Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
AKHIRNYA SURAT DITANDATANGANI


__ADS_3

sementara disisi lain, verrel telah pulang dari lokasi syutingnya, merasa tubuhnya sudah sangat lelah, ia memilih untuk langsung merebahkan seluruh tubuhnya diatas ranjang king size miliknya itu


"akhirnyaaa bisa rebahan juga" ucapnya dengan nyaman. ia pun menenangkan pikirannya dan mulai membawa dirinya kealam dibawah sadar, dan tanpa menunggu lama, laki-laki itupun tertidur dengan lelapnya dimenit itu juga. namun setelah beberapa saat kemudia tiba-tiba saja ponselnya itu berdering, dan jelas saja itu akan mengusik tidur lelapnya


"bangs(a)t siapa sih yang nelpon" umpah verrel sambil membuka matanya dengan kesal, sepertinya situasi dan kondisi saat ini belum berpihak kepadanya. ia pun meraih ponselnya dengan setengah sadar, dan langsung menerima panggilan tersebut tanpa memperhatikan nama orang yang menelpon nya


πŸ“ž "ya halo, ada apa?" balas verrel dengan suara khas bangun tidur


πŸ“ž "sayang....bunda ganggu yah" balas nyonya agna diseberang sana


πŸ“ž "oh gak gak bunda" balas verrel yang baru saja tersadar bahwa yang menelpon dirinya itu adalah sang mertua, hampir saja laki-laki itu memaki-maki mertunya ditelpon


πŸ“ž "sayang kamu udah dirumah gak?" tanya nyonya agna


πŸ“ž "iiya bun aku udah dirumah, emangnya kenapa bun? bunda udah sampai kan?" balas verrel


πŸ“ž "iya sayang bunda udah sampai kok, iinii bunda cuma mau tanya, pricilla lagi sama kamu gak? soalnya bunda dari tadi telpon dia ngak aktif-aktif" tutur nyonya agna panjang lebar


πŸ“ž "o-o i-itu bun, i-i-iya lagi sama verrel kok" balas verrel dengan gelagapan, sebenarnya ia juga tak tahu keberadaan wanita itu sekarang lagi dimana


πŸ“ž "boleh bunda bicara sebentar sayang" lanjut nyonya agna diseberang sana


πŸ“ž "o-oo i-itu bun, pri-pricilla di-dia lagi di kamar mandi bun" jawab verrel asal asalan dengan gelagapan


πŸ“ž "ooh gitu yah sayang, yaudah kalau gitu nanti bunda telpon lagi yah"


πŸ“ž "baik bunda, assalamu alaikum" ucap verrel dengan cepat menutup sambungan telepon tersebut


"hufttt" jawab nya legah setelah mematikan sambungan dengan nyonya agna

__ADS_1


"oh yah.....dimana yah wanita itu? kok pas gue pulang dia ngak pernah keliatan sama sekali" gumam verrel dalam hati


"apa jangan jangan dia kabur lagi? ya tuhannn" ucap verrel dengan frustasi sambil mengacak rambutnya kasar, ia sudah benar-benar capek dengan segala tingkah aneh-aneh yang dilakukan wanita itu


ia dengan cepat menyambar ponsel nya kembali dan segera menghubungi wanita itu


"angkat dong woiii" umpat verrel dengan kesal, tak dapat dipungkiri ia juga merasa gelisah atas kehilangan wanita itu dengan tiba tiba, karena jelas saja dirinyalah yang bakal di salahkan oleh orang tua mereka karena tidak bisa menjaga istrinya itu.


