
rey pun berjalan kearah kamar mandi mencari wanita itu namun ia tak menemukannya, setelah itu ia pun kembali mencari diarea balkon namun lagi lagi ia tak menemukan wujud wanita yang dicarinya itu
"kemana dia?? jangan-jangan dia kabur??" ucap rey sambil menarik rambutnya kasar, setelah itu ia pun merogoh ponselnya dan segera menghubungi asisten angga
"kemana wanita itu?? kenapa gak ada disini??" ucapnya dengan to the point setelah asisten angga mengangkat telpon nya
"mana lina?? katanya wanita itu telah berhasil dibawah ke sini?? tambah rey dengan penuh emosi
"panggil lina kesini sekarang juga" tambahnya lagi, lalu memutuskan sambungan telpon secara sepihak
tak berselang lama, asisten angga pun datang bersama dengan bu lina sang desaigner
"kata kamu wanita itu sudah dibawa kesini, sekarang dimana ? dimana wanita itu?" cecar rey dengan penuh emosi
"be-benar tuan, para pengawal-pengawal itu telah membawanya ke kamar ini" jawab lina dengan sedikit gelagapan
"teruss...? dimana sekarang? dimana wanita itu hah?" balas rey yang masih dilanda emosi
"panggil pengawal-pengawal itu kesini" tambahnya lagi sambil menarik rambutnya gusar
tanpa menunggu lama para pengawal-pengawal itupun datang menghadap ke presdir rey
"jelaskan dengan detail, dimana kalian membawa wanita itu?" tanya rey to the point
"kami belum membawanya tuan, dari tadi kami sudah standby didepan toilet sesuai dengan perjanjian, namun sampai saat ini bu lina tak kunjung datang membawa wanita itu" jawab salah satu pengawal dengan berani
__ADS_1
"hey kata siapa? saya sudah membawa wanita itu kesana yah, dan kalian ngangguk-ngangguk aja tuh saat saya perintahkan untuk membawa wanita itu ke kamar presdir" sahut bu lina tak terima
"sejak kapan bu?l ? karena kami semua selalu standby di depan toilet namun ngak ada tuh, tanda tanda arahan yang bu lina berikan kepada kami" balas salah satu pengawal lagi
"hehh ngak usah pada ngeles yahh kalian semua, jelas-jelas saya sudah menyerahkan wanita itu ke tangan kalian" balas bu lina yang kini telah tersulut emosi
"pasti kalian kan yang pada lalai sampai-sampai wanita itu berhasil lolos dari tempat ini" tambah bu lina lagi sambil menunjuk-nunjuk para pengawal itu dengan emosi
"tapi pada kenyataannya ibu sendiri kan yang ngak berhasil membawa wanita itu sesuai dengan perjanjian" balas salah satu pengawal itu yang juga ikut terpancing emosi
"sudah....sudah....percuma kalian berdebat, pada intinya kalian semua ngak becusss" sahut presdir rey meleraikan dan sedikit meninggikan nada suaranya di kalimat terakhir
"saya sangat yakin tuan, merekalah yang lalai menjaga wanita itu, saya bisa buktikan kok kalau saya benar-benar menyerahkan wanita itu kepada mereka" sahut bu lina dengan lantang dan sangat yakin kalau dirinya tak bersalah
"mari kita buktikan dari rekaman cctv" tambah bu lina dengan sangat yakin
"baik tuan, saya pamit dulu" jawab bu lina dengsn cepat dan setelah itupun ia langsung putar balik dan bergegas mencari bukti bukti dari hasil rekaman cctv yang ada
sementara salah satu dari mereka, ada yang sedang tertawa terbahak bahak dalam hati melihat keyakinan dari bu lina yang begitu menggebu-gebu
"hahahh silahkan cari bukti yang paling akurat dan bisa dipercaya yahhhh ibu lina yang terhormat"
10 menit kemudian, bu lina pun kembali dengan langkah gontai dan wajah murungnya
"mana buktinya?" tanya presdir rey tanpa basa-basi
__ADS_1
"ma-maaf tuan, saya sudah meminta ke tim IT untuk mencek seluruh rekaman CCTV yang ada dihotel ini, namunn... tidak ada satupun dari rekaman tersebut yang menunjukkan bahwa saya membawa wanita itu, ataupun para pengawal-pengawal ini membawa wanita itu masuk kedalam kamar, sepertinya semua memang sudah disabotase tuan" jawab bu lina panjang lebar dan sedikit ragu ragu
"bu lina...bu lina....hahahaha" ucap salah satu dari mereka dalam hati
"alasanmu klasik!!! itu berarti kalian benar-benar gak menjalankan tugas dengan baik" jawab presdir rey yang kembali meninggi
"maaf tuan, tapi saya punya bukti ini, ini salah satu bukti yang menunjukkan kalau saya benar-benar menjalankan tugas dengan baik" balas bu lina lalu memberikan sebuah flashdisk yang berisi rekaman cctv kepada presdir rey
"hah?? dia punya bukti apa??" ucap seseorang disana dalam hati dengan wajah yang sangat tegang dan panik
"angga, putar rekaman cctv ini" perintah presdir rey sambil memberikan flashdisk itu kepada asisten angga
"ba-baik tuan" jawab asisten angga gelagapan
asisten angga pun dengan cekatan memasukkan flashdisk itu ke sebuah televisi yang berada di kamar tersebut, dan tanpa menunggu lama, mereka pun menyaksikan isi dari rekaman cctv tersebut bersama-sama
"ini waktu itu saya mengajak wanita itu untuk meminum juz bersama-sama, dan di dalam juz itu juga telah saya isikan obat sesuai dengan perintah tuan sebelumnya" ucap bu lina menjelaskan maksud dari rekaman tersebut
"dan disini kita bisa liat sendiri tuan, tak berselang lama wanita itu pun langsung merasa pusing dan tak bisa menopang beban tubuhnya dengan baik" tambahnya lagi menjelaskan
"nah setelah itu saya membantu membopong tubuh wanita itu menuju kearah toilet tuan, namun disini kita bisa liat bersama, pada menit selanjutnya keterangannya langsung muncul (error) dan tidak bisa terdeteksi sama sekali penyebabnya tuan, bahkan tim IT pun juga bingung melihat rekaman tersebut" lanjut bu lina menjelaskan dengan pelan pelan
"shitt....ini benar-benar disabotase" ucap presdir rey sambil melempar remote tv itu ke sembarang arah
"bisa-bisanya gue kecolongan seperti ini" ucapnya lagi yang kini telah menendang sofa yang ada di ruang tersebut
__ADS_1
"angga...cepat cari tahu dalang dari semua ini" tambah lagi dengan penuh emosi
"baik tuan, kalau begitu saya mohon pamit" balas angga dengan cepat dan berlalu berlalu keluar dari ruangan tersebut