Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA!!!


__ADS_3

Kini hari pun mulai sore, terlihat ketiga orang itu telah selesai dengan proses syuting strippingnya, saat ini mereka sedang sibuk merapikan barang-barang bawaan mereka masing-masing untuk dibawa kemobil pribadinya, dan setelah semuanya telah selesai mereka bertiga pun naik kemobil masing-masing untuk segera berangkat menuju kerumah sakit tempat dimana fero dirawat, namun terkecuali syifa! ia ikut dimobil milik kekasihnya itu, dan membiarkan sopir pribadinya pulang lebih dulu


sementara dirumah sakit saat ini, terlihat tante nikita sedang memeluk tubuh kekar seorang laki-laki tampan yang seumuran dengan putranya sambil menangis terseduh-seduh, sepertinya wanita paruh baya itu sangat rindu kepada putranya dan kini ia melampiaskan kerinduannya itu kepada laki-laki yang saat ini berdiri di hadapannya itu


laki-laki yang sebelas duabelas mirip dengan fero itu dengan spontan mengelus-elus bahu tante nikita untuk membuatnya sedikit merasa tenang


"tante niki yang sabar yah" ucap laki-laki itu sambil melepas pelukannya dengan pelan


"fero orang yang kuat, aku yakin dia pasti bisa melewati semua ini tante" tambah laki-laki itu lagi sambil tersenyum manis. dan setelah melihat tante nikita yang sepertinya sudah merasa tenang, laki-laki itupun melepaskan pelukannya lalu beralih mendekat kearah brankar fero dan mendudukkan dirinya disebuah kursi yang berada disebelah brankar tersebut


"bro" ucap laki-laki itu terjeda karna sedikit merasa kasihan melihat sahabatnya itu yang kini terbaring lemah di atas brankar rumah sakit


"kenapa lo ngak bangun-bangun sih bro? " tambah laki-laki itu lagi sambil mantap teman masa kecilnya itu dengan lekat


"bro gue tau lo orang yang kuat, lo harus kuat yah menghadapi masa kritis lo" tutur laki-laki itu lagi sambil mengusap air matanya kasar


"bro ayo dong, tunjukkan kalo lo memang kuat, loh harus bisa segera melawati masa kritis lo ini, apa lo gak bosan apa dengan tidur panjang lo ini" ucapnya lagi sambil berbalik melihat kearah tante nikita lalu kembali menghadap kearah fero


"bro, lo ngga kasian apa sama tante niki yang sekarang tambah kurus karena ngga mau makan gara-gara mikirin keadaan lo" ucap laki-laki itu terhenti karna mendengar pintu ruangan tersebut tiba-tiba terbuka


...ceklek...


bunyi pintu ruangan tersebut terbuka dan secara bersamaan tante niki dan laki-laki itu dengan spontannya langsung berbalik melihat kearah pintu tersebut. begitupun dengan orang-orang yang berada dibalik pintu itu, mereka juga terdiam sejenak sebelum melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut


"wahhh ada tamu ternyata yah" ucap rizky dengan santai sambil melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut dan diikuti oleh kedua wanita itu dibelakang

__ADS_1


"wah gue kirain tadi siapa, ternyata elo rell" sahut syifa sambil terkekeh kepada laki-laki itu


"hmm" balas laki-laki itu dengan santai


"apa kabar bro, lama ngak ketemu" ucap rizky sambil bersalaman dengan laki-laki itu lalu memeluknya dengan erat


"baik brother" ucap laki-laki itu sambil membalas salaman rizky dan membalas memeluknya juga


"wihh, long no see aktor papan atas kita nihh" ucap syifa sambil bersalaman dengan laki-laki itu lalu memeluknya seperti pada biasanya


"apaan sih lo, biasa aja" balas laki-laki itu membalas salaman syifa dan juga membalas pelukannya


dan kini giliran pricilla lah yang harus harus bersalaman dengan laki-laki dihadapannya itu, sosok laki-laki yang bertubuh kekar dan juga tampan itu sangat melekat diotak pricilla, laki-laki yang saat ini berdiri dihadapannya itu ternyata laki-laki yang sama yang selama ini bersamanya saat diparis, yahhh benar! dia adalah verrel bramantyo soedjoko, sosok yang sangat ia benci itu malah muncul dihadapannya lagi saat ini. setelah berpisah arah dengan verrel di airpor., pricilla sangat berharap supaya ia dan laki-laki itu tidak dipertemukan kembali, namun takdir berkata lain saat ini ia kembali dipertemukan dengan tidak sengaja dirumah sakit dengan laki-laki itu.


"masih hidup ternyata nih orang" ucap pricilla dalam hati.


"oh yaaa kalian baru pertama ketemu yah" sahut rizky yang melihat kecanggungan tersebut


"kenalin nih rel, agatha pricilla" sahut syifa sambil menyenggol lengan pricilla


"haii" ucap pricilla kepada laki-laki itu dengan tatapan yang sulit diartikan


"haii" balas laki-laki itu sambil memberikan senyuman yang sedikit dipaksakan


"cantik kan, tapi sayang udah ada yang punya" bisik rizky tepat ditelinga verrel karna melihat verrel yang terus menerus menatap kearah pricilla

__ADS_1


"tunangannya fero bro...lo jangan macem-macem" ucapnya lagi sambil menggoda sahabatnya itu


"paansih lohh iiihh" balas verrel menepuk rizky dengan kesal


"oh yah, gimana keadaan fero tan" sahut rizky memulai obrolan dengan tante niki


"masih sama" ucap tante nikita terjeda


"belum ada tanda tanda kalau fero akan segera bangun dari tidur panjangnya" lanjut tante niki dengan raut wajah sendu


"tante niki yang sabar yah, fero kuat kok, dia pasti bisa melewati semua ini" sahut syifa sambil melangkahkan kakinya mendekat kearah tante nikita lalu mengelus-elus bahu wanita paruh baya itu agar sedikit merasa tenang


"iya tante....kita harus yakin kalau fero sebentar lagi akan sadar dari komanya" tambah pricilla yang kini juga mendekat kearah tante nikita lalu memeluk erat wanita itu dari belakang


"tante yang sabar yah! kita harus sama-sama yakin kalo fero sebentar lagi akan bangun dari komanya" sahut rizky menyemangati tante nikita


"tante niki juga yang kuat yah, kita mengerti kok perasaan tante niki saat inu" tambah verrel yang juga menyemangati tante nikita


...ting.....ting.....ting........


bunyi ponsel verrel pun tiba-tiba berdering, dan verrel pun dengan sigap berlari keluar dari ruangan itu untuk menerima ponselnya, dan setelah selesai berbicara dengan orang yang ditelponnya tadi, verrel pun kembali masuk keruangan tersebut


"tante niki maaf yah verrel ngak bisa lama-lama, ada keperluan mendadak soalnya" ucap verrel sambil meraih punggung tangan tante niki berpamitan


"kamu hati-hati yah nak" balas tante nikita yang dibalas dengan anggukan oleh verrel

__ADS_1


"guys gue pamit duluan yah, see you" ucap verrel dengan buru-buru lalu berbalik arah keluar dari pintu ruangan rawat tersebut


"ti-hati bro" teriak rizky yang kini hanya bisa menyaksikan punggung verrel dari belakang


__ADS_2