"kemana sih orang ini hahhh" umpatnya lagi dengan kesal


"ya tuhannn kenapa saya harus terjebak dalam masalah ini sih? kenapa saya harus menikah dengan wanita yang sama sekali tidak saya cintai, dan sekarang? mau tidak mau saya harus bertanggung jawab atas dirinya" ucap verrel dalam hati sambil menarik rambutnya dengan kasar.


setelah beberapa saat, verrel pun mulai tersadar dan kembali teringat akan surat perjanjian yang telah dibuatkan oleh notarisnya itu, ia pun menarik sudut bibirnya lalu tersenyum dengan sinis


"hanya dengan cara ini gue bisa hidup tenang selama masih bersama dengan wanita itu" ucapnya dengan lirih sambil menyunggingkan bibirnya


...Ceklek...


suara pintu pun terbuka, terlihat jelas wanita itu masuk kedalam rumah mewah itu dengan wajah sembabnya. wanita itupun mempercepat langkahnya menaiki anak tangga dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan verrel yang kini sedang menatapnya penuh dengan tatapan tajam, melihat ia diacuhkan oleh wanita itu, verrel pun langsung berlari menghentikan langkah wanita itu


"awas.... ngalangin jalan gue." celetuk pricilla dengan ketus tanpa menatap lawan bicaranya itu


β€œkemana aja lo? jam berapa sekarang?" ucap verrel seakan sedang memarahi istrinya karena pulang malam.


"apa peduli lo?" jawab pricilla dengan ketus


"gue nanya gini karena bunda lo tadi nyariin, dia sangat khawatir karena telepon lo gak aktif-aktif" lanjut verrel dengan panjang lebar sambil menujukkan raut wajah kesalnya itu


"nanti gue telepon balik" jawab pricilla singkat lalu melanjutkan langkahnya kembali

__ADS_1


"tunggu dulu" tariak verrel mengejar wanita itu lagi


"apa lagi sih" ucap pricilla malas yang kini telah berada didepan pintu kamar mereka


"lo ikut gue" ucap verrel dingin sambil menarik tangan wanita itu dan menyeretnya masuk ke dalam kamar


"lo hobby banget sih narik-narik orang seenaknya" balas pricilla tak terima


"duduk dulu" ucap verrel melepas genggamannya sambil mendudukkan dirinya disebuah sofa yang berada dikamar tersebut


"hmmm" ucap pricilla malas lalu mendudukkan dirinya


"gue mau lo tanda tanganin ini secepatnya" ucap verrel dengan serius sambil menyodorkan map itu ke arah pricilla


"gue cuma mau agar lo tahu batasan lo dan gue seperti apa? kita ini menikah hanya karena keterpaksaan, jadi gue gak ada kewajiban untuk bertanggung jawab atas diri lo sepenuhnyaa"


"jadi gue mau, lo urus diri lo sendiri, dan jika lo punya masalah diluar sana gue gak mau ikut terlibat atas urusan pribadi lo itu. lo paham maksud gue kan?" lanjut verrel menjelaskan


"hmmmm" balas pricilla tak peduli lalu meraih map tersebut


"baguslah" jawab verrel tersenyum sinis


"sini pulpen nya" ucap pricilla dengan malas lalu menarik pulpel itu dari tangan verrel dengan kasar. dan tanpa menunggu lama, pricilla pun telah selesai membubuhi tanda-tangan disurat perjanjian tersebut. verrel yang melihat itu langsung melebarkan senyumannya, ia merasa legah karena akhirnya perjanjian yang mereka telah sepakati kini telah sah ditandatangani oleh kedua belah pihak


setelah itupun pricilla beranjak dari duduknya dan berniat untuk segera keluar dari kamar tersebut. namun verrel pun dengan cepat menghentikan langkah wanita itu


"ini berlaku selama opa masih hidup" teriak verrel yang lumayan keras dan berhasil menghentikan langkah wanita itu. pricila pun membalikkan tubuhnnya lalu menatap ke arah verrel dengan penuh kebingungan


"ya karena setelah opa tiada, gue akan menceraikan lo secepatnya" ucap verrel dengan lantang dan berlalu begitu saja meninggalkan wanita itu yang masih diam mematung

__ADS_1


__ADS_2