Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MENEMANI PRICILLA YG LG SAKIT


__ADS_3

dengan hati-hati, pricilla pun mulai turun dari ranjang takut mengganggu verrel yang sedang tertidur pulas, karena ia tahu kalau lelaki itu sedang kurang tidur akibat menenangkan dirinya semaleman. pricilla pun bangkit dan berjalan kearah kamar mandi. namun ia sedikit kesulitan menopang beban kepalanya yang terasa berat dan penglihatannya juga seketika menjadi buram. ia tak sanggup lagi menahan sakit kepalanya, serta tubuhnya pun juga sedikit bergetar akibat beban kepalanya yang terasa sangat berat. dengan sekuat tenaga pricilla pun berusaha melanjutkan langkahnya untuk menduduknya dirinya dikursi meja rias yang letaknya berada didepan tempat tidur tersebut. karna masih merasa pusing, wanita itupun kini membaringkan kepalanya lalu menyilangkan kedua tanganya sebagai penyangga kepala diatas meja rias tersebut.


sementara itu, verrel terlihat mulai menggeliat dan berusaha mengumpulkan kesadarannya. namun setelah kesedarannya terkumpul sempurna laki-laki itupun tersontak kaget saat melihat pricilla saat ini telah membaringkan kepalanya diatas meja rias dengan mata yang sedang terejam. spontan verrel terduduk lalu dengan cepat iapun melepaskan selimutnya lalu beranjak dari tempat tidur untuk menghampiri pricilla


"lo kok tidur disini?" tanya verrel dengan wajah khawatir. ia mulai menduga-duga kalau dirinya melakukan sesuatu yang aneh disaat tidur semalam, sehingga menyebabkan wanita itu pindah ketempat tersebut


"ya so-sorry kalo lo terganggu semalam, sampai sampai lo pindah tidur disini" ucap verrel dengan sedikit merasa bersalah.


namun wanita itu langsung membalas dengan gelengan kepala


"enggak kok, gue baru aja pindah kesini karna gue mau kekamar mandi namun tibatiba kepalaku terasa sangat berat" jawab pricilla dengan lirih dan disaat itu juga pricilla pun kini dapat merasakan dimana tangan verrel sedang menyentuh ceruk lehernya. lelaki itu rupanya sedang memeriksa suhu tubuh wanita dihadapannya itu


"suhu badan lo sedang tinggi" ucap verrel sambil melepaskan tangannya dari leher pricilla


"lo harus minum obat, gue cari obat nya dulu diluar, sekalian gue beliin makanan buat lo" ucap verrel lagi sambil meraih ponselnya yang tergeletak dikasur lalu berjalan dengan cepat keluar dari kamar tersebut


beberapa saat kemudian, verrel pun kembali membawa obat penurun panas dan seporsi bubur ayam untuk pricilla, setelah sampai di apartment verrel bergegas kedapur untuk menyiapkan bubur tersebut dan juga membuatkannya segelas susu hangat untuk wanita itu, setelah semuanya selesai verrel pun membawanya masuk kedalam kamar dan dilihatnya wanita itu kini masih setia membaringkan kepalanya dimeja rias tersebut

__ADS_1


"sil....pricilla" panggil verrel sambil meletakkan nampan diatas nakas samping tempat tidurnya


"emmmm" balas pricilla sambil menoleh kearah verrel


"lo makan dulu ya, habis itu minum obat" ucap verrel dengan lembut


pricilla pun mengangguk lemah lalu perlahan membangunkan kepalanya, verrel pun membantu wanita itu bangkit dan berniat untuk menuntunnya menuju kearah tempat tidur, namun karna melihat pricilla yang kesulitan berjalan dan terlihat sempoyongan, laki-laki itu pun dengan sigap menggedongnya ala bridal style dan membawanya ketempat tidur tubuh, secara perlahan verrel pun meletakkan tubuh wanita itu diatas kasur lalu kembali membantunya menyandarkan punggungnya disandaran ranjang. setelah itupun verrel meraih mangkok yang berisi bubur itu diatas nakas dan memberikannya ke pricilla


