Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
PRICILLA TIBA-TIBA BM BUBUR AYAM


__ADS_3

disetiap harinya pasangan suami istri itupun kembali kepada aktivitasnya masing masing, dimana pricilla yang bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya dan setelah itu ia kembali ke kamar untuk menyiapkan barang-barang verrel yang akan dibawanya kelokasi. dan setelah aktifitas rutinnya itu selesai, pricilla pun juga bersiap-siap untuk berangkat bekerja diperusahaan cabangnya yang berada dijakarta.


sedangkan verrel yang setiap harinya dilayani dengan baik oleh istrinya itu, sedikit merasa terbantu karna ia tak harus bangun pagi-pagi lagi untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya kelokasi syuting, karena semua itu sudah diambil alih oleh pricilla


seperti pasangan suami istrinya pada umumnya dimana keduanya sibuk dengan aktifitasnya masing-masing disiang harinya dan baru bisa bertemu kembali dengan keluarga setelah pulang kerja pada malam harinya.


disetiap malamnya pun, pricilla sudah sangat terbiasa tertidur sambil memeluk tubuh suaminya, lebih tepatnya sekarang dia lebih suka tidur sambil menelusupkan kepalanya diantara pundak dan kepala suaminya itu, menghirup wangi khas tubuh verrel bagaikan aroma terapi yang selalu membuat pricilla merasa rileks setelah menghirupnya, dan terbukti ampuh karena selalu berhasil membuat pricilla cepat beralih ke alam mimpinya. entah kenapa akhir-akhir ini posisi itu terasa sangat menenangkan bagi pricilla.


saat ini, tiba-tiba pricilla pun meminta verrel untuk mencarikannya bubur ayam padahal suaminya itu baru saja pulang dari lokasi syuting dan sudah terlihat sangat capek.


"hah?? bubur ayam malam-malam begini?? mau cari dimana sill??" tanya verrel sambil mengerutkan dahinya tak habis pikir


"ya aku tidak tau!!! tiba-tiba pengen aja gitu makan bubur ayam karena tadi liat di tv tuh" balas pricilla sambil memanyungkan bibirnya lalu menunjuk kearah FTV yang sedang ditontonnya yang berjudul (cintaku bersemi dari semangkok bubur ayam)


"ya allah sill... kamu ada-ada aja deh. besok aja yah" balas verrel sambil menggeleng-geleng kan kepalanya lalu meninggalkan pricilla yang masih setia menonton tv diatas sofa yang berada didalam kamar tersebut


setelah beberapa saat berselang, verrel pun yang keluar dari arah walk in closet karena telah bersih-bersih dan mengganti pakaiannya.


"hiksss...hiksss"


mendengar itu verrel pun mempercepat langkahnya menghampiri pricilla


"heyy....kenapa..?? tanya verrel ikut mendudukkan dirinya disofa


"hiksss...hiksss" hanya terdengar suara tangisan dan tak mendapat jawaban dari orang yang ditanya itu


verrel pun telihat mengusap wajahnya dengan gusar, ia tak habis pikir melihat wanita itu yang tiba-tiba bertingkah aneh menginginkan bubur ayam malam-malam begini hanya karena melihat tayangan yang ditontonnya


"okey aku coba minta pak rahmat untuk cariin yah" ucap verrel mencoba membujuk wanita itu

__ADS_1


"udah minta pak rahmat dari tadi, katanya gak dapat penjual bubur ayam" balasnya sambil terisak


"emm benarkan sil, mana ada penjual bubur ayam malam-malam begini" sahut verrel membenarkan


"besok aja yah...aku janji deh besok pagi aku cariin, didepan komplek biasanya ada sih" ucap verrel mencoba membujuknya lagi


namun verrel pun tak mendapat balasan dari wanita itu, pricilla malah bangkit dari duduknya meninggalkan verrel yang masih setia menatapnya dengan tatapan hangat.


