
Di pagi harinya, verrel pun bangun sambil terus memijit keningnya yang terasa pening sekali, saat ini ia masih berusaha membuka katupan kelopak matanya yang masih menyipit dan berusaha melihat jelas ruangan yang terasa asing baginya, memperhatikan warna tembok yang sangat kontras berbeda dengan kamarnya, membuat verrel pun berbalik badan dan melihat wanita yang masih terlelap disampingnya itu, namun sepertinya wanita itu tidak mirip dengan istrinya, terlebih lagi wangi harum yang diciumnya saat ini bukan wangi harum khas tubuh sang istri
verrel pun membulatkan matanya, dan benar-benar dibuat sangat terkejut setelah menyadari dia tidak tidur dikamarnya dan bukanlah tangan pricilla yang saat ini sedang melingkar diperutnya, ditambah lagi setelah ia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya itu verrel pun tambah syok karena melihat tubuhnya dan juga tubuh tasya yang saat ini tak tertutupi oleh sehelai benang pun.
keterkejutan verrel berhasil membuat tidur tasya terusik, dan sangat terpaksa tasya pun membuka kelopak matanya yang masih terasa berat.
"kamu sudah bangun sayang??" tanya tasya sambil menormalkan penglihatannya
"semalam kamu bersemangat sekali, aku sampai kelelahan" ucap tasya dengan suara yang masih serak khas orang yang baru bangun tidur
"bersemangat apanya??" balas verrel sambil mengerutkan dahinya bingung
"aku tidak ingat apapun" tambahnya lagi
sedangkan tasya yang melihat wajah bingung verrel hanya terkekeh kemudian melanjutkan kembali tidurnya itu yang sempat terusik
"PRICILLA" hanya nama itu yang kini ada di pikirannya verrel. dia benar-benar sedang tidak bisa fokus sekarang ini, rasanya seperti ada perasaan aneh yang terasa mengganjal di hatinya yang verrel sendiri tidak tahu entah perasaan apa itu? apakah semacam perasaan penyesalan atau perasaan merasa bersalah terhadap pricilla karena laki-laki itu merasa sudah mengkhianati istrinya?? ahh entahlah verrel sendiri masih belum tahu.
siang harinya, kini verrel pun akhirnya kembali ke kediamannya, perasaan aneh yang sejak pagi terus menghantuinya kini semakin bertambah setelah verrel membuka pintu kamarnya dan menatap kearah tempat tidurnya yang saat ini sedang kosong
mendadak terbayang wujud pricilla yang sedang duduk di atas kasur tesebut sambil memangku laptopnya, dan sedang tersenyum lebar menyambut verrel "sudah pulang rell? aku sudah siapkan air hangat untukmu"
"ahhh sial !! sebenarnya apa yang terjadi denganku?? apa yang salah dengan ku??" gerutunya dalam hati sambil membuyarkan lamunannya
__ADS_1
"NO!!! seharusnya tidak ada perasaan mengganjal seperti ini, seharusnya ini bukan masalah besar" tambahnya lagi sambil berguman dalam hati
toh memang dari awal verrel selalu berharap bisa menjadikan tasya sebagai istrinya dan ibu dari anak anaknya. sepertinya melakukan lebih awal bersama tasya seharusnya tidak terlalu masalah baginya. apalagi dengan pernikahannya dengan pricilla, ia tahu kalau perjodohan itu hanya untuk dijadikannya sarana balas budinya kepada sang opa, jadi seharusnya verrel tidak terlalu merasa bersalah seperti ini kepada istrinya itu karena telah melakukan 'itu' dengan tasya. sosok wanita pujaan verrel yang termasuk blasteran tionghoa itu
malam harinya, pricilla pun telah balik dari kantor dan melihat suaminya itu sedang duduk termenung disebuah sofa panjang yang berada didalam kamarnya
"rell...kamu udah pulang?? kapan baliknya??" tanya pricilla menghampiri suaminya itu
"kenapa nomor kamu tidak bisa dihubungi sih?? apa terjadi sesuatu yang denganmu?? harusnya kamu lebih memperhatikan kesehatan kamu...reell!!!" tambah pricilla memperingatkan mengenai kondisi kesehatan suaminya itu
"semalam aku benar-benar khawatir, apalagi kemarin kamu pergi dalam kondisi yang kurang sehat, mana mukamu masih pucat lagiii" lanjut pricilla lagi dengan segala ocehannya
"apa sekarang kamu baik-baik saja?" tanya nya lagi sambil memperhatikan seluruh tubuh suaminya itu dari atas sampai kebawah
"aku baik-baik saja" balas verrel dengan singkat tanpa menatap kearah pricilla
"hmm syukurlah" balas pricilla sambil menghembuskan nafasnya dengan legah
setelah makan malam bersama, pricilla pun melanjutkan tugasnya untuk membantu bi dini mencuci piring, sedang verrel langsung naik menuju ke kamarnya
setelah selesai dengan aktifitasnya, pricilla pun kembali naik kearah kamarnya, setelah masuk kedalam kamar pricilla pun bersiap-siap untuk tidur karena wanita itu juga merasa terlalu lelah di kantor hari ini.
niatnya ingin ikut berbaring diatas tempat tidur bersama suaminya itu. namun verrel malah terlihat buru-buru bangun dan ingin meninggalkan kamar, membuat pricilla spontan melayangkan pertanyaan kepada suaminya itu
__ADS_1
"mau kemana rell?" tanya pricilla bingung
"a-aku...aku mau keluar sebentar" balas verrel dengan sedikit gelagapan
"rell bisa gak bantu aku tidur dulu" pinta pricilla sambil menunjukkan puppy eyes nya
"pleaseee" tambahnya lagi seraya memohon
tidak ada pilihan lain lagi selain menuruti istrinya atau nanti pricilla akan merajuk lagi.
pricilla pun menelusupkan kepalanya ke tempat favoritenya itu setelah melihat verrel membaringkan tubuhnya kembali, mengarahkan telapak tangan verrel di kepalanya dan memintanya untuk mengelus-elus rambutnya dengan lembut
"kamu tau rell, kemarin malam aku kesulitan tidur karena kamu enggak ada" ucapnya pricilla
"tapi sekarang kamu sudah ada, jadi sebentar lagi pasti aku tertidur" tambahnya lagi sambil mengeratkan pelukannya di tubuh suaminya itu
"makasih ya rell...kamu suami yang baik deh" lanjutnya lagi memberi pujian kepada suaminya, dan verrel pun hanya terdiam mendengar kalimat yang dilontarkan oleh pricilla yang membuat jantungnya seperti sedang tertusuk-tusuk
setelah beberapa saat berselang, pricilla pun akhirnya tertidur dalam dekapan suaminya itu dan verrel pun memindahkan kepala pricilla secara perlahan agar wanita itu bisa tertidur dengan nyaman, dilanjutnya menyelimuti tubuhnya istrinya itu supaya tidak merasa kedinginan. dan setelah itu verrel pun bangkit dan berjalan keluar dari kamar tersebut.
dan berakhirlah laki-laki itu termenung sendiri dihalaman belakang rumahnya, tepatnya disamping sebuah kolam renang yang ada disana.
entah verrel sedang merenungkan apa? yang pastinya laki-laki itu terlihat sering kali mengusap wajahnya dengan gusar bahkan laki-laki itupun terlihat berteriak kencang lalu menyeka air berkali-kali
__ADS_1