
.........Bruuukkkkkkk.........
verrel yang menyaksikan kejadian itupun langsung berlari menghampiri pricilla, dan sesampainya disana bukannya menolong sang istri yang sedang kesakitan malah dengan teganya laki-laki itu tertawa terbahak bahak menertawai istrinya itu.
pricilla yang melihat dirinya ditertawakan langsung melemparkan tatapan membunuh ke arah lakk-laki tersebut.
"makanya kalau jalan pake mata" ucap verrel yang kini telah meredakan tawanya
"jalan tuh ya pake kaki bego, lagian siapa juga yang jalan? orang gue lari" jawab pricilla yang masih meringis menahan sakit di kaki kiri nya.
"ya sama aja bego" balas verrel tak mau kalah
"lo kesini mau bantuin atau mau ngajak berantem sih??" tanya pricilla dengan sangat kesal
"mendingan lo pergi sana jauh jauh, gue enek liat muka lo" tambah pricilla lagi
mendengar ucapan pricilla, laki-laki itupun langsung berjongkok didepan pricila dan dengan spontan laki-laki itupun menyentuh kaki pricilla yang sedang terkilir
"heyy....lo mau apain kaki gue" teriak pricilla menatap verrel yang sedang memegang kaki kirinya.
"mau gue patahin sekalian, biar ga punya kaki" jawab verrel dengan acuh, lalu laki-laki itu kembali menekan kaki pricilla dengan sedikit kuat yang membuat si empu menjerit keras
"Aaaaaaaawwww......" teriak pricilla sambil memukul-mukul tangan verrel yang masih menekan kakinya, hingga membuat verrel melepaskan pegangannya.
"gitu aja sakit" ucap verrel dengan kesal sambil memutar bola matanya kasar
setelah itupun, verrel langsung membalikkan badannya menjadi membelakangi pricilla
"naik" ucap verrel singkat
bukannya naik pricilla malah menatap punggung verrel dengan raut wajah bingung
"lo mau naik apa gue tinggal" ucap verrel lagi dengan nada kesal
dan dengan sangat terpaksa wanita itupun segera naik ke atas punggung verrel dengan sangat hati hati karna kakinya itu masih sangat terasa
setelah sampai di ruangan Unit Gawat Darurat, verrel langsung mendudukkan pricilla diatas brankar, dan dokter yang sedang bertugas dengan cepat menghampiri pricilla dan segera memeriksanya, namun sebelum itu beberapa perawat yang juga sedang berjaga diruangan tersebut meminta verrel untuk menunggu pasien di luar ruangan
__ADS_1
dan kini verrel sedang mendudukkan dirinya di sebuah kursi tunggu yang berada didepan ruangan tersebut, setelah beberapa saat menunggu, tiba tiba ia teringat kalau wanita itu sedang kelaparan dan sampai saat ini dia belum makan, tanpa berpikir panjang verrel pun langsung beranjak dari duduknya lalu bergegas kearah kantin rumah sakit untuk membelikan makanan wanita tersebut. dan tak berselang lama, verrel pun kembali dari kantin sambil menenteng paperbag yang berisi sebuah makanan. dan setelah ia sampai di depan ruangan yang tadi verrel langsung mengintip dicelah pintu dan terlihat dokter yang memeriksa pricilla sudah tidak ada disana.
"sepertinya dokter sudah selesai memeriksanya" ucap verrel dalam hati
verrel pun langsung membuka pintu ruangan tersebut, dan berjalan menghampiri pricilla yang sedang terduduk diatas brankar
"gimana?? udah sembuh " tanya verrel yang kini menghampiri wanita itu
"mmmm" balas pricilla sambil mengangguk
"nih gue beliin buat lo" ucap verrel singkat sambil meletakkan paperbag itu diatas nakas
"gue ngak lapar" balas pricilla buang muka
"cih ngak lapar, tapi kok perut lo bunyi-bunyi terus tuh??" timpal verrel dengan cepat
"oh atau jangan jangan lo mau gue suapin??" ucap verrel lagi namun kali ini dengan nada menggoda.
