
...di tengah perjalanan menuju ke kediaman pricilla...
sepanjang perjalan pricilla hanya hanyut ke alam pikirnya setelah mengingat bahwa dirinya akan dijodohkan dengan cucu presdir soedjoko, apalagi dirinya hampir saja melangsungkan pertunangan 6 bulan yang lalu. dan itu membuat pricilla yakin kalau bundanya sangat sulit untuk merestui hubungannya dengan fero, ya walaupun fero sangat dekat dengan nyonya agna tetapi ia rasa bundanya masih berpegang teguh pada janjinya itu ke presdir soedjoko!!!
"fer....." panggil pricilla
"hm.." fero hanya berdehem sambil fokus ke arah depan
"aku mau ngomong" ucap pricilla dengan nada kesal dikacangin
"apasih sayang?" sambil berbalik ke arah pricilla
"seharusnya tuh kamu temuin bunda aku lebih dulu sebelum ngomong ke aku, kalo bunda ngak setuju gimana?" ucap pricilla
"iya aku tau, tapi kan aku mau tahu dulu apa kamu terima aku apa ngak? sebelum aku minta restu dari orang tua kamu" tutur fero menjelaskan
"pokoknya aku mau kamu temuin bunda aku dulu sebelum hubungan kita jauh kemana mana!!! karna kan restu orang tua paling penting ferr" ucap pricilla panjang lebar
"kalo aku sih iya iya aja tapi kan kita belum tau bunda setuju apa ngak?" tambah pricilla lagi
"yaudah aku temuin bunda kamu secepatnya yah, tapi aku harus ngomong dulu ke mama papa biar bisa nemenin aku ke rumah kamu, kan gak sopan kalo aku dateng sendiri kerumah kamu" ucap fero
"dan kamu juga ngomong gih ke bunda, bisanya kapan aku dan keluarga datang ke rumah kamu buat membahas soal kelanjutan hubungan kita" sambung fero sambil tersenyum
"emang kamu sudah yakin fer?" tanya pricilla
"aku sudah pikir matang matang sayang, dan aku rasa ini waktu yang tepat" jawab fero dengan yakin
"apa ini ngak terlalu cepat" tanya pricilla lagi
"ya enggak lah sayang, kita inikan sudah 1 tahun lebih barengan terus jadi aku sudah tau kamu itu seperti apa dan begitupun sebaliknya, lagian kan kamu selalu ngomong kalo kamu itu ngak mau pacaran! dan kalau memang ada yang mau serius sama kamu, kamunya mau langsung mau dilamar saja, makanya selama ini aku memantaskan diri untuk bisa melamar kamu, tapi kok kelihatannya malah ragu sih sayang?" ucap fero panjang lebar menjelaskan kepada kekasihnya itu
"ngak gitu sayang, bukannya aku ragu tapi aku minta waktu yah untuk benar benar menyakinkan hati aku" tutur pricilla dengan nada memohon
__ADS_1
"iya sayang aku bakalan tunggu kok sampai kamu benar benar siap" balas fero tersenyum
...----------------...
...----------------...
...----------------...
keesokan harinya, pricilla mulai mengerjapkan matanya karena,ia pun bangun dari tidurnya dan langsung meraih ponselnya yang ada di nakas untuk melihat jam yang telah menunjukkan pukul 09:10 siang
"sial, kesiangan lagi" umpat pricilla
didetik itupun pricilla langsung beranjak menuju kamar mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya, sekitar 20 menit menghabiskan waktu di dalam kamar mandi, kini pricilla pun sudah mulai keluar dengan menyematkan handuk ditubuhnya dan berjalan menuju wardrobe miliknya untuk mengenakan pakaiannya, setelah selesai ia pun berjalan turun menuju ke dapur menuruni anak tangan satu persatu
"sil sudah bangun" tanya nyonya agna
"hm" pricilla hanya berdehem
"syuting malam bun, tapi itu di puncak jadi harus berangkat lebih awal" jawab pricilla yang sudah duduk di meja makan
"yaudah kalau begitu, berarti abis makan kamu udah harus packing barang barang kamu dong untuk keparis" balas nyonya agna sambil memberikan piring ke putrinya itu
"ya gampang lah bunda, ngak usah repot repot juga lah bawa barang banyak banyak" ucap pricilla sambil menyengir ke arah bundanya
"iya bunda tau tapi kali ini beda sil, kita akan lebih lama di paris, kalau dulu kita palingan cuma seminggu doang di paris, jadi ngak apa apa ngak terlalu butuh persiapan tapi kali ini kita bakal tinggal 1 bulan disana, jadi ngak mungkinkan kamu ngak ada persiapan?" terang nyonya agna kepada putrinya itu
"bukannya cuma 15 hari bunda?, kok 1 bulan sih?" tanya pricilla
"kamu kan bakal menghabiskan beberapa hari untuk syuting disana, jadi bunda tambahlah waktu liburan kita" ucap agna
"syutingnya cuma 5 hari bundaku sayang, jadi ngak sampai sebulan juga kali ah" ucap pricilla memanyungkan bibirnya
"udah ah bunda udah booking, mau gimana lagi" terang nyonya agna sambil melanjutkan makannya
__ADS_1
setelah selesai makan pricilla pun belum beranjak dari duduknya dan menatap ke arah bunda dengan bingung
"bundaaa...aku mau ngomong" panggil pricilla
"apa?" tanya bundanya itu penasaran
"ya duduk dulu lah bun" jawab pricilla
"bun, fero mau datang kerumah" ucap pricilla lalu seketika terdiam
"ya udah kalau mau datang ya datang aja, biasa juga langsung datang aja" jawab nyonya agna santai
"ngak gitu bun" ucap pricilla bingun mengutarakan maksud kedatangan fero
"terus???" balas agna singkat
"jadi gini bun, fero dan orang tuanya berniat ingin silaturahmi ke rumah kita, sekalian mengatakan maksud dan tujuannya" ucap pricilla dengan nada pelan dan sedikit ragu
"hah? maksud kamu? apasih yang jelas dong" balas nyonya agna yang malas menanggapi karena dirinya sudah tahu mengenai jalan obrolan pricilla
melihat kedekatan pricilla dan juga fero membuat nyonya agna dilema sendiri, karena disuatu sisi ia tak ingin menghancurkan kebahagiaan putri satu satunya itu tetapi disisi lain dirinya juga sudah terlanjur berjanji kepada presdir soedjoko bahwa ia setuju dengan perjodohan verrel dan pricilla.
"deg...deg...deg......" ke khawatiran yang selama ini agna pikirkan benar benar terjadi, fero benar benar tulus menyayangi putrinya dan sebentar lagi fero ingin melamar putrinya kecilnya itu. nyonya agna sedang dibalut rasa bersalah karena terlanjur berjanji kepada presdir dan bersedia menjodohkan putrinya itu dengan seorang laki-laki yang bahkan baru pertama kali ia temui
"ya tuhan, apa yang harus ku katakan" batin nyonya agna
"fero dan orang tuanya berniat ingin melamar pricilla bun, jadi kapan bunda ada waktu untuk menemuinya?" jelas pricilla dengan yakin
"ya-ya kalo besok sih ngak mungking yah karna kita sudah mau berangkat ke paris. jadi....kalau fero dan keluarganya mau datang ke rumah? ya datang setelah kita pulang dari paris aja ya" jawab nyonya agna gelagapan mencari alasan
"yaudah bun, kalo begitu aku kabarin fero dulu yah" balas pricilla tersenyum dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya
sementara itu dikamar pricilla meraih ponselnya bertujuan untuk menghubungi sang kekasih
__ADS_1