
kini hari sudah siang, dimana pricilla sedang asyik menonton drama korea kesukaannya di dalam kamar, sedangkan verrel sibuk berkutik dengan ponselnya diruang tamu
......ting.....ting.....ting............
suara bel apartment berbunyi, verrel yang mendengarnya langsung menghentikan aktifitasnya lalu beranjak untuk membuka pintu
"mami, bunda" ucap verrel setelah membuka pintu
"ayo masuk dulu" tambah verrel lagi
dou ibu ibu sosialita itupun melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartment tersebut dan segera mendudukkan dirinya disebuah sofa yang berada diruang tamu tersebut
"pricilla mana rel" tanya nyonya ivan kepada verrel
"di kamar mi, lagi tidur kali" jawab verrel santai
"waduh sepertinya ada yang kelelahan nih semalem, sampai sampai sudah siang begini ia belum bangun juga??" ledek nyonya ivan
"mami, apa apaan sih" balas verrel malas
"sepertinya aku harus mencek keadaan menantuku terlebih dahulu, kau tak berbuat kasar kan kepadanya??" ucap nyonya ivan yang kini telah beranjak dari duduknya
verrel yang mendengar itu hanya terdiam membisu, ia tak tahu harus menjelaskan apalagi ke maminya itu, bahkan menyentuh wanita itupun belum pernah, apalagi berbuat macem macem terhadapnya.
"verrel, lain kali pelan pelan yah sayang, kasihan istri kamu" tambah nyonya agna tersenyum, yang kini masih menyaksikan verrel terdiam membisu
"bun-" ucap verrel terpotong
"iyaaaa....bunda paham, tapi lain kali kau harus lebih lembut lagi yah sayang biar istrimu ngak kesakitan" potong nyonya agna
...tok....tok....tok........
"sil....buka pintunya sayang" teriak nyonya ivan didepan pintu
"sayang apa kau masih merasakan sakit, sampai sampai kau tak bisa bangun??" tambah nyonya ivan didepan pintu
verrel yang mendengar celotehan mami ivan merasa muak, ia sudah tak tahan lagi dengan kesalahpahaman ini, ia beranjak dari duduknya dan menghampiri maminya yang masih di depan pintu kamar
"mami stop !!! bisa ngak sih mami ngak bahas itu lagi" ucap verrel menghampiri nyonya ivan
"sepertinya kau masih malu?? sudahlah ngak usah sungkan-sungkan sama mami" goda nyonya ivan
"mami !!! verrel ngak mau bahas soal itu lagi" ucap verrel yang sedikit meninggi
"okay....mami ngak akan bahas lagi, tapi kamu harus janji untuk segera memberikan mami cucu" ucap nyonya ivan dengan nada meledek, yang making membuat si empu tersipu malu, kini raut wajahnya sudah seperti udang rebus.
.......klek.......
