Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
DIGODA SUAMINYA TERUS MENERUS


__ADS_3

"kenapa diliatin se-begitunya hah? lo mau pegang?" tanya verrel menggoda wanita itu.


pricilla pun yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya kesembarang arah. namun laki-laki itu tetap melanjutkan langkahnya dan mendekat kearah pricilla


"kalo mau pegang, yah di pegang aja gak usah malu-malu" tambah verrel menggoda lalu menarik tangan wanita dihadapannya itu dan menempelkan ke dada bidang miliknya


"ohh gue tau lo tergoda dengan tanda-tanda manis ini kan?" tambah verrel lagi yang kini telah membawa tangan pricilla menyentuh beberapa tanda kepemilikannya itu. dan setelah beberapa detik mematung pricilla pun seakan tersadar dan langsung melepaskan tangannya dari tubuh verrel, dan kini wajah pricilla pun sudah sangat merona malu atas godaan suaminya itu


"gimana hasil karyamu? menggoda gak?" goda verrel lagi yang sengaja berucap tepat disamping telinga pricilla


pricilla pun dengan cepat membalikan tubuhnya lalu membelakangi verrel dengan wajah sudah sangat merona, wanita itu kini sudah tak tahan lagi atas godaan suaminya itu


"lucu banget sih" ucapnya lagi lalu mengacak-acak rambut wanitanya dihadapannya itu dan dengan cepat berlari kearah lemari pakaian untuk segera memakai pakaiannya


"verreell..." teriak pricilla dengan kesal karna rambutnya itu telah diacak-acak, namun hanya dibalas dengan tawa kegirangan oleh verrel diseberang sana


"what? apa ini gak salah?" gumam verrel dalam hati setelah sampai didepan lemari pakaiannya


"kok gue bisa-bisanya sih semanis itu ke dia" gerutunya lagi dalam hati

__ADS_1


"tidak..tidak, ini tidak boleh verrel" tambahnya lagi sambil menormalkan kesadarannya


verrel pun menghentikan pikirannya yang saat ini tak karuan, kini ia melanjutkan aktifitasnya dengan memilih baju yang akan ia kenakan dihari ini. di kamar apartment itu pun memang tak ada walk in closet seperti hal nya yang ada dirumah verrel maupun pricilla, didalam kamar unit apartment itu hanya terdapat sebuah lemari pakaian yang tidak terlalu besar dan letaknya berada diseberang kasurnya, jadi jika saat ini verrel berganti pakaian bisa saja pricilla melihatnya dengan jelas, namun ia sangat yakin 100% wanita itupun tak akan berani menatap kearahnya saat ini.


dan setelah beberapa menit berselang, kini verrel pun telah selesai, saat ini laki-laki itu telah rapi dengan setelan baju kaos polosnya yang dipadukan dengan celana bahan model skinny kesukaannya itu.


"hmmm tampan banget sih kamu" ucapnya sambil menatap dirinya dengan lekat di hadapan cermin dengan tersenyum tipis


setelah itupun laki-laki itu terlihat kembali membuka lemari pakaian dan mengambil sebuah handuk mandi lalu berjalan kearah tempat tidur, dan verrel pun melihat pricilla sepertinya masih setia dengan kasur empuknya itu, yang dimana saat ini wanita itu telah membungkus seluruh tubuhnya dengan balutan selimut tebal hingga tubuh dan wajahnya pun tak terlihat lagi


verrel pun mencoba menggoyang-goyangkan selimut itu untuk membangunkan pricilla, karna ia mengira wanita itu sepertinya masih tertidur


"hey...bangun ini sudah jam berapa" ucap verrel namun tak ada balasan sama sekali bahkan wanita itupun tak bergeming


"stop....jangan sentuh-sentuh gue" balas pricilla dari dalam selimut, yang suaranya hampir tak terdengar


"nih handuk buat lo mandi, habis itu lo sarapan dulu" ucap verrel dengan sedikit teriakan, lalu meletakkan handuk ditangannya itu keatas kasur, namun setelah beberapa saat ia menunggu pricilla untuk bergerak akan tetapi wanita itu pun tak ada tanda-tanda untuk bergerak sama sekali


"pricilla lo mau bangun sendiri atau gue bangunin hah" ucap verrel yang sengaja dikeras-keraskan

__ADS_1


"hitungan ketiga lo gak gerak, gue bangunin yah" tambah verrel lagi


mendengar itu pricilla pun langsung beringsut bangun dari tidurnya lalu menyandarkan punggungnya disandaran ranjang, akan tetapi wanita itu melupakan satu hal, yah...wanita itu seakan lupa untuk menutupi tubuh polosnya itu yang saat ini kini telah terekspos sempurna


verrel yang melihat itupun, membuat nya mematung sejenak lalu menelan salivanya dalam, melihat tubuh polos wanita dihadapannya itu sepertinya sedang menggoda hasratnya, apalagi saat ini tubuh wanita itu dipenuhi oleh tanda-tanda kepemilikannya yang dibuat olehnya semalam yang membuat hasrat verrel semakin meningkat,


sepersekian detik kemudian, pricilla pun menyadari hal tersebut dan dengan secepat kilat wanita itupun menarik selimutnya lalu kembali untuk menutupi tubuh polosnya itu


"hmmm hasil karyaku ternyata banyak juga yah" ucap verrel tanpa malu-malu dihadapan pricilla


"gak usah malu-malu, gue udah liat semuanya bahkan gue udah tau rasanya" ucap verrel dengan mengoda tepat disamping telinga pricilla, dan verrel pun juga sangat sengaja untuk menekankan dikalimat terakhir


mendapat godaan demi godaan dari sang suami, pricilla pun menjadi sangat malu atas apa yang telah terjadi barusan, dan dengan secepat kilat wanita itupun kembali menenggelamkan seluruh tubuhnya kedalam selimut tebalnya itu


verrel yang melihat itu hanya tertawa penuh arti, sepertinya laki-laki itu sangat hobi mengerjai istrinya itu.


"lo mandi gih....abis itu lo sarapan, gue udah order makanan fast food tadi" ucap verrel sambil menyibak selimut itu dengan kasar, karna ia tahu jika berbicara dengan wanita itu didalam balutan selimut tebal itu pastinya pricilla tak akan mendengar ucapannya


"oh yah satu lagi, semua pakaian lo semalam udah gue angkut ditempat cucian, jadi lo telepon dulu tuh bi dini untuk nyiapin barang-barang yang lo butuhkan, nanti pak rahmat yang bawakan kesini sekalian jemput lo buat pulang kerumah" tambahnya verrel lagi dengan cepat, dan hanya dibalas oleh anggukan dari lawan bicaranya itu yang kini masih setia membalut tubuhnya dengan selimut tebal dan hanya menampakkan wajahnya saja

__ADS_1


"yaudah gue berangkat syuting dulu, kalo lo ada apa-apa telpon gue aja" ucap verrel sekali lagi sebelum berlalu kearah pintu dan keluar dari kamar tersebut


"bye monster galak" ucap pricilla sambil melambaikan tangannya kearah verrel yang telah membelakanginya, iackira laki-laki itu tak mendegarnya akan tetap verrel pun masih bisa mendengar celotehan istrinya itu dibalik pintu kamar tersebut


__ADS_2