Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
PINDAHAN KE KEDIAMAN VERREL B


__ADS_3

setelah berselang beberapa saat, kini ketiga sahabat-sahabat fero itu masih setia berdiri disamping brankar sahabatnya itu, sambil menyapa sahabatnya itu sesekali


"eh abis ini nonton yuk" sahut syifa


"boleh juga tuh" jawab pricilla dengan cepat


"hmmm....gue ngikut aja deh" jawab rizky dengan pasrah


"eh gue ke toilet bentar ya, kebelet nih" sahut pricilla dengan buru-buru


pricilla pun berjalan kearah toilet sedangkan ponsel dan tasnya dia letakkan sementara diatas nakas yang berada disamping brankar fero


📞 "ting...ting.....ting....."


📞 "ting...ting.....ting....." bunyi ponsel pricilla dengan tiba-tiba, namun kedua orang itu (rizky dan juga syifa) masih cuek


📞 "ting...ting.....ting....." bunyi lagi untuk yang ketiga kalinya


"angkat tuh siapa tau penting" ucap rizky kepada syifa, rizky juga sengaja meminta syifa untuk melihatnya karena tak ingin suara ponsel tersebut membuat suster yang ada disana menegurnya karna sebenarnya tidak diperbolehkan untuk membawa ponsel masuk kedalam ruangan tersebut


"yaudah deh" jawab syifa dengan terpaksa lalu meraih ponsel pricilla untuk segera menerima panggilan tersebut


namun sebelum syifa melihat siapa yang menghubungi sahabatnya itu, tiba-tiba pricilla berlari dan dengan sigap merampas ponsel tersebut dari tangan syifa


"gue aja" rampas pricilla dari tangan syifa yang sedikit kasar


"biasa aja kali" balas syifa dengan kesalnya diperlakukan seperti begitu. namun pricilla hanya mengabaikannya, ia merampas ponsel tersebut lalu berjalan keluar dari ruangan itu untuk segera menerima panggilan tersebut

__ADS_1


"halo, ada apa lo nelpon nelpon gue??" ucap pricilla setelah menerima panggilan


"pricilla....kamu apa-apaan sih ngak sopan banget sama suami hah??" jawab telpon di seberang sana


"bunda?? bunda kok pakai ponsel verrel" tanya pricilla bingung


"verrel udah dirumah mau jemput kamu, dan kamu masih saja keluyuran gak jelas diluar sana" ucap nyonya agna marah marah


"kamu dimana sih hah? cepat pulang gak? atau bunda susulin?" tambah nyonya agna dengan ancaman


"i-iya iya bun, pricilla pulang sekarang" balas pricilla dengan buru-buru lalu mematikan sambungan tersebut. pricilla pun masuk kembali keruangan tersebut dengan buru-buru mengambil tasnya yang berada diatas nakas tadi


"oh yah guyss.....gue balik duluan yah, bunda gue nelpon suruh balik sekarang" ucap pricilla buru-buru lalu beralih berpamitan kearah mama nikita, dan setelah itupun ia berjalan keluar dari ruangan tersebut


"terus nonton nya??" teriak syifa yang kini menyaksikan pricilla telah berjalan keluar kearah pintu dengan buru-buru


"lain kali aja" jawab pricilla sambil menutup pintu ruangan tersebut


kini pricilla telah tiba dikediamannya, dan jelas saja setelah ia membuka pintu utama ia langsung melihat bundanya dan juga verrel telah menunggunya diruang tamu


"akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga" ucap nyonya agna dengan datar


"loh kok koper aku udah diturunin sih bun??" ucap pricilla bingung melihat koper dan beberapa tas yang tadi pagi ia packing telah di turunin


"kan kamu harus berangkat kerumah verrel?? apa kamu lupa??" jawab nyonya agna kesal


"ngak.....ngak gitu bun, maksud aku kok cepat banget diturunin, emang mau berangkat sekarang apa?" jawab pricilla

__ADS_1


"tahun depan pricillaaaaaa" jawab nyonya agna kesal


"pricilla kan mesti bersih-bersih dulu bun, aku juga lumayan capek sih, jadi berangkatnya agak malam aja yah bun?" celoteh pricilla namun langsung mendapat jawaban pedas dari bundanya


"engak....verrel udah nunggu dari tadi loh, kamu berangkat sana, bersih-bersih nya disana aja, entar kemaleman lagi di jalan,bahaya tau ngakk" jawab nyonya agna dengan raut wajah serius


"hmmm diusir nihh" balas pricilla malas sambil meraih kopernya


"ya udah ayo" ucap pricilla menatap kearah verrel yang kini sengaja dibesar-besarkan


"hmmmm" deheman verrel sambil bangkit dari duduknya. sedangkan nyonya agna kini mengikis jarak dengan pricilla lalu memeluk putrinya itu dengan hangat, selang beberapa saat nyonya agna melepaskan pelukannya, lalu tangannya meraih pipi putrinya itu sambil memberikan wejangan


"sill...kamu harus janji ke bunda yah, kamu harus menjadi istri yang baik untuk suamimu, kamu juga harus jadi menantu yang baik untuk mami sarnita, dan juga papa ivan. verrel jangan diajak berantem terus yah, kamu harus menghormati suami kamu seperti halnya kamu menghormati bunda dan abang abangmu, dan ingat...kamu juga ngga boleh manja, kamu harus bisa lebih mandiri ditempat baru kamu yah" ucap nyonya agna menasehati putrinya


"kamu jangan nyusahin disana, kalau mau pergi kemana-mana pamit dulu sama verrel karena dialah yang bertanggung jawab atasmu mulai dari sekarang" tambah nyonya agna lagi, lalu beralih kearah verrel


"verrel, sekarang kamu udah jadi anak bunda, jadi kalau ditegur sama bunda jangan marah yah, jangan tersinggung, titip putri bunda, jangan manjakan dia dengan kekayaan dan kemewahan yang kamu miliki, cukup pimpin dia untuk bisa menjadi istri yang baik dan tidak pernah lupa untuk melaksanakan ibadah, itu yang paling utama yah" nasehat nyonya agna kepada mantunya itu


"titip putri bunda satu-satunya, jaga dan sayangi dia setulus hatimu, jika dia bersalah jangan segang-segang untuk memarahinya, karena sekarang tanggung jawabnya telah beralih ke kamu, jadi tolong jaga kepercayaan bunda yah nak" tambah nyonya agna sambil menangis terseduh-seduh dipelukan verrel


"insya allah bunda, verrel janji ngak akan mengecewakan bunda" balas verrel yang juga larut dalam suasana yang mengandung banyak bawang ini heheeww....


setelah itupun verrel melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut sambil menggerek koper milik pricilla dan beberapa tas bawaannya untuk dibawa menuju ke mobil, dan kedua wanita dibelakangnnya itupun turut mengikuti langkah kakinya keluar menuju kearah parkiran. setelah verrel selesai menata barang-barang bawaan pricilla ia kembali menutup bagasi mobilnya dan berjalan kearah depan dan masuk kedalam mobil tepatnya dikursi kemudi. melihat itu pricilla pun ikut masuk kedalam mobil dan mendudukkan dirinya tepat disamping pengemudi


"bunda kita jalan dulu yah" ucap verrel setelah menghidupkan mesinnya


"hati-hati di jalan" balas nyonya agna tersenyum

__ADS_1


setelah itu verrel pun segera melajukan kuda besi miliknya itu berjalan meninggalkan halaman rumah istrinya menuju kekediamannya sendiri yang terletak dikota bogor


__ADS_2