Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
KENYATAAN YANG TAK TERDUGA


__ADS_3

"setahun yang lalu, saat itu abang memperbaharui kontrak kerja dengan SJ GROUP namun di kontrak itu tercantum nama anak perusahaannya yang salah satunya adalah VBS GROUP" ucap hadi menjelaskan


"jadi benar? presdir soedjoko lah adalah investor di perusahaan kita? dan presdirlah orang yang selama ini kita cari cari?" tanya pricilla setelah mendengar penjelasan dari abangnya


"ya dialah orangnya, dan keluarga kita sangat berhutang budi kepadanya" ucap hadi


"ya abang benar, kita harus membalas kebaikan presdir soedjoko" ucap pricilla yakin


"dan sekaranglah saatnya sil, presdir mengingingkan kamu menikah bersama cucunya dimana cucunya itu adalah pemilik sah dari VBS GROUP" ucap hadi dengan serius


"jadi? MR.VBS yang selama ini kita cari itu adalah verrel bang?" tanya pricilla


"siapa lagi? cucu presdir cuma satu dan itu adalah Verrel Bramantyo Soedjoko" jawab hadi dengan yakin


"hmmm" jawab pricillla


"jadi kamu mau kan menikah dengan verrel? kamu tidak mau kan mengecewakan presdir soedjoko? dan kamu juga tidak mau kan mengecewakan abang dan juga bunda?" tanya hadi dengan serius


..."deg....deg....deg....."...


begitulah yang dirasakan pricilla saat mendengar ucapan dari abangnya itu, dirinya seakan tak percaya dengan kenyataan bahwa orang yang selama ini sangat berjasa dalam hidupnya itu adalah presdir soedjoko dan MR.VBS yang selama ini dia cari cari itu adalah verrel, dimana pria itu yang dia tolak mentah mentah di depan keluarganya, padahal pria itu adalah pria yang sangat berjasa bagi kehidupannya, saking berjasanya MR.VBS bagi pricilla, ia bahkan membingkai tanda tangan dari MR.VBS itu dan meletakkanya di ruangan kerjanya, dan sangat sering pricilla memeluk bingkai itu bahkan mengusapnya lalu mengucapkan sebuah ucapan terimahkasih


...FLASHBACK ON...


"heiii....MR.VBS terimahkasih, hari ini aku menang tender besar dan itu berarti aku berhasil mengelola perusahaan ini, aku tak akan pernah mengecewakanmu MR.VBS" ucapnya sambil mengelus elus bingkai itu


"aku sangat ingin bertemu denganmu MR.VBS aku ingin berterimahkasih langsung kepadamu, dan aku berjanji akan membalas kebaikanmu itu" ucapnya yang kini telah memeluk bingkai tersebut


...FLASHBACK OFF...

__ADS_1


"terus gimana? tanya hadi lagi


"gimana apanya bang?" tanya pricilla balik


"yah gimana? apa kamu mau menikah dengan verrel?" tanya hadi lagi


"ta-tapi bang, aku belum si-ap" jawab pricilla terbata bata


"terus kapan kamu siapnya?? apa waktu kurang lebih 2 tahun belum cukup?? apa kamu harus nunggu presdir tiada baru kamu siap?? hah??" ucap hadi yang kini mulai meninggi


"sil, kondisi presdir semakin hari semakin memburuk, kamu ngak punya banyak waktu lagi sil, tolonglah jangan kecewakan presdir" tambahnya lagi


"sil saat ini bunda sedang berharap penuh kepadamu, bunda dan juga abang berharap kau mau menerima perjodohan ini, hanya dengan ini sil kita bisa membalas kebaikan dari presdir soedjoko, bahkan dengan inipun belum mampu membayar segala kebaikan dari beliau" tutur hadi menjelaskan


kini pricilla benar benar bimbang, disuatu sisi ia tak kan mungking melupakan janjinya itu kepada presdir soedjoko dimana dirinya sangat berhutang budi kepada orang tersebut, tetapi disisi lain hatinya masih milik fero seutuhnnya, dirinya tak akan mungking menghianati kekasihnya itu.


