
kini malam pun berganti pagi, saat ini verrel dan pricilla sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman suaminya itu yang berada dikota bogor, pagi-pagi buta verrel telah membangunkan pricilla untuk segera bersiap-siap karna laki-laki itu ada jadwal syuting pagi yang mengharuskan mereka tiba dikota bogor sebelum pukul 08:00 pagi
"oh ya gue hampir lupa...surat pemutusan kontrak kerjasama lo dengan Reyn Corp semuanya sudah kelar, jadi mulai hari ini kalian tidak terikat kontrak kerjasama lagi" ucap verrel membuka obrolan, tanpa mengalihkan pandangannya kearah jalanan karna laki-laki itu saat ini sedang menyetir
"pemutusan kontrak?" tanya pricilla dengan raut wajah yang sangat terkejut
"kok lo seenaknya sih mutusin kontrak kerjasama gue hah? gak bisa gitu dong, lo punya hak apa dengan urusan gue? bukannya lo kemari-" sewot pricilla tak terima dengan nada yang sudah meninggi namun segera dipotong oleh verrel
"gue gak habis pikir yah, dengan otak lo itu" potong verrel dengan geleng-geleng tanpa mengalihkan pandangannya dari depan
"setelah apa yang dia perbuat ke lo malam itu, lo yakin masih mau kerjasama dengan dia??? " ucap verrel lagi yang kini telah berbalik kearah wanita itu dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan
"lo mikir gak sih? apa yang telah dia perbuat ke lo malam itu sudah sang-" ucap verrel yang terpotong
"wait....malam itu? apa hubungannya Reyn Corp dengan malam itu ?" potong pricilla cepat dengan raut wajah penasaran
"apasih yang lo tau tentang Reyn Corp yang gue gak tau?" tambah pricilla lagi dengan sangat penasaran
"lo sebenarnya ingat gak sih apa yang terjadi dengan lo malam itu" tanya verrel balik sambil megerutkan dahinya bingung
__ADS_1
"gu-gue gak ingat" balas pricilla dengan ragu-ragu
"pricilla please deh, lo itu gak lagi lupa ingatan, malam itu lo cuma dalam pengaruh obat perang(sang) jadi gak usah seakan akan gak ingat apa-apa" ucap verrel dengan nada kesalnya sambil menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit diartikan
"hah.....obat pe-" balas pricilla bingung
"jadi lo beneraan gak tau? kalau lo rey meminta orang suruhannnya untuk memasukkan obat kedalam minuman lo disaat lo lagi minum-minum dengan desaigner itu" potong verrel dengan santai tanpa menatap lawan bicaranya itu
"minuman yang lo minum itu dikasi obat, dan setelah lo mulai gak sadarkan diri, desaigner itu bawa lo ke toilet untuk diserahkan ke pengawal-pengawal rey" ucapnya menambahkan
"wait deh....gue belum ngerti. kok lo bisa tau mengenai desaigner itu? apasih yang lo tau mengenai presdir rey?"" tanya pricilla penasaran disaat verrel tak melanjutkan ucapannya
"dan mengenai malam itu, rey juga undang gue di acara launchingnya melalui asistennya Angga, awalnya sih gue gak minat untuk join, tapi karena sore itu gue liat lo dikirimin gaun dari Reyn Corp yang membuat gue jadi curiga sih dan merasa ada yang gak beres. dan benar saja setelah gue cari tau ke angga, asistennya itu. ternyata memang benar dia sedang mengincar lo yang nota benenya salah satu model yang sedang terikat kontrak kerjasama dengan Reyn Corp" tambah verrel lagi menjelaskan dengan raut wajah serius
"maksudnya?" tanya pricilla bingung mendengar ucapan verrel barusan
"rey itu terkenal sering memakai para modelnya itu sebagai pemuas nafsunya, dan malam itu rey lagi mengincar lo, ngerti gak?" balas verrel menjelaskan dengan sedikit kesal karna pricilla gak ngerti-ngerti mengenai ucapannya itu
"hmmm apa iya? presdir rey seperti" ucap pricilla lirih namun masih bisa terdengar ditelinga verrel
__ADS_1
"terserah lo, mau percaya atau enggak" balas verrel dengan cuek sambil melajukan kuda besinya itu dijalan tol
"eehh tunggu deh.... terus gimana mengenai malam itu?" tanya pricilla setelah beberapa saat berlabuh dialam pikirnya
"ya seperti gue bilang barusan, rey meminta orang suruhannnya untuk memasukkan obat kedalam minuman lo, dan setelah lo mulai gak sadarkan diri desaigner itu bawa lo ke toilet untuk diserahkan kepada para pengawal yang telah menunggu depan toilet tersebut" balas verrel menjelaskan dengan santai
"dan desaigner itu mengira kalau dia menyerahkan lo ke para pengawal rey, namun sebenarnya dia itu nyerahin lo ke pengawal opa soedjoko, karena gue dan angga sudah sabotase rencana mereka" jawab verrel terhenti sejenak
"setelah itu, para pegawal opa dengan cepat membawa lo ke apartment gue sesuai dengan arahan angga, karena kata dia apartment sulit untuk dilacak karna itu adalah ranah umum yang orang-orang bebas untuk berlalu lalang digedung tersebut, lagipula gak mungkin juga kan gue minta mereka membawa lo balik ke bogor" tambahnya lagi menjelaskan mengenai kejadian tersebut
"hmmm... iya juga sih" balas pricilla mengangguk paham
"eh wait deh.....gue juga belum paham, kok bisa sih lo dengan gampangnya kerjasama dengan asistennya presdir rey, agak aneh sih kok bisa dia membocorkan rencana presdir rey?" tanya pricilla yang masih dengan raut wajah kebingungan
"jangan-jangan lo ngarang lagii" tambah pricilla lagi yang kini telah menatap verrel dengan tatapan curiga
"enak aja ngarang" balas verrel dengan senyum penuh arti
"angga itu banyak hutang budi terhadap opa, dia dulu pengamen jalanan sering berteduh bersama adik-adiknya diparkiran kantor pusat, nah pada waktu itu dia opa liat dia menyekolahkan dia beserta adik-adiknya, dan disaat dia lulus SMA opa menjadikan dia pengawal gue sedangkan adik-adiknya lanjut kuliah dibiaya oleh opa, bahkan adiknya yang terakhir masih opa biayai sampai saat ini" tutur verrel menjelaskan
__ADS_1
"dan kenapa dia bisa sama rey saat ini, itu karena gue gak tinggal dirumah opa lagi dan gue juga udah merasa gak butuh pengawal lagi, dan pada saat itu berhubung rey lagi butuh asisten pribadi karna sudah mulai sibuk di kantornya yah gue tawarkan aja angga untuk jadi asistennya" tambah verrel lagi menjelaskan dan hanya dibalas anggukan oleh pricilla