Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MENJENGUK PRESDIR SOEDJOKO


__ADS_3

sementara verrel yang sudah tak tahan dengan ledekan duo ibu ibu itu, sontak menarik tangan pricilla dan berlalu begitu saja meninggalkan mertua dan juga kedua orang tuanya.


"eh mau kemana kalian??" teriak nyonya ivan


"ada urusan" balas verrel dengan singkat, sambil mempercepat langkahnya


"ehhh tunggu dulu" teriak nyonya ivan menghentikan


langkah mereka pun terhenti, verrel membalikkan badannya kearah nyonya ivan "apa lagi sih mi??" tanya verrel malas


"kalian temui opa dulu, dari tadi opa menunggu kalian didalam" tutur nyonya ivan


"ha?? opa udah siuman??" tanya verrel dengan sumringah


"iyaaa, kalian temui gih" jawab nyonya ivan


dan saat itu juga verrel berlari kearah pintu ruangan tersebut dengan raut wajah sumringah, laki-laki itu sudah tak sabar menemui sang opa tercinta yang katanya telah siuman. namun tanpa ia sadari tangannya masih menggengam erat tangan pricilla dan membuat pricilla tersandung kedepan karena tarikan tiba-tiba dari verrel. verrel yang akhirnya menyadari itu dengan spontan langsung menimang tubuh pricilla, dan terjadilah adegan romantis tuk kedua kalinya.


kini keduanya saling bersitatap !!! verrel yang menatap lekat manik mata pricilla membuatnya seketika terpesona, dan tiba-tiba jantung laki-laki itu kembali berdetak tak karuan entah apa penyebab nya??


setelah beberapa detik, verrel pun tersadar. ia terlebih dahulu memutuskan kontak mata dengan pricilla dan laki-laki itu kemudian menopang tubuh pricilla dan membantunya tuk berdiri, setelah itupun ia berlalu begitu saja meninggalkan pricilla ditempat itu dan dia melanjutkan langkahnya untuk masuk dalam ruangan tersebut


"opa" panggil verrel dengan saat telah berada disamping brankar sang opa


"di-mana is-tri-mu" tanya opa soedjoko dengan suara lirih


"di-dia masih diluar opa" jawab verrel gelagapan


"pa-ng-gil di-a kema-ri" perintah opa soedjoko yang masih dengan suara lirihnya


"baiklah op..." ucap verrel yang seketika terhenti, karena matanya langsung tertuju kepada sosok wanita yang sedang berjalan menuju ke arahnya


"opaaaa" panggil pricilla menghampiri sang opa dengan sumringah

__ADS_1


dan opa soedjoko pun membalasnya juga dengan sebuah senyuman


"bagaimana keadaan opa?" tanya pricilla sambil memegang bahu pria paruh baya itu


"a-ku baik ba-ik sa-ja" jawabnya terbata-bata


"syukurlah, aku ikut senang melihat kondisi opa semakin membaik" tutur pricilla tersenyum


"te-ri-ma ka-sih" balas opa yang masih terbata-bata dengan suara seraknya


"cih, cari muka!!! dasar pencitraan" gumam verrel dalam hati


"opa.....sepertinya opa masih butuh istrirahat" sahut verrel yang berusaha mengalihkan pembahasan


opa soedjoko pun mengangguk


"apa opa mau verrel pijit?" tanya verrel sambil memegang bahu kiri sang opa


opa soedjoko pun kembali mengangguk


"memangnya salah ?? kalau verrel mijit opa??" tanya verrel bingung


"ti-dak !!! tidak ada ya-ng salah, cu-ma baru kali ini opa mer-asa kamu ter-lalu perhatian ke opa"


"apa i-lni ada-lah tanda terimakasih mu ke opa , ka-rena te-lah menca-rikan mu istri yang baik dan juga can-tik kan" tambah opa soedjoko sambil yang masih sedikit terbata-bata


"opaaa...apa sih" balas verrel malas sambil buang muka


namun pipi laki-laki itu yang kini sudah mulai merona tidak bisa disembunyika, opa soedjoko pun yang melihat itu menjadi terkekeh geli


"kenapa wa-jah mu" ledek opa soedjoko dengan lirih yang hampir tak terdengar


"ada apa dengan wajah verrel opa" tanya verrel pura-pura tak tahu

__ADS_1


"tidak apa a-pa, wajah mu sungguh tam-pan, sampai sam-pai istri mu tak hen-ti hentinya meman-dangi mu tuh" jawab opa soedjoko sambil menggoda cucunya itu


"opaaaa" balas verrel malass


dan disaat itu juga salah satu perawat yang berjaga diruangan tersebut datang menghampiri mereka


"désolé le temps de visite est écoulé" "maaf waktu berkunjung sudah habis" ucap perawat itu sambil membungkuk sopan kearah pricilla dan juga verrel


"dia ngomong apa" tanya pricilla menatap ke arah verrel


verrel pun menggelengkan kepalanya, kerena dirinya juga tak mengerti bahasa tersebut


"sorry I didn't understand what you were saying" "maaf saya tidak mengerti apa yang anda katakan" jawab pricilla berbahasa inggris kepada perawat itu


"oh you don't understand?" "oh kamu tidak mengerti" balas perawat itu dengan bahasa inggris juga


verrel dan pricilla pun mengangguk, menandakan bahwa dirinya memang tidak mengerti dengan bahasa prancis


"so I said earlier, if the visit limit is up, sir, miss" "jadi, saya tadi mengatakan, kalau batas besuknya sudah habis tuan, nona" tutur perawat itu menjelasskan dengan berbahass inggris


"oh well, then we'll get out" "oh baiklah, kita akan keluar" balas verrel kepada perawat itu


"opa verrel keluar dulu yah" tambah verrel kepada sang opa lalu meraih wajah opanya itu dan mencium keningnya, kemudian berlalu begitu saja kearah pintu keluar meninggalkan pricilla yang masih berdiri disana


"verrel kau tak tunggu istrimu?" teriak opa soedjoko namun verrel tak menghetikan langkahnya, ia tetap berjalan gontai menuju kearah pintu keluar


"nak, ka-mu sabar yah mengha-da-pi sikap su-a-mi mu i-tu, o-pa ha-rap ka-mu bi-sa me-nger-ti" ucap opa soedjoko penuh harap


pricilla pun hanya terdiam, diri nya tak tahu harus mengatakan apa, ia hanya melebarkan senyumannya ke arah opa soedjoko


tiba tiba perawat itu menghampiri pricilla lagi dan berkata "sorry miss, your visiting time is up, please leave this room" "mohon maaf nona, waktu berkunjung anda sudah habis, silakan tinggalkan ruangan ini"


pricilla pun hanya mengangguk paham ke arah perawat tersebut lalu beralih ke opa soedjoko

__ADS_1


"opa pricilla keluar dulu, opa cepat sembuh yaah, supaya bisa balik indo secepatnya" ucap pricilla kepada opa soedjoko, dan setelah itupun wanita itu berjalan kearah pintu untuk keluar dari ruangan tersebut.


__ADS_2