Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
TERNYATA PRICILLA BENERAN HAMIL?


__ADS_3

Pagi harinya, setelah pricilla bangun ia memberanikan diri untuk melakukan tes terlebih dahulu menggunakan testpack pemberian dokter, sebelumnya pricilla pun juga sempat mencari tau terlebih dahulu di internet mengenai cara menggunakan alat itu dengan benar dan bagaimana ciri-cirinya yang menunjukkan positif maupun negatif


pricila pun masuk kedalam kamar mandi yang berada didalam kamarnya itu dengan perasaan benar-benar gugup, bahkan pricilla pun tidak berani membuka matanya hanya untuk sekedar mengintip berapakah garis yang terdeteksi oleh testpack tersebut


setelah beberapa saat menunggu, perlahan pricilla pun memberanikan diri membuka matanya dan melihat hasi dari test itu


"arghhh....." teriaknya tanpa sadar pricilla pun saking terkejutnya melihat hasil dari testpack itu


"sill, kamu kenapa ?? apa terjadi sesuatu ?? cepat buka pintunya" teriak verrel sambil berlari kearah kamar mandi karena merasa khawatir dengan pricilla yang tiba-tiba berteriak didalam sana


"aku...aku baik - baik saja" teriaknya dari dalam kamar mandi sambil menggenggam erat testpack tersebut


sedangkan verrel pun masih setia berdiri didepan pintu kamar mandi walau pricilla sudah mengatakan kalau dia baik-baik saja


pricilla pun dengan cepat menyembunyikan testpack tersebut di saku piyamanya keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang masih terlihat syok


"kamu kenapa ?? apa yang kamu lakukan selama itu didalam kamar mandi?? " tanya verrel


"rell...aku...a-aku" ucap pricilla terbata-bata seakan sangat berat mengeluarkan kalimat itu dari mulutnya


"aku apa??" tanya verrel dengan raut wajah panik


"a-aku sepertinya sedang tidak enak badan" jawab pricilla


"hmm...yaudah kamu istirahat dirumah aja yah gak usah berangkat kerja hari ini" balas verrel sambil bernafas legah


setelah beberapa saat berselang, kini verrel pun telah siap untuk berangkat kelokasi syuting namun verrel pun menghentikan langkahnya untuk keluar dari kamar karna sekililas melirik kearah istrinya itu yang sedang duduk termenung disebuah sofa panjang yang berada didalam kamar tersebut dengan tatapan kosong yang bahkan verrel pun menyadari hal tersebut


"sepertinya ada sesuatu dengannya" gumam verrel dalam hati lalu menghampiri wanita itu

__ADS_1


"sill....? pricilla...?" panggil verrel


"hmmm" verrel pun berdehem sambil menyenggol sedikit lengan istrinya itu untuk menyadarkan dari lamunannya


"ahh iyaa??" balas pricilla membuyarkan lamunannya


"apa kamu benar baik-baik saja ? " tanya verrel dengan menelisik


"emm iyaa...aku baik-baik saja" jawab pricilla yang masih dengan tatapan kosongnya


"kalau begitu aku berangkat kerja dulu" balas verrel yang sudah tidak ingin bertanya lagi karena laki-laki itu sebenarnya sudah sangat terlambat menuju kelokasi syutingnya


"mmm...ah iya sarapannya??" balas pricilla yang baru tersadar kalau hari ini ia lupa menyiapkan sarapan untuk suaminya itu


"tunggu aku tanya bi dini dia masak apa pagi ini" ucap pricilla lalu dengan cepat beranjak dari sofa tersebut


"ehh gak usah, aku lagi buru-buru" teriak verrel menghentikan


"hmm...baiklah, maafkan aku, aku benar-benar lupa" ucap pricilla menghela nafasnya


"tidak apa-apa, kamu istirahat yang banyak yah biar cepat sembuh" balas verrel lalu mencium kening istrinya itu sekilas dan kembali melanjutkan langkahnya keluar dari kamar tersebut.


setelah kepergian verrel, pricilla pun dengan buru-buru mengambil ponselnya dan segera mencari alamat dokter kandungan yang jaraknya paling dekat dari lokasi kediaman suaminya. setelah mendapatkan apa yang ia cari dengan cepat pricilla menyambar kunci mobil miliknya dan menuju ke alamat yang dituju


kini pricilla sedang duduk dengan perasaan yang sangat gugup, jari jemarinya pun sudah saling meremas satu sama lain dan sudah mulai berkeringat dingin.


