Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
KEMARAHAN VIVI YANG MEMUNCAK


__ADS_3

📞 "belum bang, ini pricilla juga baru balik dari lokasi syuting, apalagi verrel yang katanya jadwal sangat padat" balas pricilla yang masih dengan berbohong, padahal nyatanya ia tak tahu sama sekali mengenai keadaan laki-laki itu saat ini


📞 "oh.....gitu" jawab hadi ber oh ria


📞 "oh ya....ada apa abang telepon aku malam-malam?" tanya pricilla penasaran


📞 "oh iya abang hampir lupa yah, jadi gini sil abang mau tanya kamu udah cek emailnya belum, tadi sore abang udah telepon vivi untuk kabarin lo, lo udah tau? " tanya hadi kepada adiknys itu


📞 "be-belum bang" ucap pricilla berbohong


📞 "memangnya vivi ngak ngabarin kamu??" tanya hadi heran


📞 "e-enggak bang" jawab pricilla berbohong sambil melirik kearah vivi


📞 "bener-benar yah si vivi" balas hadi kesal disebrang sana


📞 "yaudah bang entar aku tanya ke vivinya langsung deh" jawab pricilla

__ADS_1


📞 "yaudah kalau gitu abang tutup dulu yah, assalamualaikum" ucap hadi menutup telpon


📞"walaikummussalam" balas pricilla lalu menyerahkan ponselnya kembali kepada vivi


setelah percakapan via telpon antara kakak dan adik itu berakhir, vivi langsung melotot tajam kearah pricilla, karena ia juga mendengar percakapan antara hadi dan pricilla, karena pricilla mengeraskan suara ponselnya itu


"apaan sih sil, kan gue udah kabarin lo tadi dijalan, kalau bang hadi minta lo untuk cek email karena ada beberapa dokumen penting yang harus lo tanda tanganin sahut vivi tak terima, ia tak terima dituduh seperti itu


"kenapa lo bilang ke bang hadi kalau gue belum ngomong sih"" tambah vivi lagi dengan raut wajah yang sulit diartikan


"gampanglah diatur vi" jawab pricilla cuek


"cukup vi, jaga bicara lo" balas pricilla dengan nada tinggi, sebenarnya ia tak ingin berdebat dengan asistennya itu, karna ia sudah merasa sangat capek dengan segala aktifitasnya seharian ini


"sil gue sudah capek yah dengan semua ini, gue capek sil, dengan drama-drama lo ini, gue capek bohong sana sini hanya untuk nutupin semua kebohongan lo yang terus menerus ngurusin fero,fero dan fero" balas vivi yang juga dengan nada tinggi namun air matanya ikut membasahi pipinya


"gue bener-bener ngak abis pikir sil, lo sangat mudah menyepelekan sesuatu termasuk dengan agenda perusahan yang selama ini lo rintis dari nol itu" tambahnya lagi sambil terisak

__ADS_1


"sekarang gue benar-benar sudah tidak mengenal jati diri lo lagi sil....saat ini lo itu terlalu egois dan lo bener-bener sudah dibutakan oleh cintamu bullshitmu itu" ucap vivi panjang lebar yang kini telah mengeluarkan segala kekesalannya yang selama ini ia pendam


"vivi lo tuh yah-" ucap pricilla terhenti, langsung dipotong oleh asistennya itu


"apa? lo mau pecat gue? hahaha, tanpa lo minta sil gue akan pergi dari sini" ucap vivi tertawa sinis, lalu vivi pun dengan cepat masuk kedalam lift tersebut lalu menuju kearah kamarnya, dan tak lama berselang vivi pun telah turun kembali lewat lift yang ada dirumah itu sambil membawa 2 koper besar dan 1 tas jinjing miliknya


sedangkan pricilla sejak kejadian tadi ia memilih menenangkan diri didalam kamar, sekarang pikirannya benar-benar kacau, dimana ia memikirkan kondisi kekasihnya itu yang masih koma di rumah sakit, dan disaat yang bersamaan ia juga harus memikirkan masalah perusahaannya yang sedang di ujung tanduk yang membuat pikirannya semakin kacau.


"aahhhhkkk" teriak pricilla didalam kamarnya yang kedap suara itu, ia menatap kearah langit-langit kamar dengan sebuah tatapan kosong, pikirannya benar-benar bercabang antara kondisi kekasihnya itu dan perkataan dari asistennya itu, apakah benar kata asistennya barusan kalau beberapa hari belakangan ini ia menjadi seorang yang sangat egois dan sangat mudah menyepelekan sesuatu, serta ia juga masih mengigat jelas perkataan dari asistennya yang mengatakan kalau pikirannya saat ini hanya ada fero, fero, dan fero saja


"sil gue sudah capek yah dengan semua ini, gue capek sil, dengan drama-drama lo ini, gue capek bohong sana sini hanya untuk nutupin semua kebohongan lo yang terus menerus ngurusin fero,fero dan fero"


"gue bener-bener ngak abis pikir sil, lo sangat mudah menyepelekan sesuatu termasuk dengan agenda perusahan yang selama ini lo rintis dari nol itu"


"sekarang gue benar-benar sudah tidak mengenal jati diri lo lagi sil....saat ini lo itu terlalu egois dan lo bener-bener sudah dibutakan oleh cintamu bullshitmu itu"


kata-kata itupun kini terus menerus bersamayam dialam pikir pricilla saat, ia masih mencoba mencerna kata demi kata yang dilontarkan oleh asistennya itu barusan, dan hal itupun yang membuat pricilla telah menyadari perbuatannya saat ini, memang seperti itulah watak wanita itu , ia butuh untuk diberikan pelajaran ataupun perkataan menohon agar bisa menyentuh hatinya dan bisa menyadari pebuatannya itu

__ADS_1


kini jam telah menunjukkan pukul 01:30 dini hari, namun pricilla masih tenang dalam duduknya diatas kasur sambil memeluk kedua kakinya, saat ini wanita itu benar-benar sedang kacau, ia tak tau harus berbuat apalagi sekarang? dikondisinya yang seperti ini membuat dirinya membutuhkan sebuah sandaran dan tempat untuk berbagi cerita, namun orang yang biasanya menjadi tempat ternyaman untuk mencurahkan segala keluh kesahnya itu kini sedang terbaring lemah dirumah sakit, dan kini seluruh ingatannya pun kembali kepada kekasihnya itu, rasanya ia sangat ingin memeluk tubuh laki-laki itu, sepertinya dia sangat sangat merindukan kehangatan dari laki-laki tersebut. dan disaat itu juga pricilla pun kembali merasakan sesak didalam hatinya dan tanpa dia sadari cucuran air matanya pun telah lolos membasahi pipi mulusnya


"aaarggghhhh" teriaknya kembali dengan histeris. wanita itu benar-benar sudah tak sanggup menahan beban dalam hidupnya, cobaannya pun begitu bertubi-tubi dan rasanya pricilla sudah tak sanggup untuk melewatinya semua ini dengan sendirian.


__ADS_2