pricilla pun berjalan kearah tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya itu menggunakan selimut tebal yang ada disana. melihat istrinya yang kini sudah merajuk, verrel pun juga bangkit dari duduknya dan ikut bergabung dengan istri ditempat tidur


"aku tidak mau tidur dekat-dekat denganmu" ucap pricilla kepada verrel yang saat ini masih berusaha membujuk istrinya


namun sial, sepertinya pricilla kini benar-benar candu dengan aroma tubuh khas suaminya itu. itupun terbukti karena sekarang ini ia terlihat sedang berguling kekiri dan kekanan dan nampak sangat gelisah. jelas sekali kalau wanita itu sedang kesusahan untuk terlelap


"hmmm kemarilah" pinta verrel dengan suara lembut karena menyadari istrinya itu nampak gelisah


verrel pun perlahan mendekat dan membawa tubuh pricilla kedalam dekapannya, lalu menelusupkan kepala pricilla diantara pundak kepalanya dan membiarkan istrinya itu menghirum aroma khas tubuhnya seperti dengan malam-malam sebelumnya


"tidur gih....udah malam" ucapnya dengan suara serak sambil mengelus-elus rambut istrinya dengan lembut


...****************...


keesokan paginya, entah apa yang terjadi kepada verrel yang, tiba tiba ia mengeluhkan merasa tidak enak dibagian perutnya, sehingga laki-laki itu terus menerus bolak-balik dari tempat tidur menuju ke wastafel untuk memuntahkan isi perutnya namun tidak ada yang keluar, wajahnya pun kini terlihat pucat dengan buliran-buliran keringat yang menghiasi dahinya


setelah merasa sedikit enakan, pricilla pun membantu verrel untuk naik keatas kasur dan menyandarkan punggung verrel disandaran ranjang lalu pricilla pun menyeka buliran keringat yang tersebar yang tersebar didahi suaminya itu yang saat ini sudah terlihat sangat lemas


"Oekkk..." ucap verrel lalu berlari menuju kearah wastafel yang berada didalam kamar mandi untuk yang kesekian kalinya.


pricilla pun yang melihat itu hanya mengembuskan nafas, lalu ikut menyusul suaminya, membantu menepuk-nepuk punggung verrel dan memijat tengkuknya

__ADS_1


"kenapa tiba-tiba seperti ini? bukannya semalam kamu baik-baik aja?" oceh pricilla sambil menepuk-nepuk punggung verrel


"apa kamu salah makan rell? kita kerumah sakit aja yah!!!" lanjutnya


"gak perlu" balas verrel singkat dengan wajah yang sudah sangat lemas


pricilla pun kembali membantu verrel untuk kembali ke tempat tidur dan membantunya menyandarkan punggung verrel disandaran ranjang


"yaudah kalau kamu gak mau kerumah sakit, aku minta bi dini beliin obat dulu yah" ucap pricilla lalu keluar dari kamarnya dan hanya dibalas anggukan oleh verrel karena laki-laki itu sudah sangat lemas saat ini


setelah beberapa saat, pricilla pun kembali masuk kedalam kamarnya sambil membawa nampan yang isinya sarapan untuk verrel serta segelas air putih dan obat-obatan


"verrell....ayo sarapan dulu" panggil pricilla karna melihat verrel duduk bersandar diatas tempat tidur sambil memejamkan matanya


"hmmm..."balas verrel memperbaiki posisi duduknya sambil meraih piring yang disuguhkan oleh pricilla


"makasih....oh ya kamu belum sarapan??" ucap verrel yang kini telah tersadar akan janjinya semalam


"nanti aja" balas pricilla singkat


"bubur ayamnya?" tanya verrel lagi


"ahh lupakan" balas pricilla singkat


"masih ngambek ??" tanya verrel menyelidik


"ahh enggak... aku memang sudah tidak kepengen lagi, serius dehh" balas pricilla dengan serius


"udah ahh ayo dihabiskan sarapannya" tambah pricilla lagi

__ADS_1


__ADS_2