disaat itu juga verrel pun langsung meraih paperbag itu kembali, namun dengan cepat pricilla langsung menyambar paperbag tersebut dari tangan verrel lalu membukanya dengan cepat
"lo lagi sakit !!! sini gue yang suapin" ucap verrel dengan ketus, sambil meraih kembali makanan itu dari tangan pricilla
"heyy....yang sakit kaki gue bukan tangan gue" balas pricilla yang kini menyambar kembali makanan tersebut dari tangan verrel. dan terjadi lagi lah drama saling tarik menarik diruangan tersebut
"its okay" ucap verrel menyerah sambil mengangkat kedua tangannya, setelah itu iapun melangkah keluar dari ruangan tersebut
"eh-ehh tunggu dulu" panggil pricilla
verrel membalikkan tubuhnya, ia menoleh kearah pricilla "apa lagi sih??" tanyanya singkat
"lo disini aja" ucap pricilla seraya memohon
"lo ngak salah?? minta ditemenin sama gue" tanya verrel sambil menujuk dirinya sendiri
"gue takut sendiriiii...." balas wanita itu sambil memelas
"yaa udah kalau gitu gue telpon bunda dul-u" ucap verrel terpotong
__ADS_1
"ja-jangan !!! gue gak mau orang-orang pada khawatir sama gue" potong pricilla dengan cepat
"gue gak apa-apa kok, nih kaki gue udah sembuh tuhhh" tambah pricilla yang kini sedang menggoyang-goyangkan kakinya untuk meyakinkan verrel
verrel masih terdiam, dia cuma menatap aneh wanita itu yang sekarang sedang mengoyang-goyangkan kakinya yang tadi terkilir
"tapi kannn, bunda juga harus tau kalo lo-" ucap verrel yang lagi lagi terpotong
"gue mohonnnn!!! lo jangan ngomong ke siapa-siapa kalo gue ada disini termasuk bunda dan mami" ucap pricilla yang sangat memohon
"hmmm" balas verrel dengan deheman
"pleaseeeee" rengek pricilla lagi
"okay !!! gue bakal nemenin lo disini dan gue janji ngak bakal ngomong ke siapa-siapa kalau lo ada disini, puassss??" balas verrel sambil memutar bola matanya kasar
pricilla yang mendengar itupun langsung tersenyum lebar, dan setelah itu pricilla kembali melahap makanan yang ada didepannya itu.
"lucu banget sih" gumam verrel dalam hati sambil memperhatikan pricilla yang sedang melahap makanannya
pricilla yang merasa diperhatikan oleh verrel tiba tiba menghentikan makan nya
"lo mau?" tanya pricilla sambil menyodorkan sendoknya kearah verrel
"gu-gue ngak laper kok, buat lo aja" balas verrel gelagapan sambil mengalihkan pandangannya
mendengar itu pricilla dengan polosnya hanya mengangguk lalu kembali menyantap makanannya dengan lahap
"pelan-pelan makannya, gak ada yang mau rebut makanan lo kok" ucap verrel seraya mengingatkan. namun pricila sama sekali tidak menggubris ucapan laki-laki itu, ia terlihat sangat menikmati suapan demi suapan yang masuk ke dalam mulutnya.
tiba tiba tangan verrel bergerak untuk menghapus sisa makanan yang masih menempel di sudut bibir pricilla, dan pricilla yang menyadari itu mendadak menghentikan makannya, jantung wanita itu tiba-tiba berdetak tak karuan entah apa penyebanya
"ya ampunn....kok gue deg-degan sih" gumam pricilla dalam hati.
begitu juga dengan verrel yang kini telah salah tingkah dengan apa yang dilakukannya barusan, dirinya terus bergerutu dalam hati
"duh.....bodoh banget sih, bisa-bisanys gue lakuin itu kewanita ini hahh?? jadi malu sendiri kan??" gerutunya dalam hati
__ADS_1