
kini pricilla telah selesai dengan kesibukan syutingnya itu yang memakan waktu hingga 5 hari di tambah lagi dengan waktu break yang diberikan sangat sedikit yang membuat pricilla harus punya istirahat yang cukup setelahnya.
"sil bangun,sarapan dulu" panggil nyonya agna membangunkan sang putri
"hmmm" pricilla hanya berdehem
"sil kamu dengerin bunda ngak sih?" tanya nyonya agna dengan nada yang sedikit keras
pricilla membuka sedikit matanya lalu berkata "bun, pricilla butuh istirahat hari ini! jadi bunda dan yang lainnya sarapan aja duluan" balas pricilla dengan mata yang masih tertutup
"sepertinya anak ini benar benar kelelahan akibat jadwal syuting yang padat selama beberapa hari terakhir ini" gumam nyonya agna dalam hati
"yaudah kamu istirahat dulu gih,jangan lupa makan tapi! kamu harus jaga kesehatan juga" balas nyonya agna lalu berjalan keluar dari kamar menuju kearah dapur untuk sarapan bersama tourguide dan asistennya itu
dan kini mereka pun menikmati hidangan yang dibuat oleh tiffany dan rere dengan lahap tanpa melontarkan sepatah kata. setelah selesai makan mereka kembali sibuk dengan aktifitasnya masing masing, dimana rere sedang mencuci piring dan tiffany berkutik dengan layar laptopnya sedangkan majikannya menghabiskan waktunya untuk menonton sebuah acara tv
...beberapa jam kemudian...
"maaf nyonya ini sudah pukul 02:00 siang, apa ngak sebaiknya kita berangkat sekarang?" tanya tiffany kepada nyonya agna yang sedang fokus kearah tv yang ditonton nya
"kamu benar! kalau begitu saya kemar dulu, dan tolong kabari rere kalau dirinya akan ikut bersama kita" balas nyonya agna sambil bangun dari duduknya dan berjalan menuju kekamarnya dan pricilla
"sil kamu udah bangun?" tanya nyonya agna yang melihat putrinya itu hendak masuk ke kamar mandi
"eh iya bun" jawab pricilla yang baru menyadari kedatangan sang bunda
"bunda rencana mau ke mall hari ini, kamu mau ikut?" tanya nyonya agna lagi
"ngak deh bun, aku di sini aja! sepertinya aku masih butuh istirahat" jawab pricilla
"yaudah sana mandi dulu habis itu makan" ucap nyonya agna yang berlalu ke area wardrobe untuk bersiap siap ke mall
__ADS_1
"iya bun" ucap pricilla berlalu menuju kamar mandi
nyonya agna pun keluar dari wardrobe nya dan terlihat wanita paruh baya itu sedang menggunakan mantel tebal dan juga celana beludru yang juga tebal dengan warna senada dan tak lupa pula ia menambahkan syal yang dikalungkan dilehernya agar bisa menghalau dirinya dari suhu dingin di luar ruangan
"sil...bunda jalan dulu yah" teriak nyonya agna didepan pintu kamar mandi
"hmm" jawab pricilla didalam kamar mandi sambil keramas
nyonya agna pun keluar dari kamarnya dan melanjutkan langkahnya keluar dari dalam unit apartment tersebut diikuti dengan rere dan tiffany dari belakang
...----------------...
...----------------...
...----------------...
kini mereka telah sampai di sebuah mall terbesar di paris dan seperti biasa, nyonya agna kembali menemui seorang pria paruh baya dan juga istri dari pria tersebut. ya sudah beberapa hari terakhir ini mereka sering bertemu dan pastinya pertemuan mereka tidak lain dan tidak bukan hanya untuk membahas sesuatu yang sangat penting tersebut.
"kabar buruk" jawab pria paruh baya itu
"opa!" jawab tuan ivan yang terhenti sejenak, karena tak bisa melanjutkan perkataannya itu
"opa? ada apa dengan presdir soedjoko?" tanya nyonya agna yang masih penasaran
"kondisinya semakin memburuk" jawab tuan ivan dengan raut wajah penuh kesedihan
"maksud anda?" tanya nyonya agna tak mengerti
"ia kondisinya semakin memburuk jadi dokter memajukan jadwal operasinya, dan itu berarti pernikahan mereka juga harus dimajukan" jawab tuan ivan
"antarkan aku ketemu presdir sekarang, aku ingin melihat kondisinya! dan soal pernikahan mereka akan kita urus setelah aku ketemu dengan presdir" balas nyonya agna yang sudah tidak sabar menemui presdir soedjoko
__ADS_1
"baiklah" balas tuan ivan sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar dari restaurant itu
25 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah sakit, dan saat ini mereka telah berada diruangan VVIP tempat dimana presdir soedjoko dirawat, nyonya agna yang melihat presdir itu telah terbaring lemah tak berdaya langsung menghampirinya
"presdir" panggil nyonya agna dengan raut wajah sedih
presdir soedjoko hanya dapat meliriknya tanpa mengeluarkan sepatah kata
"presdir, bertahanlah! aku akan menepati janjiku dan keinginanmu untuk melihat cucumu bersanding dipelaminan akan segera terwujud" ucap nyonya agna meyakinkan
"presdir, kau mendegarku kan! kau harus kuat presdir, kami yakin kau pasti bisa" tambah nyonya agna lagi
presdir yang mendengar ucapan nyonya agna itu hanya mampu meneteskan air matanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun
disaat itu juga tiba tiba datanglah seorang perawat keruangan rawat presdir soedjoko dan mengatakan kalau jam besuk sudah habis dan presdir sudah harus istirahat sekarang! jadi nyonya agna dan lainnya kembali keluar dari ruangan rawat tersebut.
...disebuah restaurant yang letaknya tak jauh dari lokasi rumah sakit presdir...
"lalu bagaimana dengan rencana kita?" tanya tuan ivan disela-sela obrolannya
"aku ikut bagaimana baiknya saja" balas nyonya agna
"kalau begitu bagaimana kalaj besok kita pertemukan mereka dan mengatakan yang sebenarnya?" sahut tuan ivan lagi memberi masukan
"tak masalah" balas nyonya agna singkat
"baiklah kalau begitu, saya pamit dulu karna harus menemui pihak butiq dan memastikan kalau dia bisa menyelesaikan pakaian pernikahan mereka dalam jangka 3 hari lagi" tambah nyonya agna lagi kepada tuan ivan
"ya silahkan, dan untuk wo tenang saja nanti saya yang akan mengurusnya" balas tuan ivan
"kalau begitu saya permisi" balas nyonya agna meninggalkan tempat itu diikuti dengan asisten dan juga tourguide nya
__ADS_1
ya tepatnya 2 bulan yang lalu disaat verrel sudah pulang dari acara pertunangannya yang gagal itu, malah orang tua dari calon pengantin tersebut mengambil kesempatan untuk membuat sebuah rencana agar dapat menikahkan anaknya secara diam diam agar ngak ada lagi penolakan, dan saat itu juga presdir soedjoko mengatakan kalau dirinya 2 bulan lagi akan melakukan tindakan operasi dikota paris, jadi ivan mengusulkan agar menikahkan anaknya itu dikota paris saja, agar terhindar dari sorotan publik dan itu juga dapat disaksikan oleh presdir soedjoko setelah operasinya selesai yang notabene nya sangat ingin melihat cucu semata wayangnya itu menikah dengan wanita pilihannya yaitu pricilla