
melihat pricilla yang seakan menjauh darinya membuat reynaldi tak putus asa, ia malah semakin penasaran dan segera melayangkan rencana barunya untuk bisa mengeksekusi wanita itu
reynaldi pun menuju sudut ruangan mencari tempat yang sepi untuk menelpon asisten angga dan memintanya untuk segera menemuinya, setelah bertemu, mereka berdua pun tampak berbincang dengan sangat serius, yah apalagi yang mereka bahas kalau bukan rencana penjebakan untuk wanita cantik itu
terlihat gila? yah memang begitulah watak asli dari sosok reynaldi narendra, dirinya akan menghalalkan segala cara demi mewujudkan keinginannya tersebut
"bagaimana?" tanya presdir rey yang kini telah berdiri disudut ruangan
"semuanya sudah siap tuan. tinggal mengunggu perintah tuan untuk mengeksekusi" jawab asisten angga
"lakukan 30 menit dari sekarang. dan pastikan para tamu-tamu tidak curiga atas hal ini" perintah reynaldi kepada asisten angga
setelah itupun reynaldi kembali bergabung dengan rekan-rekan bisnisnya sambil bersulang ria dengan mereka
sementara pricilla yang sudah mau keluar dari-dari ruangan tersebut langsung dihentikan oleh seseorang yang memanggil dirinya
"selamat malam nona pricilla" sapa wanita tersebut
"malam" jawab pricilla dengan tersenyum
"kenalkan saya bu lina, manager dari beautiful perfect butik"
"salam kenal nyonya lina" sapa pricilla sambil membungkukkan badannya sebagai rasa hormatnya kepada lawan bicaranya itu
bu lina yang mendapat perlakuan itu langsung tersenyum
"selain cantik, elegant dan cerdas ternyata anda sangat pandai menghargai dan menyenangkan orang ya nona" puji bu lina takjub dengan watak wanita itu
__ADS_1
"anda terlalu berlebihan nyonya" jawab pricilla terkekeh
"jangan panggil saya nyonya, panggil bu lina saja. karena panggilan nyonya sepertinya belum pantas untuk saya" tutur bu lina kepada pricilla
"baiklah bu, yang penting anda nyaman" balas pricilla sambil terkekeh sopan
"saya sangat bahagia dan merasa sangat bangga karena anda telah memakai gaun rancangan saya" tutur bu lina basa basi
"oh yah? jadi ini gaun rancangan ibu ya? wah gaunnya sangat bagus sekali bu, saya sangat suka" puji pricilla dengan senang
"syukurlah kalau anda suka nona pricilla, untuk merayakan perkenalan kita bagaimana jika kita minum disana" ajak bu lina kepada pricilla
"mohon maaf bu, saya tidak minum alkohol" tolak pricilla dengan sopan
"bukan alkohol tapi kita minum jus disebelah sana" ucap bu lina
pricilla dan bu lina menuju dimeja jus tersebut dibuat, dan tanpa menunggu lama pesanan mereka pun telah siap. pricilla meminum juz itu dengan sangat anggun sambil bersulang ria dengan bu lina, namun tak berselang lama tiba-tiba dia merasa kepalanya sangat berat. dan bu lina pun segera mengajaknya ke toilet agar tak ada yang curiga ketika melihat wanita itu yang kini sudah mulai tak sadarkan diri karena pengaruh dari obat yang diminumnya barusan. setelah mereka sampai didepan toilet para pengawal pun telah stand by disana untuk melanjutkan rencananya
"bawa dia ketempat yang telah diperintahkan oleh presdir rey" perintah bu lina kepada pengawal pengawal tersebut
setelah merasa tugasnya telah selesai, bu lina pun melenggang pergi dan kembali bergabung dengan rekan-rekannya diacara tersebut. sementara pricilla pun dibawa oleh para pengawal pengawal itu menuju kearah parkiran, tempat dimana mobilnya terparkir. untung saja pengawal itu adalah para pengawal suruhan verrel barusan. dirinya sempat menguping rencana licik yang sedang direncanakan oleh reynaldi, maka dari itu ia dengan cepat memerintahkan para pengawal ayahnya untuk segera berangkat ketempat tersebut sedangkan para pengawal suruhan reynaldi itu verrel telah berikan obat tidur beberapa menit yang lalu sebelum mereka melakukan eksekusi disaat yang bersamaan, waktu bu lina mengajak pricilla berbincang-bincang, disisi lain verrel pun juga sedang menjalankan aksinya untuk memberikan pelajaran kepada sibuaya kelas kakap itu
semakin lama acara semakin meriah. tak sedikitpun tamu undangan kini sudah mulai kehilangan setengah kesadarannya, karena malam ini mereka benar-benar having fun dengan segala macam minuman beralkohol yang sengaja disiapkan untuk para tamu-tamu undangan yang hadir
verrel pun dengan penuh kharisma berjalan dengan coolnya menghampiri presdir rey
"wahhh aktor tampan kita akhirnya datang juga nihh" sapa rey setelah verrel menghampirinya
__ADS_1
"selamat ya bro, launching produk terbarunya" ucap verrel kepada rey
"thank you bro, ayo sini ikut bersulang bareng kita" balas rey sambil mengulurkan segelas wine kepada verrel. dengan senang hati verrel pun langsung menerima segelas wine tersebut dan ikut bersulang ria bersama dengan rekan-rekan bisnis rey yang lain
dan kini sudah botol ke tiga yang rey tuang untuk dirinya, ia mulai sedikit kehilangan keseimbangan dan penglihatannya sudah mulai buram. sebenarnya dirinya yang sudah mau hengkang dari tempat tersebut dari tadi namun terus menurus di tahan oleh verrel dan juga rekan-rekan nya yang lain
"disini dulu lah having fun bareng kita-kita" ucap salah satu rekan bisnisnya
"iya bro, kapan lagi bisa kumpul-kumpul gini" sahut verrel menambahkan
dan disaat yang bersamaan bu lina juga menghampiri presdir rey dan membisikkan sesuatu tepat ditelinganya
"kerja bagus" ucap rey dengan lirih yang hampir tak terdengar kepada bu lina. setelah itupun bu lina pamit dan rey kembali bersulang ria bersama rekan-rekan nya disana
diwaktu yang hampir bersamaan ponsel verrel pun juga berdering dan ia yang menyadari hal itu langsung menjauh dan mencari tempat sepi untuk menerima panggilan tersebut
"nyonya muda sudah didalam mobil tuan" ucap seseorang diseberang sana
"bagus !!! kawal ia sampai ke apartment, saya segera menyusul" balas verrel sambil tersenyum penuh kemenangan, dan setelah itupun ia memutuskan sambungannya lalu kembali menghampiri rey yang masih asyik bersulang ria dengan rekan-rekannya
"broo..kayaknya gue cabut duluan deh, ada urusan lain soalnya" ucap verrel menghampiri rey
"okay bro hati-hati ya, btw thankyou yah lo udah luangin waktu untuk dateng ke acara gue" balas rey sambil memeluk verrel dengan hangat
"okay bro, have fun yahh" balas verrel dengan santai, setelah itu ia pun berlalu pergi dari tempat tersebut
sementara rey yang merasa kepalanya sudah sangat berat akhirnya memutuskan untuk berpamitan kepada rekan-rekan bisnisnya untuk kembali kekamar pribadinya yang berada hotel tersebut. namun setelah dirinya telah sampai disana, ia tidak menemukan keberadaan wanita yang dicarinya itu
__ADS_1
"kemana kamu sayang" ucapnya dengan suara serak sambil senyum-senyum sendiri