
tibalah dimana malam pertunangan cucu dari pemilik PT.SJ GROUP dan putri dari pemilik PT.AGNA GROUP, acara pertunangan tersebut digelar di sebuah restoran mewah di kawasan thamrin city, disana tampak sebuah ruangan yang telah dihias secantik mungking untuk mensukseskan acara pertunangan dari kedua konglomerat tersebut. disana memang terlihat sangat sepi karena restoran itu sengaja dibooking untuk acara tersebut, dan hanya dihadiri oleh keluarga inti saja, ya semua ini atas permintaan verrel sebelum ia menyetujui untuk mengiyakan rencana opa nya itu.
...FLASHBACK...
sore itu di rumah opa soedjoko !
"verrel kau sudah datang" ucap opa
"iya opa" ucap verrel
"apa kau sudah tidak sabar melihat calon mu itu" ucap opanya tersenyum tipis
"hhmm" verrel hanya berdehem malas
"kamu ini kenapa sih? tenang sajalah, opa yakin kau akan jatuh hati kepadanya ketika kau telah melihatnya" ucap opanya yang kembali tersenyum tipis
"opaaa, bukan itu" jawab verrel malas
"terus kamu ini kenapa?" tanya opanya lagi
"opa, verrel mau ini semua bersifat privacy dan verrel ngak mau kalau perjodohan ini sampai didengar oleh publik apalagi sampai digosipin yang tidak tidak, kalau sampai itu terjadi verrel ngak bakalan mau menerima perjodohan ini" ucap verrel dengan tegas
"kau ini seperti tak kenal opa mu saja, sejak kapan opa mau masalah pribadi opa diketahui oleh publik, lagi pula acara malam ini hanya dihadiri oleh keluarga inti saja" balas opanya dengan tenang
"baguslah kalo opa paham maksud verrel" ucap verrel
... FLASHBACK OFF...
__ADS_1
nyonya agna pun dan rere asistennya telah tiba di restaurant tersebut, dan asistennya itupun langsung memberikan bukti reservasi kepada pelayan yang berjaga dipintu depan dan para pelayan lainnya pun langsung membukakan pintu dengan senang hati sambil membungkuk sopan
setelah memasuki ruangan tersebut mata nyonya agna pun langsung tertuju kepada 3 orang pria dan 1 orang wanita telah duduk santai di depan meja yang telah dihias dengan megah itu dan juga terlihat 4 ajudan pribadi yang telah berdiri sekitar 1 meter di belakang mereka. nyonya agna yang melihat itupun langsung menghampiri dan berjalan ke arahnya
"maaf saya sedikit terlambat presdir" ucapnya kepada presdir soedjoko setelah tiba di meja tersebut
"tidak masalah" ucap presdir sambil berjabat tangan dengan nyonya agna
"oh yah perkenalkan ini anakku dan juga mantuku serta yang ini adalah cucuku" ucap presdir itu memperkenalkan anggota keluarganya satu per satu
"perkenalkan nama saya ivan soedjoko" sambil mengulurkan tangannnya ke nyonya agna
"saya sarnita" sahut nyonya ivan sambil mengulurkan tangannya kepada nyonya agna
sarnita ini adalah ibu tiri verrel, papanya telah menikah 2 tahun yang lalu setelah resmi bercerai dengan mamanya kandungnya 8 tahun silam, verrel juga telah memaafkan perbuatan kedua orangtuanya itu, sejak dirinya menjadi seorang aktor terkenal pikirannya mulai terbuka dan berusaha menerima kenyataan bahwa kedua orangtuanya memang sudah tidak bisa bersama lagi.
"hallo tante" kini sekarang giliran verrel yang mengulurkan tangannya
"haa-lo "balas nyonya agna dengan heran
"oh jadi verrel ini adalah cucu anda?" tanya nyonya agna heran yang mengarah kepada presdir soedjoko
"benar, dia adalah cucuku yang bakalan dijodohkan dengan putrimu itu" balas presdir soedjoko santai
"ta-pi dimana kah putrimu itu, lalu ini siapa" ucap presdir soedjoko mencari cari keberadaan pricilla
"oh ya itu dia, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya presdir, karena putri saya itu tiba-tiba berangkat ke bali untuk mengurus perusahaan cabang yang disana yang katanya sedang terjadi blunder, akan tetapi saya sedikit ragu, mungkin ini cuma alasan dia saja karena tak mau menghadiri acara pertunangannya malam ini" tutur nyonya agna menjelaskan dengan rauh wajah merasa bersalah
"sekali lagi saya meminta maaf presdir" tambahnya lagi
__ADS_1
"syukurlah tuhan masih berpihak kepadaku" gumam verrel dalam hati
"mungkin dia masih butuh waktu, biasalah anak anak paling tidak suka di desak" balas nyonya ivan menenangkan
"tapi putrimu itu benar benar nekat yah haha" tambah tuan ivan sambil tertawa memecah keheningan di tempat itu
"tapi kita juga sudah tidak bisa mengulur-ulur waktu loh, saya ini sudah tua, apalagi merekakan sudah diberi waktu lebih dari 1 tahun, apa itu belum cukup?" sahut presdir soedjoko dengan tegas
"dan satu lagi nyonya agna, apakah kau benar masih tetap setuju kan untuk perjodohan ini? jangan bilang kau ingin mengingkarinya" tambah presdir soedjoko yang sedikit khawatir
"tentu saja presdir, ini adalah sebuah janji, jadi mau tidak mau putriku harus menepati janjinya itu" balas nyonya agna dengan yakin
"bagus kalau begitu" ucap presdir soedjoko yang merasa legah mendengar penuturan dari nyonya agna
mereka kembali berbasa basi dan membahas soal perkembangan perusahaan mereka, verrel yang mendengar itu menjadi malas karna dirinya paling tidak suka membahas soal dunia bisnis.
"opa, sepertinya verrel sudah harus pulang sekarang, soalnya verrel ada syuting pagi" sahut verrel menghentikan basi basi tersebut
"baiklah kalau begitu, kau langsung pulang yah ke apartment mu jangan keluyuran" balas opanya
"iya opa, kalau begitu verrel pamit dulu yah, papa,mami,tante verrel pamit" ucap verrel sambil menjabat tangan mereka satu persatu
setelah ditinggalkan oleh verrel mereka pun melanjutkan diskusinya itu dan sekalian menyusun rencana untuk mempertemukan verrel dan pricilla tanpa mereka ketahui agar mereka tidak bisa mencari cari alasan lagi
"untung saja verrel cepat pulang yah hahah" ucap tuan ivan
"jadi punya kesempatan untuk membahas ini" ucap nyonya agna menambahkan
"ya sudah kalau begitu mari kita pulang, ini sudah larut, lagipula semuanya sudah bereskan?" tambah nyonya ivan
"baiklah, semoga rencana kita lancar yah" ucap ivan kepada nyonya agna dan dibalas dengan anggukan oleh agna. setelah itupun mereka berdiri dan berjalan kearah pintu dan berlalu untuk keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1