Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
KABAR BURUK DI SIANG2 BOLONG


__ADS_3

"mana pricilla??" tanya laki-laki itu, yang juga tak kalah tampannya jika dibandingkan dengan verrel


verrel yang masih syok, tak bisa berkata kata apa-apa, seketika mulutnya bungkam dihadapan laki-laki tersebut, sementara laki-laki itu yang merasa tak mendapat jawaban apa-apa dari verrel, tanpa permisi langsung memasuki unit apartment milik verrel untuk mencari pricilla


"sil...pricilla?" teriak laki-laki itu


pricilla yang mendengar suara itu, merasa tak asing ditelinganya, ia bergegas bangkit dan berjalan keluar dari kamar dan mencari dimana sumber suara yang memanggilnya itu


klek !!! pricilla membuka pintu, dan laki-laki itu langsung menghampirinya didepan pintu


"ikut aku" ucap laki-laki itu tanpa basa basi, sambil menarik tangan pricilla dan membawanya keluar dari unit apartment milik verrel


sementara verrel yang menyaksikan semuanya hanya terdiam membisu dan tak bisa berbuat apa-apa, iya hanya terdiam kaku menyaksikan istrinya diseret keluar dari unit apartment miliknya oleh laki-laki kekar yang tak kalah tampan jika dibandingkan dengan dirinya


"ada apa ini??" tanya pricilla heran, namun laki-laki itu tak memperdulikannya, ia tetap melanjutkan langkahnya sambil menggenggam erat tangan pricilla


laki-laki itu membawa pricilla kelobby apartment yang letaknya berada dipojokan, sengaja iya membawa pricilla ketempat itu karena situasinya sepi dan tak banyak orang yang lewat, sangat tepat untuk membahas sebuah privacy karena situasi lobby tersebut terlihat sunyi


"cek ponsel mu" ucap laki-laki itu singkat


"aku tak membawanya" jawab pricilla dengan polosnya


"liat ini" ucap laki-laki itu sambil menyodorkan ponsel miliknya ke pricilla, dan iapun mencek ponsel milik laki-laki tersebut dan melihat ternyata ada 12 panggilan tak terjawab dari vivi (asisten pricilla yang berada dijakarta)


"ada apa vivi menelpon mu berkali kali begini?" tanya pricilla bingung


"fero kecelakaan, dan kondisinya sedang koma sekarang" balas laki-laki itu singkat tanpa basa basi


degg...... mendengar semua itu, pricilla langsung mematung, mencoba mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut abangnya itu. pricilla pun menangis sejadi-jadinya ditempat tersebut, tibatiba kakinya pun merasa lemas dan gemetar seperti tak lagi berpijak diatas bumi, dan didetik itu juga pertahanannya pun lumpuh seketika, sampai akhirnya iapun bersimpuh dilantai


"sil........kamu tenang dulu yah" ucap hadi menenangkan sambil mengelus-elus bahu adiknya itu agar sedikit lebih tenang

__ADS_1


namun pricilla pun melepas pelukannya lalu menatap tajam kearah abangnya dengan penuh arti


"bang kita balik ke indo yah, abang tolong bantu pricilla ngomong ke bunda, yahhh....pleasee bangg" ucap pricilla sangat memohon kepada abangnya itu


"tapikan sil-" balas hadi terhenti


"bang.....pleasee....kali ini aja...." ucap pricilla seraya memohon


mau tak mau hadi pun mengangguk, ia sama sekali tak tega menolak permintaan adik kesayangannya itu


"abang akan coba yah" balas hadi tersenyum


"senyum dulu dong" tambah hadi sambil memegang kedua pipi sang adik


pricilla pun menarik senyum dibibirnya, namun raut wajahnya tidak bisa membohongi suasana hatinya saat ini.


"kamu mau pulang kapan sil" tanya hadi dengan lembut


"kamu yakin sil, apa ngak besok saja"


"bang......fero lagi koma, pasti dia lagi butuh aku, aku harus ada disisinya saat ini" jawab pricilla serius


hadi pun terdiam sejenak, lalu beralih menatap manik matanya adiknya itu dengan serius


"sil, abang tahu hubungan kamu sama fero seperti apa, tapi kamu juga harus ingat kalau status kamu saat ini sudah menjadi seorang istri, jadi tidak seharusnya kamu terlalu larut memikirkan laki-laki lain yang bukan suamimu, itu tidak baik sil" tutur hadi menjelaskan dengan pelan


tatapan pricilla pun berubah kosong, ia kembali menyadari kalau dirinya sudah sah menjadi seorang istri dari verrel bramantyo, sementara fero ???


"laki-laki lain? abang bilang laki-laki lain?? fero sudah melamar pricilla bang, dan fero sudah berjanji akan menemui bunda setelah kita balik dari paris. tapi sekaranggg?? jauh sebelum kita balik dari paris bunda malah minta pricilla menikah dengan laki-laki yang sama sekali pricilla tidak cintai" jawab pricilla dengan nada yang sedikit meninggi


"lupakan fero, lupakan rencana kalian itu, ingatt sil......kamu ini sudah menikah, tidak sepatutnya seorang istri terus menerus mencintai laki-laki lain" tutur hadi menjelaskan dengan tegas dengan nada yang kini juga telah meninggi

__ADS_1


"banggggg......aku cinta sama fero bangg" ucap pricilla lirih


"cukup sil.......pokoknya abang tidak mau tahu, secepatnya kamu putuskan hubunganmu itu dengan fero dan belajarlah mencintai suamimu itu" balas hadi menegaskan sambil memberikan plototan tajamnya


pricila diam tak bergeming, dirinya benar-benar tidak tau harus mengatakan apalagi kepada abangnya itu, ia tak habis pikir abangnya memintanya untuk memutuskan hubungannya dengan seorang laki-laki yang sangat dicintainya,


"abang memberitahumu tentang kondisi fero karena abang tahu kalau kalian ini bersahabat, tetapi ternyata abang salah, ternyata kamu masih saja mengharapkan dia dan belum bisa belajar untuk mengikhlaskan nya" tutur hadi dengan nada tinggi


"kalau begini, abang menarik kembali kata-kata abang untuk membantumu pulang ke indo, abang tidak mau, dengan kamu menjenguk fero malah menimbulkan masalah baru dipernikahan kalian" tambahnya dengan penuh emosi


"bangggg....." balas pricilla tak terima


hadi hanya diam, dia tak menggubris ucapan pricilla sama sekali


"bang fero lagi koma, fero butuh aku" tutur pricilla memelas


"sil kamu harus tahu batasan kamu, kamu ini sudah jadi istri orang, kamu ngerti ngak sih maksud abang?" balas hadi dengan kesal


"iya pricilla tahu, tapikan bang...fero adalah sahabat aku, ngak ada salahnya dong aku menemani dia dengan kondisinya yang sekarang?" balas pricilla menjelaskan


hadi terdiam sesaat lalu menatap manik adiknya itu dengan lekat


"benar kamu hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat?" tanya hadi penuh selidik


pricilla pun mengangguk namun masih ada keraguan dalam dirinya


"okay, kalo begitu abang akan membantumu untuk pulang ke indo, tapi dengan 1 syarat" ucap hadi serius dan sedikit menekankan


"kok pake syarat syarat sih bang..." balas pricilla tak terima


"terserah kamu" ucap hadi singkat lalu mulai melangkahkan kakinya untuk melenggang pergi

__ADS_1


"apa syaratnya?" teriak pricilla sambil berlari menghetikan langkah abangnya itu


__ADS_2