"jadi, apakah yang terjadi dengan saya dok??" tanya pricilla karena melihat dokter paruh baya itu yang saat ini sedang fokus melihat hasil pemeriksaannya


"selamat, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ibu nona" ucap dokter kandungan yang terlihat telah paruh baya

__ADS_1


"mmaksudnya ja-jadi sa-saya hamil dok??" tanya pricilla dengan raut wajah syoknya, karena kali ini telah 2 dokter yang mengatakan kalau dirinya saat ini sedang hamil


"benar nona, usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 10" jawab dokter kandungan itu sambil menarik sudut bibirnya menampilkan senyum yang terasa hangat


"minggu ke 10? berarti sudah 2 bulan lebih...." ucapnya dengan lirih hampir tak terdengar


"kok bisa yah? aku enggak tahu kalau aku lagi hamil" gumamnya dalam hati


walaupun pricilla masih sangat syok namun ia tetap menajamkan pendengarannya dan mendengarkan beberapa wejangan yang disampaikan dokter kandungan tersebut


ditengah perjalanan menuju kediaman suaminya, pricilla pun menyetir dan sesekali memegangi perutnya yang masih terlihat datar, entah kenapa pricilla pun dengan spontan mengembangkan senyumannya karena teringat dengan ucapan dokter kandungan tadi yang mengatakan kalau sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ibu.


setelah sampai dirumah, pricilla pun mengambil kembali testpack yang berada didalam saku piyama nya dan menatap testpack itu dengan cukup lama dengan tatapan yang sulit diartikan


"jadi testpack ini tidak salah?? aku benar-benar positif hamil" ucapnya dengan lirih


"tapi apa iya pil kontrasepsi yang sering aku makan tidak bekerja dengan baik"ucapnya dengan bingung setelah teringat kalau dirinya sangat rutin mengomsumsi pil tersebut


...FLASHBACK ON...


sekitar beberapa bulan yang lalu, disaat pricilla yang tiba-tiba balik ke kediamannya itu yang berada dikawasan bintaro, jakarta selatan


nyonya agna yang mendapat berita dari menantunya itu yang mengatakan kalau pricilla semalam sempat dipermalukan dan dihina habis-habisan oleh nikita dipesta ulang tahun rizky membuat nyonya agna kembali naik keatas untuk menemui putrinya


"bunda, pricilla lagi pengen sendiri....pleaseee...." ucap pricilla lagi menatap kearah bunda seraya memohon


"baiklah...kalau gitu bunda keluar" balas nyonya dengan tersenyum lalu mengusap rambut putrinya itu dan setelah itu nyonya agna pun berlalu keluar dari kamar tersebut


setelah keluar dari kamar putrinya nyonya agna pun turun dan berniat untuk berangkat kekantor, namun setelah diparkiran pandangannya pun tertuju pada mobil milik pricilla yang terparkir sembarangan dan menghalangi mobil nyonya agna untuk keluar. dengan cepat nyonya agna pun menaiki mobil tersebut dan berniat untuk memindahkannya agar mobilnya yang berada didepan bisa ia keluarkan, namun tiba-tiba pandangannya pun tertuju kepada botol obat yang sepertinya tidak asing baginya

__ADS_1


"ahh pantas saja sampai sekarang aku belum mendapat kabar baik, ternyata ini penyebabnya" ucapnya dengan kesal namun tak berselang lama ia kembali mengembangkan seyumannya karena diam-diam nyonya agna meminta vivi untuk menukar pil kontrasepsi itu dengan sebuah vitamin yang menyerupai pil tersebut


...FLASHBACK OFF...


__ADS_2