__ADS_1
tiba tiba suara pintu terbuka
"eh sil.....kamu sudah sembuh sayang?" ucap nyonya ivan
"hah" tanya pricilla bingung
nyonya ivan yang melihat dirinya mendapat pelototan dari verrel membuat dirinya menghentikan ucapannya
"eh maksud mami, apa kau baik baik saja??" tanya nyonya ivan mengalihkan pembahasan
"iya mi" balas pricilla tersenyum
mami ivan mengangguk "kalau gitu kita keruang tamu dulu yuk, bunda kamu sedang menunggu di sana" ucapnya sambil merangkul menantunya itu berjalan kearah ruang tamu
"bundaa" panggil pricilla yang kini berhambur memeluk bundanya
"sil, apa kabar sayang" sapa nyonya agna melepas pelukannya lalu mengelus elus bahu putrinya
"baik bun" balas pricilla santai
"bunda kenapa ngak mampir kesini kemarin?? katanya mau mampir" ucap pricilla lagi yang kini mulai cemberut
"kemarin bunda ngak jadi berangkat ke rumah sakit sil, soalnya bunda ada meeting tiba-tiba" jawab nyonya agna
"oh gitu" balas pricilla sambil mengangguk
"iya, gak apa apa kok mi" balas pricilla tersenyum
"oh ya verrel, pricilla ngerepotin kamu ngak disini??" tanya nyonya agna kepada menantunya
"luma-" ucap verrel yang baru mau ngomong langsung dipotong oleh pricilla
"ya ngak lah bun" potong pricilla dengan cepat
"beneran verrel??" tanya nyonya agna lagi
pricilla melotot tajam ke arah verrel, seakan memberi kode ke pria itu agar ngak ngomong macem macem
"e- enggak sih bun, pricilla mandiri kok, dia masakin verrel tadi" balas verrel seraya tersenyum
mendengar ucapan menantunya itu, nyonya agna hanya mangguk-mangguk, ia merasa lega mendengarnya, sepertinya putrinya itu sudah bisa menjadi seorang istri yang baik
"oh ya, kedatangan kita kesini buat ngajak kalian menjenguk opa, apa kalian ngak kangen sama opa??" sahut nyonya ivan
"oh iyaaa, bunda sampai lupa ngomong nya" tambah nyonya agna
"cepatan kalian siap-siap sana, entar keburu sore" tambah nyonya ivan
__ADS_1
sekitar 45 menit menempuh perjalanan, kini mereka telah berada di rumah sakit, tepatnya dikamar rawat opa soedjoko, terlihat dimana pria paruh baya itu sedang terbaring lemah di atas brankar
"opa, apa kabar" sapa verrel menghampiri sang opa
"kabar ku baik, apalagi melihat kau datang bersama istrimu" jawab opa soedjoko tersenyum
"istri?" gumam verrel dalam hati lalu berbalik ke arah pricilla yang sedang berdiri disampingnya
verrel mengangguk lalu tersenyum kearah opa
"pricilla.....apa verrel memperlakukanmu dengan baik nak??" tanya opa soedjoko dengan suara seraknya
sebelum menjawab pricilla menatap ke arah verrel terlebih dahulu, namun pria itu langsung memberikan tatapan tajam yang membunuh, membuat nyali pricilla menciut untuk mengatakan yang sesungguhnya
"ba-baik kok opa" jawab pricilla sedikit gugup
"baguslah, berarti verrel sudah menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang baik" balas opa soedjoko lega
"baik apanya?? bahkan ia enggang tuk berbagi tempat tidur kepadaku" ucap pricilla dalam hati
"huuuhh.....syukurlah, dia tak berkata macam macam" gumam verrel dalam hati
"opa senang melihat kalian seperti ini" sahut opa soedjoko dengan pelan sambil tersenyum bahagia
keduanya pun hanya terdiam, lalu memberikan senyum yang sedikit terpaksa kearah opa soedjoko
"opa harap, kalian tetap seperti ini" ucapnya lagi dengan penuh harap
...----------------...
...----------------...
...----------------...
kini hari mulai petang, terlihat mereka sedang duduk bercengkrama di sebuah sofa yang tersedia di ruangan rawat opa soedjoko yang berstandar VIP itu.
"oh ya, kapan kalian berencana bulan madu??" tanya tuan ivan
verrel dan pricilla sontak saling bertatapan, mereka tak habis pikir dengan maksud orang tuanya itu.
"pah....kita ngak perlu berbulan madu" sahut verrel malas
"harusnya kita lebih fokus ke opa yang besok akan menjalani proses operasi, bukan malah membahas hal yang gak penting" tambah verrel bergerutu
"hal yang gak penting?? kata siapa bulan madu ngak penting?? rel kami ini sudah mulai tua, dan sudah saatnya kami menimang cucu dari kalian" sahut nyonya ivan yang sedikit meninggi
"betultuh apa kata mami kamu, sudah saatnya kamu memiliki keturunan" tambah tuan ivan membenarkan
__ADS_1
"pokoknya setelah proses operasi opa selesai, kalian akan berbulan madu, dan untuk tiketnya biar mami yang mengurus" sahut nyonya ivan dengan tegas