Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
PRICILLA YANG MERASA DIJEBAK


__ADS_3

verrel baru saja mendudukkan dirinya sambil tersenyum kesemua orang yang ada meja itu


dan pricilla yang melihat itupun hanya berdecak kesal


"cihhh dasar pencintraan" ucap pricilla dengan nada yang hampir tak terdengar


"hmm..gue masih dengar ya" balas verrel dingin tanpa berbalik ke arah pricilla


nyonya agna yang melihat mereka seperti berbisik bisik kembali membuka suara


"kalian udah kenal ya?" tanya nyonya agna yang matanya tertuju ke arah pricilla dan verrel


"ngak" ucap mereka bersamaan


"haha kalian kok kompak ya?" sahut nyonya ivan sambil terkekeh


"jadi kalian beneran ngak kenal?" tanya nyonya agna lagi


"beneran tan" balas verrel sambil tersenyum paksa


"loh bukannya kalian satu stasiun tv?" tanya nyonya agna lagi


"beda PH bun" jawab pricilla singkat


"loh pricilla terjung di dunia entertaiment juga?" tanya tuan ivan


"masih baru om" jawab pricilla singkat sambil tersenyum paksa


"oh ya sil, jadi verrel ini tuh cucunya presdir soedjoko" sahut nyonya agna mengalihkan alur pembicaraan


"hah cucunya presdir?" tanya pricilla dengan nada sedikit meninggi seakan tak percaya akan kenyataan tersebut


"benar pricilla, verrel ini adalah cucunya ayah soedjoko" sahut tuan ivan menambahkan


"ja-di?" ucap pricilla terbata bata dan terhenti begitu saja karena telah melihat bundanya mengangguk seakan akan telah paham isi pertanyaannya

__ADS_1


pricilla merasakan gejolak didalam hatinya, dirinya seakan tak bisa menerima kenyataan kalau sosok seorang verrellah cucu dari presdir soedjoko


"oh tidak tidak, gue ngak bisa hidup bersama orang dingin dan sombong ini" ucap pricilla dalam hati yang sedang membayangkan bagaimana tersiksanya dirinya ketika harus bertemu verrel setiap hari


agna melihat pricilla melamun dan segera membuyarkan lamunan putrinya itu


"sil? kamu kenapa?" tanya agna


"oh gak kenapa kenapa bun!" jawab pricilla kembali tersadar dari lamunannya


tiba tiba pelayan datang menghampiri meja mereka dan langsung meletakkan beberapa makanan dan minuman di atas meja VIP itu


"Amusez-vous" "silahkan dinikmati" ucap pelayan itu tersenyum


"Merci" (terima kasih) ucap ivan dan hanya dibalas oleh anggukan pelayan tersebut dan berlalu pergi


"sil, om ivan mau mengatakan sesuatu ke kamu " ucap nyonya agna menatap putrinya serius lalu beralih menatap ivan seakan memberikan kode untuk segera membuka suara


"apa itu om?" tanya pricilla penasaran


"karna semuanya sudah ada disini, jadi saya akan mengatakannya sekarang juga" ucap tuan ivan tegas


"deg...deg...deg..." itulah yang dirasakan oleh pricilla karna menurutnya ini pasti menyangkut dengan presdir soedjoko


"melihat kondisi ayah saya yang sekarang ini yang semakin hari semakin memburuk, yang membuat saya harus segera mengambil tindakan sebelum semuanya terlambat!" ucap tuan ivan sambil berusaha menahan perih didalam hatinya mengingat kondisi ayahnya sekarang


suasana kembali hening mereka semua hanya terdiam sambil mencerna kata demi kata yang dilontarkan oleh ivan


