
kini para tamu undangan, dan kerabat pun mulai beranjak dari pesta tersebut, hanya menyisakan sepasangan pengantin baru dan beberapa keluarga inti saja. ivan pun mendorong kursi roda ayahnya untuk menghampiri pasangan pengantin tersebut yang masih berada di atas pelaminan
"selamat yah atas pernikahan kalian, opa harap kalian menjadi keluarga yang berbahagia, dan lupa opa juga mengucapkan terimakasih karena telah menepati janji kalian kepada opa" tutur opa soedjoko penuh haru kepada pasangan pengantin baru tersebut
"verrel tolong jaga dan sayangi istrimu dengan baik, ingat....mulai sekarang pricilla sudah menjadi tanggung jawabmu" sahut tuan ivan menambahkan
verrel yang mendengar itupun sedikit tersenyum kearah papanya
"dan untuk pricilla, sekarang verrel telah menjadi suamimu, jadi mulai sekarang kamu harus menghormati dan menuruti segala perintahnya, selama itu masih dibatas wajar yahh" lanjut opa soedjoko menambahkan
"baik, presdir" balas pricilla dengan sopan
"heiiii.....sekarang kau panggil aku opa saja, seperti panggilan suamimu kepadaku" sahut presdir soedjoko membantah
"baik pres- eh opa" balas pricilla dengan gelagapan yang diakhiri oleh tawa riuh dari kedua pria paruh bayah itu
setelah beberapa saat berlalu, datanglah dua orang wanita yang berprofesi sebagai bridal servants menghampiri mereka, mereka datang untuk menjemput pengantin wanita dan membawanya ke kamar hotel untuk segera membereskan makeup dan gaun yang dikenakannya, melihat desain gaunnya yang begitu ribet dan sangat riweh itu, membuat nyonya agna harus memakai jasa bridal servants untuk membantu putrinya itu melepas gaun dan segala keriwehan yang melekat ditubuhnya saat ini.
pricilla pun berjalan menuju kamar hotel dan meninggalkan verrel yang masih berdiri ditempat itu dengan penuh kebingungan.
ia harus kemana sekarang? apa dia harus menyusul pricilla ke kamar? ah sepertinya tidak. jelas saja dirinya merasa sangat malu jika ia harus menyusul istrinya itu ke kamar
"ah tidak, mending gue pulang ke apartment kali yah??" ucapnya dalam hati
"tapiii....?? ngak mungking gue naik taxi dengan pakaian seperti ini??" ucapnya lagi sambil berpikir
"bodo ah yang penting gue bisa pulang" ucapnya dengan yakin, dan setelah itupun ia segera berjalan menuju pintu keluar
"verrel" teriak seseorang dari belakang
verrel pun menoleh ke arah yang memanggilnya.
__ADS_1
...deg...deg...deg......
"ada apa yah dia memanggilku?" batin verrel dalam hati
verrel pun membalikkan badannya lalu berjalan menghampiri pria yang memanggilnya barusan
"ada apa kak" tanya verrel setelah sampai disana
"saya ingin bicara dengan mu, apa kau punya waktu?" tutur hadi dengan dingin
"ngomong aja kak" jawab verrel singkat
"saya tidak suka basa basi, jadi langsung saja saya mengatakan maksud dan tujuan saya" ucap hadi to the point
"sekarang kau telah sah menjadi suami dari adikku, maka dari itu saya ingin kau menjaganya dan menyayanginya dengan baik, dia adalah adik perempuanku satu satunya, jadi saya tidak akan tinggal diam jika ada seseorang yang berani menyakiti ataupun melukai hatinya. dan tak terkecuali kau" ucap hadi dingin dengan suara yang sedikit meninggi saat menyebut kalimat terakhir
dan verrel pun hanya terdiam membisu, ia masih saja berusaha mencerna kata demi kata yang dilontarkan hadi barusan
"i-iya kak" jawab verrel gelagapan
"panggil saja abang, seperti pricilla memanggilku" balas hadi dengan datar, setelah itupun ia berlalu pergi dan meninggalkan verrel seorang diri
sementara verrel yang baru saja mendapat ancaman dari hadi barusan membuat dirinya tak berani untuk kabur ke apartment, jelas saja dirinya akan menciptakan masalah baru jika berani melakukan hal tersebut. jadi mau ngak mau ia harus naik ke atas menyusul istrinya itu
dan kini verrel pun memasuki kamar itu dengan langkah pelan, kamar yang bernuansa romantis yang ditaburi serpihan bunga mawar merah di atas kasur, serta handuk yang di sulap menjadi pasangan angsa berbentuk LOVE itu sungguh membuat verrel tersenyum geli melihatnya
"ehh bentar? wanita itu kemana yah? apa dia kabur lagi?" gumam verrel dalam hati yang tak melihat keberadaan pricilla disana
namun ia tiba tiba mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi
"ah sepertinya dia lagi mandi" ucap verrel lega lalu mendudukkan dirinya di sebuah sofa yang berada di kamar tersebut
__ADS_1
tak berselang lama pricilla pun keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk yang melilit di tubuhnya, ia keluar dengan santainya lalu berjalan ke arah wardrobe, dimana telah tersedia dua buah koper yaitu milik pricilla dan juga verrel
"ahk....ahkkkk....." teriak pricilla sambil memegang kedua bahunya yang sedang terekspose sempurna
"diem gak" sahut verrel dengan nada dingin, diiringi dengan sebuah pelototan tajam
"lo kenapa sih main masuk masuk aja ke kamar orang" ucap pricilla ketus
"serah gue" jawab verrel singkat tanpa memalingkan wajahnya melihat wanita itu
di detik itupun, pricilla baru saja menyadari kalau sekarang ini dirinya telah sah menjadi seorang istri dari verrel bramantyo, jadi...wajar saja kalau mereka berada didalam kamar yang sama
"dasar beruang kutub" ucap pricilla ketus lalu berjalan ke menuju wadrobe
mata pricilla pun kembali membulat sempurna setelah dia membuka koper miliknya ternyata baju baju yang ia masukkan kedalam koper kemarin tidak ada satu pun yang ikut, disana hanya terdapat 2 buah baju lingerie berserta dengan pakaian dalam miliknya, pricilla pun mengangkat lingerie tersebut, ia melihatnya dengan plototan tajam. 😱 baju yang kekurangan bahan dan terlihat aneh itu membuatnya berpikir 1000x lipat untuk memakainya, disituasi dan kondisi yang seperti ini benar benar tidak memungkingkan ia memakai lingerie tersebut
"ya allah, ini pasti kerjaan bunda" gumannya dalam hati dengan wajah kesal campur marah
pricilla kemudian berdiri dengan nafas yang memburu, ia berjalan ke arah pintu dengan langkah lebar, namun sialnya pintu itu terkunci dari luar.
verrel yang melihat tingkah pricilla hanya bisa mengikuti setiap gerak geriknya, meski bibirnya sudah begitu gatal ingin sekali bertanya kepada wanita itu yang terus mondar mandir dihadapannya.
"lo mau goda gue hahh?? sorry ya gak mempan" ucap verrel dingin lalu kembali buang muka
"idih siapa juga mau goda lo" jawab pricilla dengan sewot sambil memutar bola matanya kasar
"terus lo ngapain mondar mandir gitu dihadapan gue" balas verrel lagi yang kini telah berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati pricilla
pricilla menyadari itu langsung berjalan mundur sampai tubuhnya mentok di tembok kamar
"lo ma-ma-mau ngapain" ucap pricilla gelagapan karena telah melihat verrel sangat dekat dengan dirinya
__ADS_1