
kini sepasang penganting baru itu telah berada di rayz eiffel apartment, tempat dimana pricilla menginap bersama keluarganya
hari ini pricilla mengemas seluruh barang barang miliknya untuk dibawa ke apartment verrel, karena mulai sekarang dirinya akan pindah dan tinggal disana atas perintah dari ibu-ibu sosialita itu
setelah selesai mengemas semua pakaiannya, pricilla pun keluar dari kamarnya sambil mengerek dua koper besar menuju kearah ruang tamu untuk menghampiri verrel yang telah menunggunya dari tadi
Setelah beberapa menit kemudian, kini mobil verrel telah terparkir rapi di parkiran apartement miliknya, terlihat pricilla hanya mengerek satu koper miliknya, karena koper yang satunya lagi sudah berpindah ke tangan verrel. dan kini keduanya pun telah berada di sebuah unit apartemen yang cukup mewah dan luas walau hanya di tempati oleh verrel seorang diri. di apartemen tersebut hanya ada 1 kamar utama yang cukup luas, dan ruang tamu yang tak kalah luasnya juga, disana juga dilengkapi ruang kerja, dapur, dan sebuah gudang yang nyempil di pojokan sana
"sepi banget." komentar pricilla setelah mengekori suaminya masuk ke dalam apartemen tersebut
"memangnya lo pikir kita bakalan pindah ke pasar malam??" balas verrel sewot
"yaa....gak gitu juga kali, paling tidak pas kita masuk ada yang nyambut gituu, selamat sore tuan, nona, biar saya bantu bawakan kopernya, tuan dan nona mau minum apa??" tutur pricilla memperagakan ala ART
"yaa....pada Intinya ngak ada ART apa??" tambahnya
"terusss....kalau gue sewa ART apa gunanya lo disini??" jawab verrel sambil berjalan kearah sofa. ia mendudukkan bokongnya kemudian melirik sang istri yang masih berusaha mencerna kata-katanya tadi.
"hah?? jadi secara tidak langsung lo menyuruh gue untuk membersihkan apartemen ini sendirian? heh sorry yah ! gue gak sudi" jawab pricilla tak terima
"bukannya itu tugas lo?? sebagai seorang istri??" balas verrel tanpa menatap kearah lawan bicaranya itu
__ADS_1
"heyy bukannya lo kaya?? kenapa lo pelit banget buat sewa ART doang?? memangnya upah ART di sini berapa sih sampai kamu enggak bissa bayar??" ucap pricilla dengan bawel
"gue enggak pernah bilang yah, kalau gue enggak sanggup bayar ART. yaa gue cuma sedang mikir ajasih, ngapain lo disini kalau gak bisa bermanfaat" balas verrel lagi dengan santai
"makanya jadi wanita belajar masak, belajar bersih bersih, yaa jangan kayak gini.....maunya numpang doang" tambah verrel dengab menekankan dikalimat terakhir
"heyy lo pikir gue ngak bisa masak?? ngak bisa bersih bersih?? yaa gue cuma ngak mau aja dijadikan budak sama lo disini" balas pricilla tak terima
"okay baiklah.....gue akan ngurus nih apartmen, tapi jangan salahkan gue kalau sewaktu waktu alarm tanda kebakaran berbunyi dan apartemen mewah ini berubah menjadi abu" tambah pricilla tersenyum penuh kemenangan dan berjalan menuju kearah kamar sambil mengerek kedua koper miliknya, dan meninggalkan sang suami yang terlihat acuh dengan tingkahnya
kini pricilla pun telah berada di sebuah kamar utama yang cukup luas nan nyaman dengan interior sederhana namun tetap terkesan sangat elegan. terlihat pricilla mulai membongkar isi kopernya lalu menyusunnya dilemari yang berbentuk walk in closet itu
kini hanya kesunyian yang terasa dimeja makan saat ini, belum ada yang membuka obrolan. keduanya enggang untuk membuka mulut, disana hanya terdengar dentingan suara sendok yang beradu pelan dengan piring. setelah makan malam selesai, verrel langsung beranjak dari duduknya dan melenggang begitu saja ke ruang tamu tanpa mengucap terimakasih kepada wanita itu apalagi untuk mencuci piringnya itu.
"dasar gak tahu terima kasih" gerutu pricilla dalam hati melihat sikap dingin pria yang telah berstatus suaminya itu.
pricilla yang juga telah menyelesaikan makannya, langsung bergegas mencuci piring kotor itu, lalu merapikan meja makan tersebut, dan setelah semuanya selesai, pricilla pun berjalan kearah kamar utama dan berlalu begitu saja saat melewati verrel yang masih asyik berkutik dengan ponselnya diruang tamu
kini malam semakin larut, jam telah menunjukkan pukul 23:30 malam. nampaknya pricilla kini telah bersemayam dengan tidur nyenyaknya itu
verrel pun masuk dengan menenteng bungkusan besar di tangan lalu berjalan menuju ke arah pricilla
__ADS_1
"hey bangun" ucap verrel yang kini telah mengoyang-goyangkan bahu pricilla
"ada apa??" jawab pricilla setengah sadar
"nih untuk lo, lo bisa gunakan ini untuk alas tidurmu di lantai"ucap verrel cuek, sambil menyodorkan selimut ke arah pricilla
"hah? untuk ku? maksud lo?" ucapnya sambil membelalakkan matanya
"lo nyuruh gue untuk tidur di lantai gitu?" tambahnya lagi sambil menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi tak percaya
"hmmm" ucap verrel berdehem malas
"heyy apa lo sudah gila?? lo membiarkan seorang wanita tidur dilantai sedangkan lo mau tidur nyaman dikasur empuk ini" ucap pricilla dengan nada tak tak terima
"gue gak peduli, ini kamar gue, dan gue punya hak mengusirmu dari sini kapanpun gue mau" balas verrel dengan penuh kemenangan
"wah benar benar sih, lo tuh manusia tak punya hati" balas pricilla berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"terserah lo mau ngomong apa, pokoknya lo minggir dari kasur gue, gue mau tidur" ucap verrel tak peduli
tentu saja pricilla tidak bergerak sama sekali, dia malah menggulung tubuhnya dengan selimut lalu memeluk gulingnya dengan erat. verrel sampai menarik kaki pricilla agar wanita itu bangkit dari tempat tidurnya. namun pricilla malah berpegangan erat di sandaran ranjang sebagai bukti penolakan sekaligus perlawanannya. dan terjadilah kegaduhan, terlihat mereka saling tarik menarik beradu kekuatan seperti dua bocah kecil yang sedang berebut mainan, mengerahkan seluruh kekuatannya demi mendapatkan apa yang di inginkan, pricilla yang keras kepala ingin mempertahankan kawasannya dan juga verrel yang tak kalah keras kepalanya tidak ingin mengalah. namun setelah beberapa saat akhirnya verrel pun mengalah dan memilih tidur dilantai dan membiarkan wanita itu menikmati kasur empuknya.
__ADS_1