Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
KEDUANYA PUN MERASA CANGGUNG


__ADS_3

Kini hari mulai gelap, seharian pricilla hanya berada didalam kamar karna kondisi kesehatanya ternyata memang tidak memungkinkan untuk kembali beraktifitas dihari ini, apalagi jadwalnya akhir-akhir ini memang sudah tak padat seperti biasanya, dimana wanita itu saat ini hanya terikat kerjasama dengan 1 perusahaan saja yaitu Reyn Corporation yang menjadikannya sebagai Brand Ambassador disalah satu produk dari perusahaan tersebut.


berbeda dengan verrel, laki laki itu saat ini sedang sibuk dengan jadwal syutingnya yang sangat padat, apalagi pada saat ini sinetron yang dibintangi oleh aktor tersebut mendapatkan rating tertinggi diantara semua tayangan sinetron diberbagai stasiun televisi.


...tinggg....tinggg.....tinggg...


bel unit apartment pun berbunyi, dan pricilla yang mendengar itupun perlahan bangkit dari tidurnya lalu berjalan keluar menuju kearah pintu


"lama banget sih?" umpat verrel dengan kesal dan berlalu begitu saja masuk kedalam unit apartment tersebut tanpa menghiraukan pricilla yang masih berdiri didepan pintu


"lo kenapa gak balik ke rumah hah? tanya verrel yang kini telah mendudukkan dirinya disofa ruangan tamu tersebut


"kenapa lo gak telpon bi dini ataupun pak rahmat buat jemput lo?" cecar verrel dengan beberapa pertanyaanya itu


"agatha pricilla....gue lagi nanya" ucap verrel yang kini dengan nada yang meninggi. laki-laki itu sepertinya sedang kesal tak mendapat balasan dari lawan bicaranya itu


"bisa gak sih kalau nanya satu-satu dulu, lo tuh kayak wartawan tau gak" balas pricilla sambil menutup pintu lalu berjalan kearah sofa diruangan tamu tersebut untuk menghampiri verrel


"lo kenapa gak balik" tanya verrel lagi setelah wanita itu telah mendudukkan dirinya tepat disebelah verrel


"gue lagi gak enak badan" ucapnya dengan raut wajah datar


"lo sakit?" tanya verrel dan dengan cepat ia menempelkan tangannya ke dahi pricilla untuk memastikan


"badan lo panas, lo lagi demam" tanya verrel lagi


"hmmm" balas pricilla malas lalu menjauhkan kepalanya dari tangan verrel yang saat itu masih menempel didahinya

__ADS_1


"kenapa lo gak ngabarin gue?" tanya verrel lagi


"gue gak mau ngerepotin lo, gue tau lo lagi sibuk" balas pricilla menjelaskan


"terus lo gak kedokter? lo cuma berdiam diri disini mana bisa sembuh pricillaaa" balas verrel tak habis pikir


"gue udah minum obat, lagi pula ini cuma sakit biasa kok, gue bisa urus diri gue sendiri" balas pricilla yang masih dengan raut wajah datar


"gue tadi nelpon bibi dirumah gue, gue minta dianterin barang-barang yang gue butuhkan dan beberapa obat-obatan yang gue minta" tambahnya lagi menjelaskan. tadi pagi memang pricilla menelpon bibi yang ada dirumahnya itu untuk minta dianterin beberapa barang yang pricilla butuhkan. lagi pula jarak apartment verrel dan rumah pricilla memang tidak terlalu jauh karena sama-sama berada dikawasan jakarta selatan


"terus lo gak minta ditemenin bibi gitu? lo kan lagi sakit kalau lo kenapa-kenapa disini sendirian gimana?" tanya verrel sambil mengerutkan dahinya tak habis pikir


"verrelll....gue udah bilang, ini cuma sakit biasa, gue bisa urus diri gue sendiri" ucap pricilla dengan kesal sambil memutar bola matanya kasar


"terus kalau gue gak datang jemput lo kesini, apa iya lo bakalan tetap disini sendirian" tanya verrel lagi yang dari tadi mencacar istrinya itu dengan berbagai macam pertanyaan


"ehh wait, lo tadi bilang apa? jemput gue?" tanya pricilla balik


"gue jauh-jauh dari bogor kesini ngapain coba kalau bukan buat jemput lo hah?" balas verrel


"gak....gue gak mau pulang" balas pricilla tidak terima


"lo jangan aneh-aneh deh gue males ribut tau gak" balas verrel malas


"gue disini aja yah....lo gak apa-apa kok kalau mau tetap tinggal dibogor, gue gak masalah sendirian disini" ucap pricilla yang kini telah beralih memelas kesuaminya itu sambil memegang lengan suaminya seraya memohon


"gak...." balas verrel cepat

__ADS_1


"verrel pleas-e" ucap pricilla terpotong


"gak pricilla, kalau gue bilang enggak yah enggak" ucap verrel menekankan, ia tak ingin termakan oleh rayuan istrinya itu


"gue belum dirumah aja, bunda udar neror gue nanyain lo dimana? apalagi kalau lo udah tinggal sendirian disini hah?" tambahnya lagi menjelaskan


"lo kenapa gak angkat telepon bunda? lo juga gak pernah angkat telepon gue tuh dari tadi siang" ucap verrel dengan kesal bertanya balik kepada istrinya itu


"gue gak cek ponsel, gue udah bilang lagi sakit juga" balas pricilla dengan pembelaan


"hmmmm" balas verrel malas


"boleh yah gu-" ucap pricilla memelas namun terpotong


"gak pricillaa.....ngapain lo sampai narik-narik tangan gue hehhh lepasin" potong verrel dengan cepat, yang masih kekeh dengan pendiriannya


setelah beberapa saat berdebat, akhirnya sang suami pun yang mengalah karena istrinya itu tak henti-hentinya merengek tidak mau pulang dengan alasan kondisinya sedang tidak sehat. akhirnya verrel pun memberikan izin untuk tetap tinggal dimalam ini namun besok pagi ia harus berjanji untuk ikut bersama suaminya itu kembali kekediaman verrel yang berada dikota bogor dan keduanya pun telah sepakat.


waktu pun terus berputar, saat ini terlihat sepasang suami istri itu kini telah berada diatas tempat tidur dengan saling membelakangi namun keduanya saling curi-curi pandang satu sama lain. suasananya pun menjadi hening dan hanya sesekali terdengar suara deheman untuk mengendalikan rasa canggung keduanya, ya mana bisa mereka tetap biasa-biasa saja setelah apa yang terjadi dengan keduanya kemarin malam.


"emmmh i-tu....soal itu lupakan saja" ucap pricilla membuka obrolan dengan sedikit ragu-ragu


"gue juga mau minta maaf, seharusnya gue gak-" ucap verrel terpotong


"gak perlu dibahas lagi, anggap aja tidak pernah terjadi apa-apa" potong pricilla dengan cepat, yang masih dengan posisi saling membelakangi


"yaudah lo tidur gih, gue udah ngantuk" balas verrel lalu mengubah posisinya menjadi menghadap kearah pricilla

__ADS_1


dan setelah beberapa saat kemudian, keduanya pun yang sama-sama tertidur dengan lelap dengan posisi yang saling perpelukan, mengingat pricilla yang memiliki kebiasaan tidur yang buruk, membuat wanita itu berguling kekiri dan kekanan untuk mencari posisi ternyaman dan berakhirlah wanita itu tertidur lelap didalam dekapan suaminya itu


__ADS_2