
dan kini sudah seminggu lamanya fero mengalami koma dan belum juga ada tanda-tanda jika laki-laki itu akan segera membuka mata. pricilla pun dengan setia menjaga dan menemani kekasihnya itu, setiap hari dirinya selalu menghabiskan waktunya untuk menemani kekasihnya itu dirumah sakit, bahkan pricilla sampai me-reschedule segala jadwal syutingnya, pricilla tidak ingin meninggalkan kekasihnya itu sendirian melewati masa-masa sulitnya
"sayang ayo dong.....buka mata kamu" ucap pricilla lirih sambil memeluk laki-laki itu
"sayang, apa kamu tak merindukan aku?? aku sangat merindukanmu sayang, aku rindu perhatianmu, aku rindu semuanya fer-" ucap pricilla terisak ia sudah tak sanggup melanjutkan ucapannya.
"sil......" panggil seorang wanita paruh bayah kepadanya
"eh tan" ucap pricilla sambil mengusap air mata di pipinya
"kamu masih saja menangis??" tanya nikita sambil berjalan kearah pricilla
"kamu yang kuat yah sayang, tante ngerti perasaan kamu, tante juga merasakan apa yang kamu rasakan saat ini" ucap nikita berusaha tersenyum sambil mengelus lembut pundak pricilla
"ayo senyum lagi dong, kan kalau senyum cantik" tambah nikita lagi kepada pricilla
pricilla pun mengangguk lalu membalikkan tubuhnya dan memeluk wanita itu dengan erat, ia melampiaskan kerinduannya terhadap fero kepada tante nikita, tangisannya pun semakin pecah dipelukan tante nikita, sepertinya wanita itu mengeluarkan segala beban yang selama ini ia pendam. setelah beberapa saat, tante nikita yang merasa pricilla mulai sedikit tenang mulai melepaskan pelukannya secera perlahan
"oh ya sil....ini sudah malam nak, kamu pulang gih" ucap nikita dengan lembut
"tapi tan-" balas pricilla terhenti
"nakk...ngak baik anak gadis pulang malem-malem, kamu balik gih besok kamu datang lagi" balas nikita menjelaskan
__ADS_1
"yaudah tante, kalau gitu pricilla pamit dulu ke fero"
"sayang aku balik dulu yah, besok aku akan datang lagi, dan aku sangat berharap setelah aku datang kamu sudah membuka matamu yah" ucap pricilla lembut tepat di telinga fero. setelah itupun pricilla langsung mengambil tas dan ponselnya diatas nakas lalu berpamitan ke tante nikita
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Selang beberapa saat kini pricilla telah dihalaman rumahnya, melihat itu vivi langsung berjalan menuju kearah pintu utama dan standby didepan pintu tersebut. dan disaat pricilla mulai membuka pintu itu, betapa terkejutnya dia setelah melihat vivi sedang berdiri dihadapannya dengan raut wajah datar sambil berpangku tangan
"sil, ada hal penting yang harus kita bicarakan" ucap vivi dengan raut wajah serius dan sedikit menekankan saat mengucap kalimat terakhir
"ngak bisa sil ini penting" ucap vivi dengan serius yang kini masih menatap kearah pricilla dengan tatapan yang sulit diartikan
"emangnya apa sih? hah?" tanya pricilla bingung
"gue jelasin diruangan lo" ucap vivi singkat lalu mendahului pricilla berjalan menuju keruangan pribadi wanita itu yang berada dilantai paling atas
setelah sampai diruangan tersebut, mereka langsung mendudukkan dirinya disebuah kursi meeting yang telah tersedia disana.
"ada apa sih vi?" tanya pricilla malas, dirinya sudah sangat capek seharian ini dengan segala aktifitasnya, jadi malam ini ia benar-benar sudah tak punya waktu untuk membahas soal kerjaan
__ADS_1
"nih surat peringatan dari Product House !!! lo baca sendiri tuh" ucap vivi datar sambil menyerahkan lembaran surat peringatan dari sebuah rumah produksi yang menaungi wanita itu
"hahh surat peringatan" ucap pricila terkejut heran
dengan cepat pricilla pun meraih surat tersebut dan membacanya dengan seksama, dan betapa terkejutnya wanita itu setelah membaca kata demi kata yang menyatakan bahwa wanita itu mendapatkan Surat Peringatan (1) atas perbuatannya yang me-reschedule jadwal syutingnya itu secara sepihak dan tanpa acc terlebih dahulu dari Management . dan isi dari surat tersebut juga menyatakan bahwa apabila hal tersebut terulang lagi maka Product House akan memberikan Pinalty dengan jumlah yang sangat besar sesuai dengan perjanjian yang tertulis didalam kontrak kerja
"jujur bukannya gue tidak sopan yah ke lo" ucap vivi terhenti sejenak
"tapi gue juga harus mengatakan hal yang sebenarnya sil, kalau sekarang ini lo memang sudah semena-mena terhadap pekerjaan, karena lo terlalu mementingkan fero fero dan fero sampai-sampai semua jadwal syuting lo tunda-tunda seperti ini" ucap vivi panjang lebar dengan nada yang sedikit meninggi
"jadi menurut gue, lo pantas sih dapat surat peringatan dari Management, karena lo memang sudah kelewat batas dengan seenaknya ngak datang kelokasi dalam waktu yang cukup lama dan tanpa pemberitahuan ke Manangement, memang lo pikir selama seminggu lo gak ada gak menghambat proses syuting apa?" cecarnya lagi dengan panjang lebar
"untung-untung ini masih dikasih surat peringatan, gimana coba kalo mereka langsung memberikan surat penalty? gue juga kan yang pusing" ucap vivi yang kini tak habis pikir dengan kelakuan pricilla saat ini
pricilla pun yang mendapat cecaran dari asistennya itu hanya terdiam tak berkutik, apa yang dikatakan oleh asistennya itu memanglah semuanya benar, pricilla juga menyadari kesalahannya selama seminggu belakang ini, akhir-akhir ini ia memanglah tak bisa berpikir dengan jernih, sebenarnya ia me-reschedule sepihak proses syuting strippingnya itu karena pricilla sudah sangat pusing untuk membagi waktunya, apalagi saat ini ia sedang menghadapi musibah yang menimpa kekasihnya itu yang membuat dirinya tak bisa berpikir dengan jernih sehingga membuat keputusan tanpa memikirkan kedepannya seperti apa.
saat ini, wanita itu baru menyesali semua perbuatannya, ternyata keputusannya selama ini bisa saja membuat kariernya sebagai public figur yang selama ini ia cita-citakan kini terancam redup karena ulahnya itu yang tidak profesional dalam bekerja
"pricilla....gue paham keadaan lo saat ini" ucap vivi yang kini bangkit dari duduknya lalu mendeka kearah pricilla
"tapi gue juga mau mengingatkan ke lo, bahwa keputusan yang lo ambil saat ini adalah keputusan yang salah" ucapnya sambil mengelus bahu wanita itu dengan lembut
"pleasee....sil lo pikirkan kembali atas keputusanmu ini, jangan sampai lo menyesal nsntinya" tambahnya lagi dengan panjang lebar
__ADS_1