Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
OPA SOEDJOKO SEDANG OPERASI


__ADS_3

Saat ini pun, mereka telah tiba dirumah sakit. setelah tiba disana mereka langsung bergegas menuju keruangan operasi, karena tuan ivan sempat menghubungi istrinya itu disaat mereka sedang dalam perjalanan menuju kerumah sakit, ia mengatakan kepada istrinya bahwa dokter yang menangani opa soedjoko mengatakan kalau tim dokter saat itu sudah tak boleh lagi buang buang waktu, mereka harus melakukan tindakan segera disaat itu juga karna kondisi kesehatan opa soedjoko semakin memburuk


semua itu berawal dari kenekatan opa soedjoko yang terlalu memaksakan dirinya untuk menghadiri pesta pernikahan cucunya itu, padahal dokter telah melarang keras untuk tak meninggalkan rumah sakit pada saat itu, namun boleh buat? pria paruh baya itu terlalu keras kepala dan tetap kekeh pada pendiriannya, dimana dirinya tetap ingin menyaksikan pesta pernikahan cucu semata wayangnya itu walaupun nyawa adalah taruhannya.


"mas, gimana keadaan ayah?" tanya nyonya ivan kepada suaminya


"aku belum tahu" jawab tuan ivan dengan raut wajah frustasi


"operasinya berapa lama lagi mas?" tanya nyonya ivan lagi


"kurang lebih 2 jam lagi" jawab tuan ivan sambil mengusap wajahnya kasar, dirinya sangat frustasi, ia benar-benar tak ingin terjadi apa-apa dengan ayahnya, karena hanya ayahnya lah yang ia punya sekarang ini, sebab ibunya telah meninggal beberapa tahun yang lalu, jauh sebelum verrel lahir.


beberapa jam kemudian, dokter pun membuka pintu ruangan operasi tersebut.


.........klekk.........


"comment va mon père docteur" "dok bagaimana dengan ayah saya" tanya tuan ivan kepada dokter yang menangani ayahnya itu


"est-ce que mon père va bien docteur?"


"dok apa ayah saya baik baik saja?" tanya tuan ivan panik


"oui, l'opération se déroule bien"


"ya, operasinya berjalan dengan baik" jawab dokter itu dengan tenang


tuan ivan yang mendengar itupun langsung meresa lega, dan kedua ibu-ibu sosialita itupun yang mendengar perkataan dari dokter tersebut sontak bersamaan mengucap syukur kepada allah swt sebagai tanda terimakasih atas kelancaran operasi untuk opa soedjoko


"apa yang dikatakan dokter itu pah?" tanya verrel kepada papanya


"operasinya berjalan dengan lancar" jawab tuan ivan sambil mendudukkan dirinya kembali ke kursi


"syukurlah pah" balas verrel yang kini juga telah merasa legah


beberapa menit kemudian, pintu itu kembali terbuka, terlihat dokter yang menangani presdir soedjoko sedang melangkah keluar dari ruangan operasi tersebut

__ADS_1


tuan ivan segera beranjak dari duduknya lalu menghampiri dokter tesebut


"puis-je lui rendre visite" "apa sekarang aku boleh menjenguknya?" tanya ovan kepada dokter itu


"maintenant le patient sera conduit à la salle de soins intensifs" "sekarang ini pasien akan dibawa keruangan perawatan intensif (ICU)" jawab dokter itu singkat


"et pour votre question, j'ai dit plus tôt que vous pouvez le visiter lorsque le patient est conscient" "dan untuk pertanyaan anda, tadi saya sudah mengatakan bahwa anda boleh mengunjunginya saat pasien telah sadar" tambah dokter itu lalu kembali melanjutkan langkahnya


tak beselang lama, salah satu dari perawat yang berada di ruang itu membuka pintu ruangan operasi itu dengan lebar, dan kini brankar yang ditempati opa soedjoko sedang didorong oleh beberapa perawat lainnya menuju ke ruang ICU


"pah opa kenapa" tanya verrel karena tak mengerti perkataan dokter yang tadi, ditambah lagi melihat opanya yang sedang terbaring lemah disebuah brankar yang didorong oleh beberapa perawat yang membuatnya semakin panik.


"dokter mengatakan kalau presdir akan segera dibawa ke ruangan ICU" sahut nyonya agna mengartikan


"jadi itu berarti opa baik baik saja tan?" balas verrel bertanya


"bundaa kok tante sih" sahut nyonya ivan mengoreksi perkataan anak tirinya itu


"eh maaf bunda" ucap verrel sambil menutup mulutnya


"heheh ngak apa-apa verrel, kan belum terbiasa" jawab nyonya agna menimpali


setelah sampai didepan ruangan tersebut, langkah merekapun langsung dihentikan oleh beberapa perawat yang menjaga disana, karena peraturan dirumah sakit tersebut, tidak memperbolehkan pasien pasca operasi untuk dijenguk sebelum kondisi pasien benar benar pulih.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Dan kini hari sudah mulai sore, mereka yang dari tadi menunggu didepan ruangan tersebut, sudah mulai merasa jenuh. sedangkan pricilla yang dari tadi sudah merasa kelaparan kita tak bisa lagi menahannya untuk jangka yang lebih lama lagi.


"bun pricilla lapar" bisik pricilla ditelinga nyonya agna


"terus??" tanya nyonya agna

__ADS_1


"temenin bun" ucap pricilla manja


"kamu kan sudah punya suami, jadi minta di temenin sama suami kamu lah" jawab nyonya agna yang suaranya sengaja di keras-keraskan


"emangnya mau kemana sih?" sahut nyonya ivan bertanya


"mau ditemenin cari makan katanya" balas nyonya agna yang kini masih sengaja mengeraskan suaranya


"yaudah tuh rel, kamu temenin istri kamu cari makan dulu, kasiankan kelaparan dari tadi" titah nyonya ivan kepada verrel


"ngak usah mii, pricilla bisa sendiri" timpal pricilla tersenyum lalu beranjak dari duduknya


"ngak sil kamu harus ditemenin verrel" balas nyonya ivan kekeh


"kan orang nya udah ngomong kalo dia bisa sendiri mi" sahut verrel dengan malas


"apaansihh....siapa juga mau ditemenin sama lo" gumam pricilla dalam hati


"pricilla pamit dulu" ucap pricilla sambil melangkah pergi tanpa memperdulikan perdebatan antara ibu dan anak itu


"verrel kamu kejar dia" perintah nyonya ivan menatap verrel dengan tajam


"tapi mi" balas verrel dengan malas


"verrel......dia itu istri kamu dan dia sudah menjadi tanggung jawab kamu, kalau sampai pricilla kenapa kenapa! kamulah yang harus bertanggung jawab" tutur nyonya ivan sedikit meninggi


"ayo cepat, kejar" tambahnya lagi


verrel yang mendengar penuturan maminya itu langsung berlari kearah pricilla, dan mengejar wanita itu.


"eiii tunggu" teriak verrel sambil berlari mengejar pricilla


pricilla yang mendengar itu semakin mempercepat langkahnya


"heiii" teriak verrel yang kini sudah semakin dekat

__ADS_1


pricilla mempercepat langkahnya dan sesekali berlari agar semakin menjauh dari verrel, namun tiba-tiba saja ia menambrak seseorang dihadapannya, dan ia pun terjatuh karna tak bisa menyesuaikan keseimbangannya


.........Bruuukkkkkkk.........


__ADS_2