"makan gih buburnya" ucap verrel gelagapan


pricilla pun mengangguk dan dengan hati-hati mengambil mangkuk tersebut daei tangan verrel dan mulai menyuapkan bubur tersebut masuk kedalam mulutnya. sebenarnya verrel ingin menyuapinya saat itu, namun entah kenapa ia merasa sangat canggung


"sudah sini biar, gu-gue.." ucap verrel gugup lalu mengambil alih mangkok tersebut ke tangannya lalu meniup dengan pelan bubur tersebut, setelah itu verrel dengan tangan bergetar mulai menyuapi wanita itu dengan hati-hati, verrel pun bingung dengan dirinya saat ini, biasanya ia tidak pernah canggung ke wanita, apalagi ia sudah terbiasa berinteraksi dengan wanita-wanita di lokasi syuting, namun mengapa saat ini ia benar-benar merasa canggung dihadapan wanita yang telah menjadi istrinya itu. pricilla pun perlahan membuka mulutnya, menelan dan merasakan bubur yang dilahapnya itu sambil merapikan rambutnya yang sedang terjuntai-juntai yang mengganggu makannya tersebut.


"bentar. gue mau ikat rambut dulu." ucap pricilla, namun verrel langsung menghetikan pergerakan wanita itu karna ia tahu kondisi wanita itu masih sangat lemas


"biar gue saja yang ambilkan." ucap verrel menghentikan

__ADS_1


"dimana?" tanya verrel


pricilla pun menunjuk kearah meja riasnya, dan dengan segera verrel pun mengambil ikat rambut tersebut dan kembali mendudukkan dirinya ditepi kasur tepat disamping pricilla


"sini biar gue yang ikat rambutnya" ucap verrel santai


mendengar itu, pricilla pun sedikit memutar tubuhnya membelakangi verrel, dan ia pun bergidik geli saat merasakan tangan verrel mulai menyentuh rambut dan kepalanya. ia sendiri pun tak tahu kenapa sentuhan verrel bisa membuatnya seperti itu. dan disisi lain pun verrel juga merasakan hal yang sama, melihat tengkuk pricilla yang putih dan mulus kini membuatnya menjadi berdebar, suasana saat ini mulai membuat darahnya berdesir hebat. dan entah kenapa rasanya ia ingin sekali mencium tengkuk wanita itu yang sangat menggoda baginya, dan perlahan ia pun mulai mengangkat rambut wanita itu sambil menelan ludahnya dalam. dan entah karena kehilangan kendali atau apapun itu yang membuat saat ini kini mulai menurunkan bibirnya menyentuh tengkuk wanita itu dengan lembut, cukup lama ia membenamkan bibirnya disana sambil terus menyusuri bagian tengkuk wanita itu yang sangat candu untuknya, pricilla pun ternyata juga ikut hanyut atas sentuhan verrel tersebut, kini matanya sudah terpejam dan darahnya mulai berdesir hebat


"eumch eumchhh" desah pricilla setelah merasakan bibir verrel menempel sempurna ditengkuknya, namun ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini, darahnya kembali berdesir hebat membuatnya semakin hanyut. namun aktivitas verrel pun tiba-tiba terhenti disaat terdengar suara lenguhan dari mulut wanita itu. hal tersebut yang membuatnya tersadar dan iapun dengan cepat mengembalikan dirinya senormal mungkin lalu melanjutkan aktivitasnya untuk mengikat rambut wanita itu dengan cepat.


"sudah selesai." ucap verrel mencoba berbicara senormal mungkin. ia tahu, baru saja ia melakukan hal yang tak sepatutnya ia lakukan, sementara pricilla memutar tubuhnya kembali menghadap ke arah lelaki itu.


"ow i-iya terima kasih" ucap pricilla dengan wajah terlihat merona


"sorry gu-gue, gue tidak bermaksud..."


...tingg.....tingg....tingg.......

__ADS_1


disaat itu juga tiba-tiba terdengar bunyi bel didepan unit apartmentnya, verrel yang mendengar itu langsung beranjak dari duduknya dan berlalu dengan cepat membuka pintu


__ADS_2