Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MENGATAKAN SEJUJUR JUJURNYA


__ADS_3

"pricillaaaa" ucap seseorang yang berada di ruangan tersebut, siapa lagi kalau bukan tante nikita, mama kandung fero yang sangat setia menemani putranya itu yang masih terbaring lemah diatas brankar


"iyaa tan...." balas pricilla sambil berjalan memasuki ruangan itu


"duduk gih sayang" ucap tante nikita sambil berdiri dari duduknya dan memberikan kursi itu kepada pricilla


"ngak usah tan, pricilla berdiri aja gak apa-apa" jawab pricilla ke tante nikita


"fero apa kabar tan, apa ada perkembangan" lanjutnya lagi


"ya kondisinya masih sama sil" jawab tante nikita dengan lesuh


"pricilla yakin! sebentar lagi fero akan sembuh, kita yang sabar yah tan" balas pricilla menyemangati


"semoga yah" jawab tante nikita dengan pasrah


"oh ya tante, ada hal penting yang ingin pricilla katakan ke tante" ucap pricilla dengan ragu


"apa sayang?" tanya tante nikita


"kita ngobrolnya diluar aja yah tan" jawab pricilla. setelah itupun mereka berjalan beriringan kearah pintu keluar dan keluar dari ruangan tersebut. pricilla pun mulai mendudukkan dirinya disebuah kursi antrian yang berada didepan ruangan itu, dan beruntungnya situasi pada saat itu pun terlihat sepi dan hanya ada beberapa orang yang sedang berlalu lalang diarea tersebut


"ada apa sayang? sepertinya serius banget?" tanya tante nikita dengan penasaran


"ja-jadi... gini tan..." ucap pricilla gelagapan

__ADS_1


"ada apa sih sil? kok kamu kayak ragu-ragu gitu?" tanya tante nikita yang tambah penasaran


"hufffttt....." suara pricilla menghela nafasnya panjang, sebisa mungking wanita itu berusaha untuk tetap terlihat tenang dan tidak gugup


"tante sebelum nya aku mau minta maaf, aku meminta maaf yang sebesar besarnya kepada tante dan juga fero" ucap pricilla dengan penuh kesedihan


"maaf tante....kalau pricilla harus mengatakan ini di situasi yang kurang tepat, pricilla ngak ada lagi pilihan lain tan, mau ngak mau pricilla harus katakan hal ini ke tante" lanjutnya dengan mata yang berkaca kaca


"kenapa sih? ini ada apa? apa yang harus dimaafkan?" tanya tante nikita yang kini sudah sangat penasaran


"orang tua aku tan...."ucap pricilla terhenti, rasanya ia tak sanggup mengatakan yang sebenar benarnya


"me-mereka...mereka telah menjodohkan aku dengan anak dari rekan bisnisnya tan" ucap pricilla dengan terbata-bata sampai akhirnya kalimat itupun keluar juga dari mulutnya, tangisnya sangat pecah, serta air matanya terus menurus lolos membasahi wajah cantiknya


"pricilla ngak ada pilihan lain tan, mau ngak mau pricilla harus nurut apa kata mereka, selama ini pricilla sudah berusaha untuk tetap memperjuangkan cinta pricilla ke fero tapi nyatanya sia-sia tan, mereka tetap kekeh untuk menjodohkan pricilla dengan anak dari rekan bisnisnya itu" lanjutnya dengan panjang lebar.


sakit hati........kecewa........kesal.......emosi.......


itulah yang dirasakan tante nikita saat ini, dan tanpa ia sadari kini air matanya pun lolos membasahi pipinya, suara tangisannya pun pecah, ia benar-benar sudah tak bisa menahan segala gejolak didalam hatinya itu, mau ngak mau semuanya harus ia diluapkan agar tidak lagi menjadi beban didalam dirinya.


"hikkssss....hikkssss...." suara tangisnya begitu dalam


"tante maafin pricilla tan...." ucap pricilla sambil mengikis jarak antara tante nikita dan dirinya lalu memeluk wanita paruh baya itu


"cukup......" ucap tante nikita menghalangi pricilla untuk memeluknya

__ADS_1


"tan....." ucap pricilla lagi dengan merasa bersalah


"cukup.....pricilla" ucap tante nikita dengan tegas


"tap-i tan-n" ucap pricilla terpotong


"kamu pergi dari tempat ini !!! dan mulai sekarang jangan menampakkan wajah kamu lagi didepan saya maupun putra saya" potong tante nikita dengan lantang


"maafin aku tan, aak-uu" ucap pricilla lagi memelas


"saya bilang perrrgiiii" potong tante nikita sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan kearah pintu untuk masuk kembali ruangan tersebut, namun sebelum ia membuka pintu tersebut, langkah itu pun langsung dihentikan oleh pricilla yang mengejarnya


"baik pricilla akan pergi, tapi sebelum itu izinkan aku pamit untuk terakhir kalinya kepada fero" ucap pricilla dengan cepat sambil mendekat kearah tante nikita lalu menghetikan langkah wanita paruh baya itu


"tidak perluuuuu......" jawab tante nikita lantang


"kamu mau pergi dari sini sendiri atau saya panggilkan satpam" ucap tante nikita lagi dengan lantang


"ba-baik, pricilla akan pricilla" ucap pricilla dengan terpaksa karena tak ingin membuat kegaduhan ditempat tersebut


"titip salam buat fero tan.....dia orang baikkkk." ucap pricilla sambil tersenyum penuh arti. dan setelah itupun, ia mulai melangkahkan satu per satu kakinya dengan lesuh meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan menuju kearah parkiran


"cihhh...." umpat tantee nikita kesal sambil memutar bola matanya dengan kasar, setelah itupun ia melanjutkan langkahnya untuk masuk kembali kedalam ruangan rawat putranya itu


"hufttt....." ucap pricilla menghela nafasnya, wanita itu telah berusaha menguatkan dirinya sendiri pada saat

__ADS_1


"gak nyangka secepat ini" ucapnya dengan lirih sambil mengusap wajahnya kasar. ia pun menangis sejadi jadinya dilorong parkiran tesebut, ia tak menyangka hal yang paling ia takutkan kini benar-benar telah terjadi, dirinya dan fero benar-benar sudah dipisahkan oleh keadaan, keadaan yang membuatnya seperti ini, mau gak mau ya harus mau, terima gak terima yah harus terima, ikhlas gak ikhlas yah harus ikhlas


pasrah?? hanya itulah jalan satu-satunya yang harus ia tempuh saat ini, mau gak mau ia harus ikhlas menerima jalan yang telah ditakdirkan tuhan olehnya, dia harus ikhlas dan mulai belajar menerima kenyataan yang tak dapat dipungkiri kalau dirinya kini telah menjadi seorang istri dari verrel, dan pernikahan mereka pun telah sah dimata hukum dan agama sebagai sepasang suami istri


__ADS_2