"ini kesempatan gue untuk membahagiakan bunda, dan inilah saatnya gue juga menepati janji gue kepada presdir soedjoko yang selama ini banyak membantuku, yah kuharap ini adalah keputusan yang tepat, gue ngak mau mengecewakan orang orang disekelilingku lagi demi keegoisanku semata" gumam pricilla dalam hati yang begitu yakin


"aku bersedia bang, aku bersedia menuruti permintaan bunda dan menepati janji aku kepada presdir soedjoko" ucap pricilla pelan


"kamu beneran sil?" tanya hadi yang kini tersontak kaget, dirinya benar benar tak menyangka mendengar kalimat itu keluar dsri mulut adiknya, kalimat yang dari dulu ingin ia dengarkan


"bissmillah bang, semoga ini pilihan yang terbaik" jawab pricila yakin


"insya allah sil, abang yakin kau akan bahagia bersamanya dan dengan restu orangtua insyaallah bahagiakan terus menyertaimu" tutur hadi yang kini telah memeluk adiknya itu


kini pricilla menumpahkan segala gejolak di dalam hatinya, lewat tetesan-tetesan bening yang menghiasi pipinya, ia benar benar tak bisa membendung tangisannya dalam dekapan abangnya itu, air matanya itu kini membasahi dada bidang sang kakak.


setelah beberapa menit, kini hadi melonggarkan pelukannya, ia mengelus elus puncak pricilla untuk menenangkan sang adik tercinta

__ADS_1


"sil istirahat dulu yah" ucap hadi memegang kedua pipi adiknya


pricilla hanya mengangguk dan hadi pun segera membawanya segera ke kamar


setelah masuk ke dalam kamar hadi pun langsung membaringkan adiknya itu dan tak lupa menyelimutinya dan berlalu pergi meninggalkan kamar tersebut


"bang...abang mau kemana" teriak pricilla


"ya keluarlah" ucap hadi singkat


"bang temenin" teriak pricilla manja


"ngak ah, abang capek, mau mandi dulu" ucap abangnya santai


"sil kamu ini udah gede, bentar lagi udah jadi istri orang, jangan manja deh" ucap hadi dengan nada sedikit meninggi


"kamu istirahat gih, nanti sore kita akan ke rumah sakit untuk menjenguk presdir soedjoko" tambahnya lagi sambil berlalu keluar dari kamar adiknys itu


dan disaat hadisantara berjalan menuju pintu apartment itu, tibatiba langkahnya terhenti karena telah melihat rere dan juga tiffany yang sedang sibuk membereskan barang barang yang berserakan di ruang tamu karena ulah pricilla.


sejak tadi memang rere dan juga tiffany memilih untuk masuk ke dalam kamarnya karena tak mau mengganggu tuan hadi membujuk adiknya itu. namun setelah ia mendengar langkah tuan hadi dan nona pricilla menuju kamar, mereka kembali keluar untuk membersihkan barang barang yang berserakan itu


"maaf tuan, apa anda mau ke apartment anda sekerang?" tanya tiffany karena telah melihat tuan hadi sedang berhenti tepat di hadapannya


"ya" balas hadi singkat


"mari saya tunjukkan tuan, letak apartment anda" ucap tiffanny lagi sambil mempersilahkan, dan tuan hadi pun berjalan mengikuti langkah tiffany


ya apartment mereka tidak satu apartment dengan tuan hadi, karena apartment yang telah di sewa oleh nyonya agna itu hanya memiliki 2 kamar, dimana kamar 1 dihuni oleh nyonya agna dan pricilla dan kamar yang ke 2 di huni oleh rere dan tiffanny, jadi saat kedatangan tuan hadi, nyonya agna meminta tiffany untuk memesan 1 unit apartment lagi untuk putranya itu.

__ADS_1


__ADS_2