verrel dalam hatinya


"kenapa sayang?? apa makanannya tidak enak??" tanya tasya setelah melihat verrel yang hanya memainkan makanannya saja


"aah tidak" balas verrel dengan cepat setelah tersadar dari lamunannya


setelah selesai dengan makan malamnya mereka beralih ke sofa ruangan tamu sambil mengobrol santai, tak lupa pula verrel meminta penjelasan mengapa wanita itu tiba-tiba menghubunginya padahal mereka sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi setelah keduanya sepakat berpisah pada saat itu


"aku pikir setelah menyibukkan diri dengan syuting stripping dibali dan jauh darimu membuatku mudah untuk melupakanmu....tapi" jawab tasya menjelaskan namun sempat terhenti sejenak


"tapi ternyata itu tidak bertahan lama, karena setelah syutingku stripping ku selesai dan kembali ke jakarta rasanya aku benar-benar kehilangan kamu sayangg" lanjut tasya menjelaskan dengan raut wajah sendu


"gimana keadaan opamu?" tanya tasya karena tiba-tiba teringat dengan opa verrel yang menentang keras hubungannya itu

__ADS_1


"opa lagi dirawat diparis, sejak 6 bulan yang lalu" balas verrel tanpa ekspresi karena sebenarnya laki-laki itu masih sedang mencerna perkataan yang lontarkan oleh wanita dihadapannya itu


"semoga lekas pulih ya, aku harap dia tidak akan menentang hubungan kita lagi sayang" balas tasya dengan ekspresi penuh harap


dan verrel pun yang mendengar itu tak tahu harus mengatakan apa, ia hanya terdiam sambil menatap tasya dengan tatapan yang sulit diartikan, sepertinya hanya verrel lah yang mengetahuinya arti dari tatapan tersebut


"oh yaa aku disini hanya seminggu sayang. karena masih ada beberapa pemotretan yang harus aku selesaikan sebelum benar-benar stay kembali dijakarta" ucap tasya dengan antusias lalu memeluk tubuh verrel dengan sangat manja lalu mendekatkan wajahnya ke wajah verrel, kemudian tasya menge(c)up mesra bibir verrel hingga berubah menajadi luma(t)an yang penuh gai(r)ah. tangan tasya sudah melingkar sempurna dileher verrel dan dia mulai berani ******* bibir verrel lebih dulu . bagaikan seekor kucing yang diberi ikan, tentu saja verrel menyambut ******* bibir tasya dengan sangat agresif hingga ia merasa semakin bergairah karena tasya berani memulainya lebih dulu.


mulut tasya yang sengaja dia buka memberikan akses pada verrel untuk memasukan lidahnya ke dalam, dan kini lidah mereka pun saling beradu dan saling membelit satu sama lain yang rasanya itu sungguh memabukkan, setelah beberapa saat napa mereka pun mulai memburu, namun tasya masih terus menyesap bibir bawah dan atas verrel secara bergantian dengan agresifnya.


verrel pun dibuat terkejut dengan ciuman tasya yang terlihat semakin liar, wanita itu seolah terlalu mahir dengan kegiatan panas tersebut


...****************...


Sementara disisi lain, pricilla pun terus melirik ke arah jam yang menempel di dinding kamarnya itu, kini waktu telah menunjukka pukul 02:00 malam, namun verrel belum juga menunjukkan batang hidungnya.


"lagi dimana dia??" gerutu pricilla dengan dirinya sendiri


"bahkan sesibuk-sibuknya dia dilokasi syuting, verrel tak pernah balik selarut ini" tambahnya lagi dengan gelisah.


pricilla pun meraih ponselnya yang berada diatas nakas lalu menghubungi suaminya, pasalnya ia sangat khawatir saat ini karena verrel belum pulang-pulang juga, apalagi mengingat kondisi verrel tadi pagi membuat pricilla semakin gelisah karena bisa saja sakit itu kambuh kembali ditengah perjalanannya itu.


📞 " ttett....ttett....ttett...."

__ADS_1


📞 "nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan menghubungi kembali sesaat lagi"


"ah sudahlah, sepertinya verrel benar-benar ada urusan penting" lanjut pricilla sambil berusaha berpikir positif


__ADS_2