"jadi saya memutuskan untuk segera menikahkan kalian berdua 3 hari lagi, sebelum semuanya terlambat dan hanya menjadi penyesalan" ucap tuan ivan dengan yakin lalu menunduk lemas sambil membayangkan bagaimana menyesalnya ia apabila dirinya tak bisa mengabulkan permintaan terakhir dari ayahnya itu


pricilla terdiam seketika, ia merasa bagai disambar petir setelah mencerna kata kata yang dilontarkan oleh tuan ivan barusan, dirinya hanya mematung seakan kakinya tak lagi berpijak di atas bumi dan gejolak didalam hatinya serasa tak bisa menerima kata kata yang ia dengar barusan, luapan emosinya mulai menggebu gebu tak terima.


tidak! ia tidak bisa menerima hal ini, dirinya berusaha mencari pembelaan terhadap dirinya sendiri, ia merasakan penindasan disekililingnya yang membuat dirinya tak bisa berbuat apa-apa


"tidak! ini hidup ku mereka tak punya hak untuk mengaturku dan aku akan mencari kebahagiaanku sendiri" itulah yang terucap dalam batin pricilla sekarang ini, dirinya seketika mulai egois tanpa memikirkan kondisi dan perasaan orang disekelilingnya yang menginginkan pernikahan itu terjadi

__ADS_1


berbeda denga pricilla, justru verrel terlihat santai dan tidak kaget mendengar ucapan papa nya tadi, dikarenakan sebelum dirinya berangkat ke restaurant tersebut, ia di beritahu oleh papanya kalau dirinya sebentar lagi akan bertemu dengan calon istrinya itu dan bersiap siap atas pernikahannya yang akan diadakan 3 hari lagi.


...FLASHBACK ON...


saat itu mereka berada diruang tamu apartment tempat tuan ivan dan verrel menginap


"semua itu papa lakukan demi opa, papa ngak mau menyesal di kemudian hari karna tak bisa mengabulkan permintaan terakhir opa" ucap ivan menagis memeluk putranya


"papa harap kamu bisa mengerti, opa hanya ingin kamu menikah dengan wanita pilihan opa dan papa yakin opa tidak salah pilih untuk hal itu" tambah tuan ivan lagi dengan nada suara yang semakin terisak sambil mengelus puncak putranya


"papa ngak mau kamu menyesal dikemudian hari nak, papa ngak mau kamu seperti papa...." ucapnya terhenti sejenak


"dulu papa memaksa kabur demi menghindari wanita pilihan opa lalu menikah dengan mama kamu, tapi nyatanya apa? papa tak bisa mempertahankan pernikahan kamk karna restu orang tua itu sangat berarti untuk sebuah janji suci pernikahan" tutur tuan ivan yang sudah tak bisa membendung lagi tangisannya


"pah cukup, ini semua sudah berlalu ngak usah dibahas lagi, verrel janji akan menerima perjodohan ini demi opa dan papa" ucap verrel dengan yakin sambil menenangkan papanya


ivan menegapkan badannya meraih wajah putranya lalu berkata "papa yakin kau akan bahagia bersamanya dan kamu harus yakin dengan restu orang tua kamu akan mendapatkan kebahagiaan itu" ucap tuan ivan sambil tersenyum kepada putranya dan hanya dibalas anggukan dari verrel


...FLASHBACK OFF...


"sil are you okay?" tanya nyonya agna yang melihat putrinya hanya mematung mendengar ucapan dari tuan ivan


pricilla membuyarkan lamunannnya, dirinya telah sadar tapi tidak dengan emosi nya yang masih menggebu gebu di dalam hatinya


"bunda tolong jelasin maksud dari semua ini" ucap pricilla dengan nada tinggi karena sudah tersulut emosi


"It is not funny, very annoying"


lontaran kedua kalinya yang keluar dari mulut pricilla karna tak mendapat jawaban


"sil dengerin bunda dul-u" ucap nyonya agna yang langsung dipotong oleh pricilla


"wow this is crazy, really crazy" " tambahnya dengan lantang sambil tertawa getir


"pricilla stop!!! kamu tidak pantas berkata seperti itu, kamu benar benar tidak punya sopan santun" ucap agna lantang menghentikan ucapan pricilla

__ADS_1


__ADS_2